Cara Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik

Tahapan kehidupan kita seperti tahapan melangsungkan pernikahan selanjutnya diikuti menjadi orang tua dan menjadi kakek nenek. Bila kita sudah menjadi orang tua akan merasakan menjadi orang tua memang merupakan hal yang sangat menyenangkan namun menjadi orang tua juga bukan merupakan hal yang mudah. Karena orang tua merupakan panutan dari anak nah bagaimana cara menjadi orang tua yang lebih baik bagi anak anda, mari kita baca tulisan berikut ini:

1. Perhatikan dan pujilah sikap baik anak anda
Mungkin anda sebagai orang tua sering mengkritik anak anda daripada memujinya. Coba anda lihat dan rasakan bagaimana jika anda sering dikritik oleh bos anda? Nah begitu juga yang akan dirasakan oleh anak anda. Langkah yang cukup berguna dalam menjadi orang tua yang lebih baik adalah dengan memperhatikan sikap baik yang ditunjukkan oleh anak. Selanjutnya ungkapkan perhatian anda tersebut dalam kata-kata seperti “pandainya, kamu mau sikat gigi tanpa disuruh, itu bagus sekali”. Ungkapan semacam itu akan lebih mendorong mereka untuk bersikap baik dari pada kata-kata keras seperti perintah. Jangan ragu-ragu untuk memuji anak jika dia bersikap baik. Anak anda akan selalu bersikap seperti ini tanpa harus disuruh lagi.

2. Jalin komunikasi, komunikasi merupakan sesuatu yang penting
Anda sebagai orang tua tidak akan bisa mengharapkan anak anda akan patuh begitu saja tanpa anda memintanya untuk melakukan sesuatu. Anak-anak perlu penjelasan mengenai perintah, aturan atau harapan-harapan anda. Berikan alasan dan penjelasan setiap kali anda akan memberikan aturan atau nasihat. Bila anda menghadapi masalah dengan anak anda, cobalah ajak dia untuk ikut memecahkannya masalah bersama-sama. Jika anak-anak yang diajak berdiskusi, mereka akan merasa lebih termotivasi dalam melaksanakan langkah-langkah pemecahan yang telah anda tentukan.

3. Berhati-hatilah akan harapan Anda terhadap Anak
Fahamilah bahwa tiada yang yang sempurna, begitu juga bahwa anda bukan seorang yang sempurna. Kenalilah kelemahan dan kekuatan diri anda. Demikian pula dengan anak anda, dia bukan manusia yang sempurna. Jangan terlalu berharap hal-hal yang tidak realistis kepada anak anda. Didalam bersikap sebagai orang tua, usahakan untuk lebih memfokuskan diri pada wilayah tertentu yang sekiranya memerlukan perhatian khusus dari anda.

4. Tingkatkan rasa percaya diri anak anda
Anak-anak mengembangkan rasa percaya dirinya dimulai sejak mereka masih bayi. Mereka akan mengembangkannya sesuai dengan contoh-contoh perilaku yang anda berikan sebagai orang tua. Bahasa tubuh anda, Nada suara dan setiap ekspresi-ekspresi yang anda tunjukkan ke anak anda akan mereka olah secara sederhana, mereka akan simpan dalam ingatan mereka. Semua kata-kata dan sikap anda akan mempengaruhi perkembangan rasa percaya dirinya lebih besar dari pengaruh hal-hal yang lain. Oleh karenanya, pujian yang diberikan untuk anak jika ia berhasil melakukan sesuatu walaupun hanya merupakan hal-hal kecil tetapi akan membuat dia bangga. Mengijinkannya untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain akan membuatnya merasa mampu untuk mandiri. Dan sebaliknya, jika terlalu sering melarang anak untuk mengerjakan sesuatu dapat membuatnya merasa tidak mampu dan tingkat percaya dirinya akan berkurang.

Hindarilah untuk mengucapkan kata-kata seperti “kamu lebih ceroboh dari pada adikmu” atau “kamu ceroboh sekali”. Kata-kata seperti ini dapat melukai perasaan anak anda, berpikirlah sebelum anda mengucapkan sesuatu yang sekiranya dapat menyakiti perasaan anak. Biarkan mereka tahu bahwa setiap orang dapat membuat kesalahan dan kesalahan yang dia buat tidak akan menyebabkan anda tidak lagi mencintainya.

5. Berikan waktu anda untuk anak
Ingatlah bahwa anak selalu ingin dapat berada dekat dengan orang tuanya. Sediakan sejumlah waktu anda untuk dapat beraktivitas dengan anak. Waktu yang akan anda berikan tersebut tidak perlu berlebihan tetapi harus berkualitas.
Bangunlah lebih pagi agar anda dapat makan pagi bersama anak dan tanyakan tentang kegiatan sekolah mereka hari itu. Anak-anak yang kurang perhatian dari orang tuanya akan cenderung untuk bersikap buruk karena mereka menganggap perilaku mereka tidak akan diperhatikan oleh orang tuanya.

