Kemauan Untuk Mengubah Masa Depan

10 comments »

“Hari ini lebih baik dari kemarin” Pernahkah Anda merasa bahwa beberapa waktu yang lewat seperti bulan-bulan berlalu ini kita banyak kesalahan atau sikap yang ingin Anda perbaiki? Kalau jawabannya iya, berarti Anda merupakan salah satu dari beberapa orang yang ingin melakukan hal demikian. Memang saat-saat seperti hari raya Idul Fitri 1 Syawal setelah melewati ujian di bulan Ramadhan kita berkemauan untuk mengubah masa depan kita dengan meningkatkan motivasi untuk memulai sesuatu yang baru. Kemauan Untuk Mengubah masa depan, Namun sering kali niat mulia tersebut terkikis karena banyaknya hal yang ingin diubah sekaligus. Misal ingin mengubah kebiasaan marah-marah, bangun siang, malas, dan masih banyak lagi. Jika hal ini kita biarkan, kita bisa-bisa akan sama dengan setahun yang lalu tidak ada perubahan. Jadi daripada waktu kita terbuang selama setahun itu dan kita akan jumpa bulan ramadhan lagi kita tidak berubah, mari kita coba simak tips berikut ini.

1. Tidak perlu mencoba semuanya dengan sekaligus
Setiap keinginan/kemauan yang baik selalu saja ada godaan untuk mengubah hampir disemua hal/aspek, tetapi jangan terpancing hal itu. Anda akan lebih memperoleh tingkat keberhasilan yang lebih tinggi didalam satu atau dua hal dibandingkan dengan mencoba semuanya sekaligus tetapi kesalahan/kegagalnya hampir semua. Lakukan satu-persatu, pada akhirnya pun Anda masih bisa menambah satu-dua perubahan tersebut jika tujuan sebelumnya sukses dijalani.

2. Lakukan dengan hati-hati
Jangan memaksakan diri (secara tidak sadar) untuk melakukan semua keinginan/kemauan Anda tersebut, karena hal itu akan menjadi pemicu stres yang pada akhirnya akan membuat semua keinginan memulai sesuatu yang baru akan gagal total. Misalkan niat Anda setelah hari raya ini adalah berusaha untuk lebih bersikap sabar pada orang lain. Jangan berpikir untuk “Saya harus menjadi orang yang sabar” karena hal itu seakan Anda memaksakan diri untuk berbuat sesabar mungkin. Mungkin akan lebih baik bila pendekatan Anda menjadi “Saya akan berusaha menggunakan beberapa cara yang ampuh agar melatih kesabaran saya.”

3. Lakukan perencanaan
Jika Anda telah mempunyai keinginan/kemauan untuk mengubah masa depan, coba Anda mendeskripsikannya dengan terperinci, buatlah suatu perencanaan yang disesuaikan dengan kemampuan Anda. Tidak ada orang yang berhasil menjalankan sesuatu dengan melakukan semuanya sekaligus yang terjadi nanti malah Anda kecewa dan membatalkan niat untuk berubah tersebut. Rencana tersebut tidak harus rumit yang penting niat Anda dapat menjadi motivasi Anda untuk menjalankannya. 

4. Tulislah di kertas
Agar Anda dapat selalu mengingatnya setiap saat, tuliskan hal-hal apa saja yang ingin Anda lakukan di masa mendatang (dan sebelumnya belum pernah dilakukan) serta langkah-langkah konkretnya. Jika perlu letak di tempat-tempat yang mudah terlihat oleh Anda supaya Anda selalu ingat, misalnya di pintu lemari es. Cara ini juga akan memudahkan Anda jika sewaktu-waktu ingin mengubah keinginan/kemauan yang sebelumnya direncanakan tersebut seiring dengan berlalunya waktu/perubahan kondisi.

