October 8, 2008 - admin

Berkomunikasi dengan Anak Remaja

Disekitar kita banyak orang tua yang mengeluh karena mengalami kesulitan ketika harus berkomunikasi dengan anaknya yang menginjak remaja. Ada yang sebelum menginjak remaja si anak dan orang tua tidak ada masalah atau konflik tetapi ketika si anak menginjak usia remaja, saat itu seperti berubah total dan siapakah yang salah? bagaimana agar komunikasi dengan anak tidak terputus.

Seperti diketahui masa remaja merupakan masa dimana si anak mengalami transisi atau periode banyak perubahan yang terjadi secara bersamaan. Ketidakmampuan si anak remaja didalam mengatasi keadaan menekan karena perubahan-perubahan tersebut, sering menyebabkan timbulnya gangguan didalam perilakunya. Perubahan yang akan terjadi pada anak usia remaja yaitu perubahan fisik, kognitif, sosial, dan emosional.

Didalam perubahan-perubahan itu, sebaiknya komunikasi antara si anak dan orang tua sebaiknya dijaga. Tetapi pada kenyataannya tidak sedikit orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya khususnya ketika si anak berusia remaja. Hal ini diakibatkan banyak orang tua yang kurang menyadari adanya respon (verbal atau nonverbal) ketika  menanggapi si anaknya, sehingga menyebabkan hambatan ketika berkomunikasi.

Contoh respon yang sering diungkapkan oleh orang tua kepada anaknya yang bisa menyebabkan terputusnya komunikasi seperti mengancam-memperingatkan, memerintah, menilai-mengkritik-tidak setuju-menyalahkan, menasehati-menyelesaikan masalah, menghindar-mengalihkan perhatian-menertawakan, mendesak-memberi kotbah, memberi kuliah-mengajari,  mencemooh-membuat malu, menyelidiki-mengusut, dan memuji-menyetujui.

Ungkapan tersebut dapat membuat anak untuk;
- menghentikan pembicaraaan
- mempertahankan diri
- menyerang/berdebat
- merasa rendah diri
- benci dan marah
- merasa bersalah
- merasa diperlakukan seperti anak kecil
- merasa tidak dimengerti
- merasa perasaan-perasaannya tidak dibenarkan
- merasa sedang diinterogasi

Sehingga komunikasi antara si anak dan orang tua akan terasa terputus, sebenarnya semua kriteria diatas tersebut sering dilakukan orang tua karena didalam otoritasnya sebagai orang yang harus dipatuhi oleh si anak. Nah bagaimana sebaiknya agar komunikasi dengan anak tidak terputus? apa yang perlu orang tua lakukan? Mau tau kiat suksesnya? Silahkan baca kelanjutannya hanya di FBCom.

keluarga anak / Berkomunikasi / emosional / fisik / hambatan / orang tua / perubahan / remaja / sosial /

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ingin tulisan tampil di F-Buzz.Com website?
ingin blog anda untuk lebih dikenal dan lebih banyak pengunjung?
Klik disini
'