6. Anda selalu mencintainya apapun yang terjadi
Orang tua bertanggung jawab dalam membimbing anak anda. Hal yang penting adalah bagaimana cara anda membimbingnya, jangan terlalu mengkritik, menyalahkan atau mencari-cari kesalahan dari si anak. Hal ini dapat menurunkan rasa percaya dirinya sehingga membuatnya merasa marah dan sedih. Tetapi jika sebaliknya berusahalah agar selalu menunjukkan rasa sayang anda walaupun anda sedang menghukumnya. Pastikan dia tahu bahwa walaupun dia telah berbuat kesalahan, anda akan tetap selalu mencintainya.

7. Beri aturan yang konsisten agar anak disiplin
Disiplin sangat diperlukan oleh kita termasuk anak kita agar anak anda dapat tumbuh dengan perilaku yang baik serta memiliki pengendalian diri. Tetapkan aturan-aturan di rumah yang dapat membantu anak memahami arti apa itu disiplin, seperti aturan menonton TV setelah menyelesaikan PR sekolah atau aturan jam tidur. Jika anak tidak mematuhi aturan berilah hukuman kepada anak. Perlu diingat bahwa hukuman yang diberikan harusnya bersifat membangun dan konsisten.

8. Jadikan diri anda sebagai panutan yang baik
Anak kecil belajar bagaimana berperilaku dengan mengamati dan meniru perilaku anda. Semakin muda usia anak maka semakin mudah dia menirukan perilaku anda tanpa berpikir panjang. Bersikaplah sebagaimana anda inginkan anak anda bersikap. Tunjukkan sikap ramah, hormat, sabar, jujur dan penuh tenggang rasa. Jangan bersikap egois atau bersikap buruk lainnya. Lakukan hal-hal kecil untuk orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Kuncinya adalah perlakukan anak anda sebagaimana anda ingin diperlakukan oleh orang lain.

9. Jadilah menjadi orang tua yang fleksibel
Apabila anda sering kali dikecewakan oleh perilaku anak mungkin karena anda berharap terlalu tinggi dari anak anda.
Lingkungan sekitar anak anda akan selalu memberi pengaruh kepada anak. Bila anda sering berkata tidak kepada anak anda yang berusia 2 tahun, sekarang cobalah ubah lingkungan sekitar anak anda sehingga lebih sedikit hal-hal yang sekiranya menyebabkan anda akan berkata tidak kepada dia. Seiring dengan semakin dewasanya anak anda maka anda juga harus mengubah sikap anda terhadapnya.

 

Photo: dailymail.co.uk

16 comments on “Cara Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik

  1. elmo September 23, 2008 11:13 am

    ntar kupraktekkan kalo dah punya anak :smile:

  2. admin September 23, 2008 11:49 am

    Kapan rencananya elmo? :grin:

  3. Bayu Aditya September 23, 2008 12:31 pm

    pgn nambahin ya. jgn mengatai anak seperti “bodoh, tolol, dll”. krn ucapan itu adalah doa, dan doa orang tua itu biasanya cepat terkabul

  4. admin September 23, 2008 12:34 pm

    Ya betul sekali mas Bayu, makasih

  5. deddy September 23, 2008 2:08 pm

    jujur saja paling susah praktekan pada point 3 dan 8

  6. afwan auliyar September 23, 2008 2:34 pm

    wew dah siap jadi ortu neh critanya :)

  7. Masenchipz September 23, 2008 3:07 pm

    he..he… gitu ya? susah ya jdi ortu… makanya gw sebagai anak kecil paling hormat ama rtu lho…. hormatttt grakkk… he..he… :mrgreen:

  8. Tony September 23, 2008 5:54 pm

    mamntap nih buat bekal kalo jadi ayah nanti :D

  9. reicall September 23, 2008 6:26 pm

    wah artikel yang bagus, secara 2 bulan lagi aku akan menjadi seorang Ayah.

  10. aha September 23, 2008 10:48 pm

    panduan neh… ngomong2 dah praktek belum neh bu? he2

  11. love ely September 23, 2008 11:52 pm

    Tetapi ada KISAH NYATA (dan yang saya alami sendiri) tentang wanita malam yang berjuang untuk susu anaknya.
    Silahkan baca di link berikut ini (posting saya dengan judul ” Night Worker Ladies Between Pity and Cost of Living” :

    http://love-ely.blogspot.com/2008/07/night-worker-ladies-between-pity-and.html

    Setelah Anda baca kisah nyata ini, menurut Anda apakah dia masuk kategori orang tua (Ibu) yang baik???

  12. harianku September 24, 2008 1:11 am

    nomor 2 sama nomor 7 bagus sekali untuk diterapkan, nice tips mba…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>