Mari kita jelang Hari Raya Idul Fitri 1429H ini sebagai awal perubahan diri kita menjadi lebih baik dan ketika kita berjumpa dengan bulan Ramadhan setahun lagi, kita benar-benar menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Duduk Terlalu Lama Pemicu Kanker Prostat

8 comments »

Buat para lelaki yang menjadi pekerja kantoran atau para blogger, yang sehari-hari menghabiskan waktu dengan duduk bekerja di belakang meja kerja berhati-hatilah karena Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat dibandingkan dengan rekan-rekan Anda yang bekerja di outdoor/lapangan. Duduk berjam-jam di belakang meja ternyata dapat meningkatkan risiko kanker prostat, aktivitas fisik serta konsumsi buah-buahan dan sayur dapat membantu mengurangi risiko.

Hal tersebut didasarkan kesimpulan penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Inggris. Tim peneliti the University of Athens mencoba untuk menganalisis keterkaitan antara level aktivitas fisik di tempat kerja dan tumbuhnya tumor. Peneliti menganalisa 320 pasien kanker prostat dan dibandingkan dengan kelompok para pria sehat. Seluruh partisipan kemudian ditanyai mengenai tipikal pekerjaan mereka. Terungkap bahwa pria yang bekerja sebagai pegawai, guru, atau pekerja kantoran berisiko lebih tinggi daripada  mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berdiri atau bergerak ke sana kemari seperti buruh pabrik, tukang pos, tukang cukur dan tukang roti.

Temuan yang dipublikasikan didalam European Journal of Cancer Prevention itu juga mengungkapkan bahwa pria yang setiap hari bekerja menetap di dalam kantor dapat berisiko 30 persen lebih tinggi terkena kanker prostat dan 40 persen lebih tinggi dapat mengalami kondisi nonkanker yang disebut benign prostatic hyperflasia (BPH).

Setiap pria yang memasuki usia 45 tahun dapat berpeluang mengalami pembesaran kelenjar prostat. Jika pembesaran terjadi secara berlebihan hingga membengkak sebesar buah jeruk, efeknya dapat menekan aliran kemih yang melalui uretra, kondisi tersebut dikenal sebagai BPH.

Kasus BPH diperkirakan terjadi kepada sekitar 15 persen pria usia 40 tahunan dan 60 persen pria yang berusia 50 tahunan. Meskipun tidak mengancam jiwa, lazimnya pasien akan ditangani dengan pembedahan. Setiap tahun di Inggris terdapat 32.000 kasus kanker prostat yang menyebabkan kepada kematian sekitar 10.000 orang. Resiko ini meningkat seiring dengan pertambahan usia. Sebagai langkah pencegahan, para peneliti menyarankan agar olahraga teratur agar dapat mengurangi risiko kanker prostat.

Kepala penelitian Dr Areti Lagiou mengungkapkan bahwa pada tahun 1997, aktivitas fisik tidak pernah masuk dalam kategori faktor pencegahan kanker prostat. “Bukti menunjukkan manfaat olahraga sebagai salah satu pelindung dari kanker prostat,” ujarnya.

Studi ilmiah yang dilakukan Britain’s Institute of Food Research menyarankan agar diet kaya brokoli yang dapat menghambat pertumbuhan sel-sel tumor dan penyakit kronis lainnya. Kesimpulan ini juga didukung oleh studi terbaru dari tim medis asal Jepang, yang melaporkan bahwa mengonsumsi buah dan sayuran dapat menurunkan risiko perkembangan kanker, khususnya kanker esophagus (kerongkongan).

Studi yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan Jepang tersebut menganalisis bahwa 39.000 pria usia 45-74 tahun. Setelah delapan tahun, 116 partisipan terdeteksi sebagai esophageal squamous cell carcinoma(SCC), suatu jenis kanker yang umum ditemui pada lelaki di Negeri Matahari Terbit itu.

