Kawan-kawan mungkin masih ingat mengenai kebiasaan bayi yang dibawa hingga batita. Menurut beberapa ahli kebiasaan itu merupakan suatu bentuk dari perilaku yang jelas dan diulang-ulang. Beberapa ahli juga menyatakan bahwa kebiasaan pada anak, biasanya si anak yang melakukannya tanpa disadarinya, tetapi orang-orang disekitarnya seperti anggota keluarga, orang tuanya yang akan merasa terganggu dengan kebiasaan buruk dari si anak tersebut.
Nah mari kita coba telusuri mengapa anak memiliki kebiasaan, masih menurut ahli, sebagaian besar para ahli masih belum bisa memastikan mengapa anak memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu itu.
Sebenarnya kebiasaan bisa muncul karena suatu alasan yaitu sebagai suatu cara si anak agar tetap “sibuk” ketika dia sudah mengalami kebosanan. Akan tetapi sebaliknya, sebagian besar anak-anak kebiasaan tersebut biasanya muncul ketika dia merasa tertekan dan dia melakukan kebiasaan itu untuk “menenangkan diri”. Coba cermati dan amati si anak ketika dia mulai melakukan kebiasaan buruknya, apakah dia sebelumnya telah melakukan sesuatu yang menyebabkan dia merasa “tertekan”. Tetapi yang mengejutkan adalah kebiasaan anak tersebut karena dia meniru kebiasaan orang lain yang ada di sekitarnya, ingat kemampuan daya ingat anak.
Kebiasaan lain si anak antara lain menghisap ibu jari, hal ini biasanya berkaitan dengan “sisa” masa bayi. Bagi bayi, menghisap ibu jari tangan merupakan perilaku untuk penenangan diri, biasanya berkaitan dengan makanan dan rasa lapar. Perilaku seperti ini biasanya dapat bertahan hingga masa kanak-kanak atau batita. Hal yang sama juga dengan kebiasaan si anak untuk menarik-narik rambut, kebiasaan anak untuk berusaha si anak agar tetap merasa dekat dengan ibunya.
Tetapi ada juga anak-anak yang melakukan kebiasaan buruknya sebagai suatu cara agar memperoleh perhatian dari orang tuanya. Ketika si anak merasa terabaikan, dia akan menunjukkan kebiasaan buruknya karena dia fahami bahwa dengan melakukan kebiasaan buruknya itu dia akan menarik perhatian dari orang tuanya.
Related Articles
*Widget By mfaisal

menghisap… (bayangin dulu ah) he2
emang daya ingat anak lebih baik, salam kenal bu’. mohon maaf lahir batin.
[...] Kebiasaan membaca harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Sebab, buku tak hanya fondasi dasar utama bagi perkembangan mental dan spiritual seorang anak, tapi juga sebagai sumber pengetahuan serta sarana pembina kematangan berpikirnya. Dengan melalui buku si anak akan diajar untuk mengenal segala sesuatu yang ada dan apa yang terjadi di alam semesta sebagai apresiasi terhadap ciptaan Allah. Nah bagaimana agar anak cinta buku karena buku juga berfungsi sebagai salah satu sarana komunikasi. Dengan semakin sering anak berkomunikasi dengan buku, semakin banyak pula pengetahuan yang didapatnya. Pengertian ini sangat membantu pembentukan kepribadian dan pola pikir seorang anak. Komunikasi anak dengan buku tidak dapat dihalangi oleh siapa pun. Seorang pakar linguistik dari sebuah universitas ternama di California, Susan Curtis, menyatakan bahwa komunikasi sangat esensial bagi pengembangan kepribadian manusia. Para ahli ilmu-ilmu sosial berulang kali mengemukakan, ketidakmampuan untuk berkomunikasi dengan baik (terutama dalam keluarga), menjadi penghambat perkembangan kepribadian dan pengalaman kesadaran manusia. [...]
Leave a comment