Ingat Rumus Berbaring, Berlindung dan Diam
Berikut ini merupakan tips tambahan dari tips hadapi gempa, sebelumnya perlu ingat rumus berbaring, berlindung dan diam, karena tips berikut ini berkaitan erat dengan rumus tersebut. Berikut tips-tips nya;
Dalam ruangan
Jika anda dekat dengan meja atau kursi, segera berbaring dan berlindung di bawah meja/kursi tersebut. Jika anda tidak sedang dekat meja/kursi, tetap berbaringlah dan lindungilah kepala dan leher anda dengan tangan anda (lingkarkanlah tangan anda ke kepala). Jauhilah dinding, jendela, cermin, barang-barang yang digantungkan. Jangan lari keluar bila hal itu tidak memungkinkan.
Dalam kamar tidur
Jika anda sedang di kamar tidur, berbaringlah di samping tempat tidur . Tutuplah kepala anda dengan bantal dan guling biar terlindung dari benda-benda jatuh. Diamlah anda di sana, upaya lari mencari jalan keluar kadangkala justru menjadi penyebab kematian.
Pada gedung tinggi
Rumus berbaring, berlindung dan diam tetap harus anda terapkan. Jangan gunakan elevator atau lift. Jangan pedulikan sistem alarm yang sedang berbunyi atau splinker pemadam kebakaran yang sedang menyemprotkan air secara otomatis. Tunggulah goyangan sampai berhenti.
Di luar rumah/gedung
Carilah area lapang, jauh dari pohon, tiang listrik, jalur kabel listrik, menara ponsel, dinding, mobil dan benda-benda berbahaya lainnya. Posisi di luar gedung memungkinkan anda untuk bermanuver lebih lincah.
Dalam kendaraan
Segera pinggirkanlah mobil anda. Hindari jembatan layang, jembatan, kabel listrik, rambu-rambu lalu lintas, dan benda bahaya lainnya. Parkirlah mobil anda, jangan lupa menarik rem tangan. Segera keluarlah dari mobil. Diamlah di samping mobil sampai gempa bumi selesai.
Dalam stadion/gedung bioskop
Tetap duduklah pada bangku anda dan lindungi kepala anda dengan lengan dan tangan anda. Jangan sekali-kali berusaha mencari jalan keluar sebelum gempa bumi selesai. Keluarlah ketika selesai, tetapi jangan berebut, waspadai peralatan yang gampang runtuh.
Dekat pantai
Berbaring, berlindung, dan diam, sampai gempa bumi berhenti. Jika getarannya lebih dari 20 detik, berlarilah menuju bukit yang cukup tinggi (lebih dari 30 meter), atau bila tidak ada bukit, jauhilah pantai hingga berjarak 3km dari bibir pantai. Tsunami bisa saja terjadi. Jangan menunggu peringatan dari pihak yang berwenang. Berjalanlah dengan cepat, syukur memakai kendaraan, carilah rute yang paling sepi, jangan menentang arus lalu lintas orang.
Dibawah bendungan
Bendungan dapat jebol bila gempa bumi berskala cukup besar. Bila anda tinggal pada jalur air/arus bendungan, bersiap-siaplah untuk melakukan evakuasi.
Rumah lantai satu
Ukur jarak posisi anda dari pintu luar berapa meter, jika kurang dari 12 meter, penyelamatan masih mungkin dilakukan dalam waktu 3 menit dengan merangkak, jangan berlari kaerna akan terjatuh-jatuh (waktu untuk mencapai pintu keluar menjadi lama).
Jika jarak posisi anda dari pintu keluar lebih dari 12 meter, penyelamatan diri dilakukan dengan cara: berlindung di bawah dipan, meja makan, meja tulis yang kuat.
Rumah dua lantai atau lebih
Jika tidak ada tangga darurat di samping gedung (bukan di dalam gedung), penyelamatan diri dengan cara berlindung di bawah: dipan, meja makan, meja tulis yang kuat. Tidak ada gunanya turun berlari ke tangga dan lantai 1, karena waktu untuk lari memerlukan waktu lebih dari 5 menit, dn reruntuhan sudah terjadi.
Pengendara mobil dengan kecepatan lebih dari 60km/jam
Segera kurangi kecepatan, cari jalan yang aman, jauh dari gedung tinggi lalu berhenti. Mobil berkecepatan kurang dari 60km/jam, tetap tenang, cari lapangan, atau tinggalkan mobil di tepi jalan, lari ke tempat terbuka.
Yang di luar rumah
Jangan sekali-kali masuk ke dalam rumah untuk menolong, kecuali terlihat orang di dekat pintu, agar mengurangi jumlah korban lebih banyak.
Disamping upaya-upaya tersebut, jangan lupa berdoa kepada Allah, karena musibah pasti datangnya dari Allah semata.