Kepala Divisi Epedemiologi dan Pencegahan Penyakit di Pusat Kanker Nasional Jepang, Shoichiro Tsugane menduga bahwa kondisi tersebut terkait dengan kebiasaan merokok dan minum-minuman yang beralkohol. Didalam penelitian yang membagi partisipan pria dalam tiga grup tersebut, ditarik kesimpulan bahwa mereka yang makan buah dan sayuran paling banyak berisiko hampir separuh lebih rendah terkena esophageal SCC dibandingkan kelompok pria yang paling sedikit mengonsumsi sayuran.

Peneliti menyarankan peningkatan konsumsi buah dan sayur 100 gram per hari, yang bermanfaat menurunkan risiko kejadian esophageal SCC sebesar 11 persen. Adapun jenis sayuran yang dianjurkan adalah kubis dan kol.

Diet kaya buah dan sayuran dapat menurunkan hingga sepertiga risiko perkembangan esophageal SCC, meskipun pada pria perokok dan peminum. Akan tetapi, perlu di ingat bahwa sayur dan buah bukanlah ‘penetralisasi’ efek negatif dari rokok dan minuman beralkohol, biasakanlah untuk tidak merokok atau minum minuman beralkohol.

Sumber: email
Photo: cuppapolitics.blogspot.com

Penyakit Ketika Lebaran

7 comments »

Sebentar lagi lebaran akan tiba, jaga kesehatan tetap harus dijaga ketika lebaran, sebelum dan sesudahnya. Seperti biasanya ketika hari raya Idul Fitri, umat Islam saling mengunjungi bersilaturrahmi, berbagai hidangan pun tersedia, dari minuman dan aneka kue yang menawan di mata yang serba manis hingga gulai atau opor yang sedap dan gurih. Hati siapa sich yang tidak tergoda untuk makan seperti itu? apalagi bagi yang balik kampung dan sudah merindukan makanan di kampung yang berbeda rasa dengan di tempat perantauan?

Tetapi hati-hatilah, khususnya bagi Anda yang mengidap gangguan kesehatan atau gejala gangguan kesehatan tertentu, misalnya saja hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis) atau asam urat. Karena terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan tersebut menimbulkan berbagai masalah. Dan akhirnya lebaran yang mestinya indah, malah menjadi susah. Jangan sampai terjadi “penyakit ketika lebaran”

Pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi, sebaiknya Anda tidak memaksakan atau ‘balas dendam’ dengan melahap sepuasnya semua hidangan yang tersaji di hadapan di meja makan. Selagi tidak lagi berpuasa atau ‘hanya sekali setahun koq’ hal tersebut sama sekali tidak menguntungkan.

Bagaimana kita sebaiknya mejaga kesehatan selama berlebaran ini? Makanlah secukupnya, tidak berlebihan, hal ini juga sudah diajarkan dalam agama Islam. ‘Untuk para penderita diabetes misalnya, lebih baik mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan. Asupan karbohidrat dan protein harus sesuai dengan takaran” saran dokter Cindiawati Pudjiadi MARS SpGK saran spesialis gizi klinik Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta ini.

Penderita diabetes disarankan agar mengurangi makanan yang manis-manis, seperti puding atau sirup yang banyak mengandung gula. Nasi boleh tetapi jangan berlebih. Masakan dari daging yang berlemak serta goreng-gorengan juga harus dibatasi jangan berlebihan.

Hal senada juga dikemukakan oleh dokter Anas Subarnas MSc, ketua Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Bandung. Dia mengingatkan bahwa penderita diabetes sebaiknya menghindari kue-kue yang memiliki tingkat kadar gula tinggi. Seperti halnya Cindiawati, Anas pun tidak melarang pengidap diabetes mengonsumsi nasi, hanya saja, jumlahnya yang harus dibatasi. ‘Jangan lupa untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar.’

