Menurut seorang ahli dan penulis buku best seller, Daniel Coleman, dibukunya tentang Kecerdasan Emosi atau EQ, menyatakan bahwa EQ atau kecerdasan emosi itu lebih penting dibandingkan dengan IQ (kecerdasan otak). Karena kecerdasan emosi lebih dapat dijadikan acuan untuk memprediksi, apakah seorang anak nantinya akan menjadi orang yang sukses atau tidak.
Perbedaan EQ dengan IQ yaitu IQ yang ditentukan sejak lahir sedangkan EQ yang baik bisa dan dapat dipelajari serta diraih seiring dengan pertumbuhan si anak. Oleh karena itu test EQ pada anak biasanya dilakukan sebanyak dua kali yaitu ketika anak berusia sebelum 12 tahun dan ketika si anak pada usia 12 tahun. Daniel Coleman yang juga merangkap sebagai seorang kepala penyelia di klinik problem kecerdasan anak di Kanada itu juga memberikan arahan untuk jenis-jenis test EQ yang dapat dilakukan pada anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun. Jenis-jenis test EQ tersebut antara lain:
- Apakah si kecil suka memaksa mengerjakan sesuatu sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain?
- Apakah si kecil suka bermain dan bersenang-senang dengan orang lain?
- Apakah si kecil bebas mengungkapkan perasaan dan pemikirannya kepada orang lain?
- Apakah si kecil dapat mengerti perasaan orang lain?
- Apakah si kecil gemar mencoba hal-hal yang baru?
- Apakah si kecil tetap gembira di lingkungan barunya?
Nah bagaimana hasilnya? silahkan anda renungkan bagaimana EQ anak, dan ingat yang ini juga.
Related Articles
*Widget By mfaisal

he..he… klo ngukur EQ anak napa gak pake PSKLG ajah…. kan lebih jagonya dia… tinggal pencet nombor… tit..tut… suruh datang dech…. he..he…
betewe
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQABBAL YA KARIM. MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAAAA…. MULAI DARI NOL YA… HE..HE…
Leave a comment