Ketika kita akan melakukan perjalanan mudik lebaran tahun ini dan membawa balita, mungkin kita harus tahu resikonya dan bagaimana meminimalkannya, khususnya jika kita mengajak balita dengan menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, pesawat atau kapal laut. Resiko yang mungkin dihadapi oleh bayi jika menggunakan transportasi umum itu antara lain:
- Balita Tertular Penyakit
Tertular penyakit, khususnya ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) dari orang dewasa. Terutama penyakit yang dapat dengan mudah menular, seperti batuk atau flu. Hal ini terjadi karena di angkutan umum, bayi akan bertemu dengan banyak orang. Oleh karenanya, usahakan bayi tidak bepergian ketika sakit. Semua gangguan di perjalanan dapat berisiko menyebabkan sakit bayi akan bertambah parah. Juga perlu diingat bahwa kondisi bayi yang sakit akan membuatnya lebih mudah untuk tertular penyakit lain seperti diare. Tunggulah sampai kondisi bayi relatif stabil untuk berpergian.
Pencegahannya:
Berikan nutrisi terbaik untuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh si bayi. Bayi berusia 6 bulan ke bawah cukup diberi ASI eksklusif yang kaya zat kekebalan tubuh. Dan untuk bayi di atas 6 bulan lengkapilah dengan makanan yang semipadat dan padat yang memiliki gizi yang cukup serta seimbang.
- Balita Rewel
Bayi kemungkinan akan rewel selama diperjalanan karena bertemu banyak orang, serta situasi dan tempat asing. Bisa jadi situasi dan kondisi yang dialaminya selama perjalanan tidak akan senyaman di rumah. Sehingga berdampaknya bayi akan lebih mudah rewel karena rutinitas dia juga terganggu seperti makan, minum, tidur, dan sebagainya harus dilakukannya di atas kendaraan. Perjalanan panjang tersebut juga membuatnya terlalu lelah dan hal ini mempengaruhi ketahanan tubuhnya.
Pencegahannya:
Supaya bayi merasa nyaman dan kenyamanannya terjaga, kita dapat melakukan persiapan dan perencanaan perjalanan dengan matang. Aturlah perlengkapan keperluan bayi yang harus dibawa agar dengan mudah digunakan selama di perjalanan. Dan jangan lupa agar membawa mainan yang dapat mengalihkan kerewelan bayi. Kreativitas orangtua diperlukan saat itu untuk dapat mengatasi semua hal ketidaknyamanan di perjalanan. Ketika bayi rewel, gendonglah bayi sambil diayun-ayun atau ajaklah jalan-jalan sebentar. Jika bayi telah merasa nyaman maka semua rutinitasnya dapat berjalan dengan baik. Sebisa mungkin lakukan persiapan untuk keperluan selama perjalanan si bayi dilakukan di rumah, seperti mempersiapkan susu untuk beberapa kali dan makanan/minuman lain.
Nah bagi yang akan mudik, hati2 dijalan dan jaga kesehatan sebelum dan selama diperjalanan, agar ketika sampai di tujuan, kondisi badan kita tetap terjaga….selamat mudik… ![]()
Photo: inmage.com
Related Articles
*Widget By mfaisal

iya..iya.. mudah2an selamat..he2
wah saya lom punya anak bayi neh. Blon nikah, hehehe
[...] di mata yang serba manis hingga gulai atau opor yang sedap dan gurih. Hati siapa sich yang tidak tergoda untuk makan seperti itu? apalagi bagi yang balik kampung dan sudah merindukan makanan di kampung [...]
Leave a comment