Diabetes merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan tingkat kadar gula darah melebihi normal (hiperglikemia). Keadaan ini timbul terutama disebabkan oleh adanya gangguan pada metabolisme karbohidrat (gula) di dalam tubuh. Gangguan metabolisme tersebut antara lain dapat disebabkan oleh adanya gangguan fungsi hormon insulin di dalam tubuh penderita. Jika kadar gula yang tinggi tersebut tidak terkontrol didalam waktu yang lama, dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan pada ginjal, mata, syaraf, dan pembuluh darah.

Seperti penderita diabetes, penderita hipertensi sebaiknya juga berhati-hati didalam mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi. ‘Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang asin-asin’ saran Anas.

Penyakit hipertensi terjadi karena adanya tekanan darah yang berlebihan terhadap dinding arteri. Jika kondisi ini berlangsung didalam waktu yang lama dapat mengakibatkan rusaknya pembuluh darah dan berkurangnya aliran darah ke jaringan tubuh. Keadaan yang seperti ini dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan otak, jantung, mata, dan ginjal. Penderita hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengalami stroke akibat pecahnya arteri kecil di dalam otak. Penyakit hipertensi kira-kira menyerang satu dari 10 orang dewasa didalam hidupnya.

Beberapa faktor risiko sebagai pemicu penyakit hipertensi menjadi lebih berat antara lain, diet tinggi lemak jenuh, kolesterol tinggi, rokok, kopi, garam berlebihan, makanan yang diawetkan, makanan yang bersifat ‘panas’ seperti daging kambing, obesitas (kegemukan), makanan yang diasinkan, kurangnya akifitas fisik, usia, dan riwayat hipertensi dalam keluarga.

Biasanya ketika Lebaran, makanan-makanan yang ‘berbahaya’ tersebut banyak dihidangkan. Sehingga bagi para penderita hipertensi harus dapat menahan diri terhadap ‘godaan’ agar penyakit yang dideritanya tidak kambuh bahkan bertambah berat. Tidak hanya bagi penderita diabetes dan hipertensi, penderita asam urat juga perlu untuk menahan diri terhadap makanan-makanan tertentu yang mungkin dihidangkan ketika Lebaran. Bagi penderita gangguan asam urat untuk dapat menghindari berbagai aneka masakan yang terbuat dari bahan jeroan seperti limpa, hati, paru, jantung, usus, dan otak, serta kacang-kacangan.

Kacang-kacangan dan jeroan, menurut Anas, dapat bereaksi cepat bagi penderita gangguan asam urat. ‘Memakan sedikit saja akan terasa langsung. Jalan yang terbaik adalah hindari’ ujar Anas. Dan sebaliknya para penderita penyakit ini dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih karena air dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.

Selain ketika gangguan penyakit tersebut, diabetes, hipertensi, dan asam urat, perlu diwaspadai adalah penyakit diare dan pernafasan atas. Penyakit ini timbul akibat mudik yang melelahkan. Didalam perjalanan mudik lebaran khususnya yang mengunakan bus, kereta api atau naik ferry yang merupakan sesuatu yang melelahkan. Kondisi berdesak-desakan, kurangnya istirahat selama perjalanan serta barang bawaan yang berlebihan merupakan kondisi umumnya dialami oleh para pemudik.

Selain itu karena konsumsi makanan dan minuman selama perjalanan yang kurang memadai dapat memungkinkan seorang pemudik mengalami keadaan penurunan daya tahan tubuh serta mudah sakit khususnya infeksi saluran pernafasan atas dan infeksi saluran pencernaan seperti diare dan demam tifus. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya angka kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran nafas atas dan infeksi saluran pencernaan pada minggu-minggu pertama lebaran.

Para pemudik sesampainya di kampung, biasanya lebih mengutamakan silahturahmi bertemu dengan sanak famili dari pada istirahat setelah perjalanan mudik yang membutuhkan banyak energi, yang melelahkan dan hal ini tentunya dapat memperburuk keadaan kesehatan para mudik tersebut.

Jaga kesehatan selalu, sebelum, saat dan sesudah lebaran.

::: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H. Taqabballahu Minna Wa Minkum Taqabbal Yaa Kariim. Mohon Maaf Lahir dan Bathin:::

Makanan Untuk Otak

3 comments »

Agar kita dapat meningkatkan daya ingat, kita harus memilih makanan yang baik, makanan untuk otak dan hal itu dapat meningkatkan kekuatan otak serta sistem syaraf kita. Banyak kajian yang menyatakan bahwa  pemilihan makanan yang tepat dapat meningkatkan kekuatan otak hingga 50%. Diantara jenis makanan yang boleh meningkatkan fungsi ingatan antara lain:

· Bijirin dan kekacang ( badam, walnut, kacang soya, kacang a’das, biji labu, kismis, habbatus sauda )
· Sayur - sayuran ( lobak merah, halia )
· Tumbuhan herba ( ginkgo biloba )
· Air ( air mineral, air zam zam, madu, susu, air soya, kopi )
· Daging ayam
· Telur ayam
· Vitamin B ( Thiamine (B1), Niacin (B3), Pyridoxine (B6), Complex (B12) )
· Ikan tuna
· Ulam - ulaman ( pegaga, daun sadri, kemangi )
· Buah - buahan ( anggur hitam, kurma, buah delima, blue berry )
· Roti
· Minyak ( minyak ikan, minyak zaitun, minyak rosemary, minyak sage )

Dan yang penting, makanan tersebut haruslah segar, baik, halal, seimbang, tiada bahan pengawet, tiada perasa tiruan serta tiada pewarna tiruan. Mari kita tingkatkan daya ingat kita, dengan memakan makanan yang baik.

Photo: dnronline.com

Tips Hilangkan Stress

8 comments »

Setiap orang tentu pernah alami suatu masalah dan bahkan ada yang sampai mengalami stress, sebenarnya Stres dalam kehidupan seseorang merupakan hal yang baik, namun akan menimbulkan masalah bila stres itu berlebihan. Kita bisa mencoba tips berikut ini untuk membantu kita menjalani kehidupan dengan fikiran sehat. Karena dengan berpikir sehat, kita bisa mengatasi stres lebih efektif.

- Berikan tidur yang cukup dan teratur. Waktu istirahat yang cukup dapat memberi kesegaran dan membuat kita lebih energik.

- Lakukan olah raga secara teratur, hilangkan ketegangan dengan melakukan aktivitas-aktivitas positif antara lain berolahraga seperti bermain tenis, jogging, jalan kaki. Atau jika kita gemar dengan berkebun bisa dengannya.

- Cintailah diri anda, maafkan kesalahan anda dan perhatikan kebutuhan anda.

- Belajar dan berlatih relaksasi, seperti menarik napas panjang dan relaksasi otot dengan teratur.

- Pertahankan diet/makan yang seimbang dan teratur.

- Belajarlah untuk menerima apa yang tidak mungkin dapat diubah oleh manusia.

- Kerjakan dan selesaikan masalah anda satu persatu, berikan prioritas didalam menyelesaikannya. Jangan mengharapkan sesuatu dengan berlebihan.

- Cobalah sesuatu yang baru, misalnya makan ditempat yang baru atau mengunjungi tempat-tempat yang  bersuasana baru bagi anda.

- Luangkan waktu untuk diri sendiri. Cari waktu dan tempat yang menurut anda bisa mendapatkan ketenangan dan privacy.

Ungkapkan masalahnya, bicarakan masalah anda dengan teman dekat atau seorang ahli/konselor. Orang lain mungkin bisa melihat masalah anda dari sudut yang berbeda dan dapat menyarankan solusi yang tepat.

- Belajarlah untuk lebih rileks, dengan meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang anda sukai. Karena jika sesuatu dilakukan karena anda sukai, maka hasilnya lebih bagus daripada anda melakukan sesuatu karena terpaksa.

Point yang terakhir, hindari penggunaan drug (obat-obatan terlarang) atau alkohol sebagai alat untuk menghilangkan stres anda, karena keduanya tidak akan menyelesaikan masalah penyebab stres anda melainkan hanya akan menjadi masalah/stres baru bagi anda.

Seri Kelima, Tips Para Orang Tua Untuk Atasi Kebiasaan Batita

4 comments »

Di seri kelima atau seri terakhir dari artikel mengenai “kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita ini“, berikut ini ada beberapa tips para orang tua untuk atasi kebiasaan batita, beberapa hal berikut ini disarankan sehubungan dengan kebiasaan bayi yang masih terbawa hingga batita. 

* Konsistensi adalah kunci didalam mengajarkan segala sesuatu pada anak. Sekali orang tua mengambil sikap A, seharusnya sikap itu dipertahankan saat menghadapi keadaan yang sama.

* Begitu orang tua mengetahui batasan usia dimana anak harusnya sudah mulai belajar akan hal-hal tertentu, seharusnya orang tua mulai peduli dan waspada. Makin dini usia anak ketika diajarkan, makin kecil kemungkinan kebiasaan tersebut terbawa hingga batita.
 
* Beri penguatan ketika anak berhasil melakukan perilaku yang diajarkan. Bila perlu beri reward atau pujian, sehingga anak merasa yakin bahwa perbuatannya telah benar.
 
* Jangan bosan agar selalu memberi penjelasan mengapa dia harus melakukan ini dan itu. Jangan hanya sekali saja memberitahu, setelahnya hanya mengatakan, “Kemarin Mama sudah bilang. Adik kok enggak ngerti juga?”, Ingat bahwa kemampuan anak usia ini mengingat sesuatu masih terbatas.
 
* Orang tua harus yakin dengan dirinya sendiri bahwa apa yang diajarkannya pada anak akan mendatangkan manfaat. Ingat bahwa orang tua adalah fasilitator yang membentuk tingkah laku anak.

Demikian akhir dari sederetan seri (1,2,3,4) dari Kebiasaan Bayi Yang Terbawa hingga Batita, semoga bermanfaat.

Photo: humanthermodynamics.com

Seri Keempat, Melekat yang Berlebihan dari Kebiasaan Batita

No comment »

Pada seri keempat ini dari rangkaian artikel “kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita ini“, kita membahas mengenai kedekatan yang berlebihan dari si Batita kepada orang yang didekatnya.

6. Kelekatan Yang Berlebihan
Melekatnya bayi dengan orang tuanya, terutama ibu merupakan suatu hal yang normal atau wajar. Di usia ini anak belum bisa menerima keberadaan orang lain karena merasa tidak aman (insecure) bila tidak bersama orang tua, atau significant other seperti pengasuh, kakek-nenek, om-tante yang sering dilihatnya. 
 
Menurut teori Erik Erikson, ketika masa ini sedang terbentuk trust and distrust terhadap lingkungan. Tetapi bila kelekatan ini terus dibawa hingga batita akan menjadi tidak wajar lagi. Ketika anak sudah bisa berkomunikasi dengan orang lain, maka pada saat itu pula anak mestinya sudah bisa belajar bahwa lingkungannya itu tidak hanya orang tua, pengasuh dan kakek/neneknya, melainkan ada juga orang lain di luar mereka.
 
Anak yang memiliki kelekatan berlebihan dengan orang tuanya, akan “takut” berhadapan dengan orang lain. Padahal ini seharusnya tidak terjadi. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menyiasatinya:

  • Mulailah kenalkan anak pada lingkungan yang lebih luas, bahwa dunia ini tidak hanya berisi orang tua dan significant other lainnya.
  • Ajak anak bermain tanpa perlu ada attachment langsung.
  • Ajarkan anak agar memberikan salam kepada orang-orang yang ditemuinya. Dengan begitu si anak bisa melihat bahwa orang lain pun tidak “berbahaya” baginya.
  • Minta si anak untuk menjawab pertanyaan orang lain yang diajukan padanya agar akan tumbuh perasaan trust.
  • Bisa juga sesekali anak ditinggal untuk waktu yang agak lama. Dengan begitu anak akan belajar, kalaupun ditinggal orang tuanya, pasti nanti akan kembali lagi.

Bila dibiarkan saja, kelekatan yang berlebihan ini akan merusak kemampuan sosialisasi anak. Anak jadi tidak berani untuk bergaul dengan lingkungan yang lebih luas dan kedepannya kehidupan sosialnya pun akan terganggu.
 
** Baca seri kelanjutannya di FBCom dan baca juga seri sebelumnya (1,2,3)

Photo: photohome.com

Seri Ketiga, Ngeces dan Nangis dari Kebiasaan Batita

3 comments »

Di seri yang telah memasuki seri ketiga ini mengenai kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita ini, kebiasaan yang perlu diubah ketika anak telah melewati usia batita, yaitu:

4. Ngeces  
Ngeces atau mengeluarkan air liur tanpa kontrol lazim dilakukan oleh bayi karena kemampuan mereka mengontrol air liur memang belum sempurna. Apalagi anak yang memang produksi air liurnya relatif banyak, hingga didalam tenggang waktu sebentar saja air liurnya menetes tanpa disadarinya. Kebiasaan ini masih dikategorikan wajar di usia batita
awal atau sampai diusia 1,5 tahunan. Setelah usia itu, orang tua sudah harus waspada karena biasanya batita di usia tersebut sudah bisa diajak berkomunikasi dan melakukan imitasi atau peniruan pada orang dewasa.
 
Dengan melalui komunikasi orang tua dapat menginstruksikan anak, misalnya, “Hayo, Adek ngeces lagi ya. Coba dilap dong.” Pada fase imitasi, orang tua dapat contohkan bagaimana menelan dan menghapus air liurnya. Melalui latihan terus-menerus, diharapkan anak bisa belajar bagaimana mengelola produksi air liurnya. Memang proses ini akan membutuhkan waktu, tidak bisa bersifat instan. Ketika setelah berhasil pun, orang tua tetap harus memperhatikan dan
mengingatkan si anak. Misal ketika anak sedang asyik melakukan sesuatu tanpa disadari dia ngeces lagi, padahal kebiasaan ini sebelumnya sudah ditinggalkannya. Kalau hanya sesekali ngeces karena ada sesuatu yang mengasyikkannya masih dapat dikategorikan wajar. Tapi bisa dibilang tidak wajar jika hingga usia 3 tahunan si anak belum lepas dari kebiasaan ini. Sebaiknya coba dicek ke dokter, siapa tahu memang ada kelainan.
 
5. Nangis Karena Minta Sesuatu
Menangis merupakan sesuatu hal yang wajar. Tetapi menangis di usia batita bisa dikategorikan tidak wajar bila masih digunakan sebagai cara berkomunikasi.
 
Di usia 2 tahunan, si anak seharusnya sudah dapat berkomunikasi dengan orang lain. Ketika haus, lapar, sakit, dan sebagainya, anak seharusnya sudah dapat mengungkapkannya tanpa menangis. Jadi di usia tersebut kalau menangis masih digunakan sebagai cara untuk menarik perhatian sekelilingnya, hal itu dapat dikategorikan tidak wajar. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua sehubungan dengan kebiasaan anak ini:

  • Tekankan pada anak agar mengungkapkan apa yang diinginkannya tanpa dengan menangis. Jika haus, si anak harus bilang haus untuk minta minum, bukannya dengan menangis atau merengek.
  • Orang tua harus tegas, tangisan hanya boleh digunakan untuk mengungkapkan perasaan sedih, sakit, melepaskan emosi dan sejenisnya. Tetapi menangis bukan cara untuk berkomunikasi agar mendapatkan sesuatu seperti halnya yang dilakukan ketika bayi.
  • Konsistensi menjadi penting di sini. Sekali orang tua mengatakan tidak, dilain waktu, besoknya lagi untuk tangisan yang sama orang tua harus tetap mengatakan tidak dan tentu saja harus disertai penjelasan. Sekali saja orang tua tidak konsisten, anak akan belajar memanfaatkan kesempatan dan mencari-cari celah.
  • Reward dan phunishment bisa digunakan dalam kasus ini. Bila anak sudah bisa minta sesuatu tanpa menangis, orang tua dapat melontarkan pujian. Sedangkan bila anak kembali menangis untuk minta sesuatu, anak bisa “dihukum” sesuai kesepakatan yang dibuat bersama.

** Baca seri kelanjutannya di FBCom dan seri sebelumnya (1,2)

Photo: svmomblog.typepad.com

Seri Kedua, Kebiasaan Batita Yang Ngompol dan Pup

No comment »

Pada seri kedua tentang kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita ini, kelanjutan dari kebiasaan yang harus diubah antara lain:

2. Ngompol dan pup di celana
 
Masih menurut si Freud, di usia batita seorang anak sedang memasuki fase anal, si anak akan mendapatkan kepuasan ketika menahan BAK (buang air kecil) ataupun BAB (buang air besar) sebelum melepaskannya. Untuk fase anal, si anak sampai usia 3 tahun pun masih dapat dikategorikan wajar. Meskipun begitu ketika anak sudah bisa duduk sebaiknya orang tua mulai mengajarkan ‘toilet training’. Mungkin lebih mudah jika diawali dengan latihan BAB di kloset, dibandingkan mengajari anak BAK. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menghentikan kebiasaan BAK dan BAB di celana. 

  • Biasakan agar setiap bangun pagi segera mengajak anak BAK di kamar mandi.
  • Setiap 3 jam sekali dudukkan si anak di kloset, meski dia terlihat tidak ‘kebelet’ BAK tetapi menjelang tidur malam atau ketika terbangun. Meski mungkin ketika itu anak belum ingin BAK tetapi kebiasaan ini dapat membantunya untuk tidak mengompol lagi.
  • Jangan terbiasa untuk menolerir kebiasaan anak BAB di celana yang bisa membuat anak mendapat akan kepuasan/pleasure. Jika dari mimiknya anak terlihat mau BAB, segera angkatlah dan dudukkan dia di kloset. Karena jika dibiarkan saja BAB di celana, lama-kelamaan si anak akan merasa ‘keenakan’ dan akhirnya malah si anak tidak bisa BAB di kloset.
  • Waspadai juga anak yang sudah lama tidak ngompol tetapi kemudian mendadak ngompol lagi. Mungkin ada masalah psikologis yang sedang dialami oleh anak, seperti traumatic event dan sejenisnya. Tapi kalau hanya sesekali dalam jangka waktu sekian lama tak perlu dikhawatirkan karena bisa terjadi anak hanya kecapekan atau mengalami mimpi buruk. Nah bagaimana caranya orang tua dapat mendeteksi adanya gangguan psikologis yang berakibat dia ngompol lagi? Antara lain jika selama 6 bulan terakhir anak sudah tidak ngompol lagi namun kemudian secara berturut-turut mulai ngompol lagi, besar kemungkinan dia mengalami gangguan psikologis.
  • Jangan anggap remeh kebiasaan anak BAK dan BAB di celana. Karena masalah ini akan mendatangkan serangkaian dampak buruk jika terus terbawa sampai tahapan usia selanjutnya. Didalam pergaulannya, sosialisasinya akan terganggu karena dia akan jadi bahan ejekan teman-temannya. 

3. Memainkan Alat Kelamin
Ini salah satu lagi kebiasaan bayi yang masih terbawa sampai batita menurut teori Freud, kenikmatan memainkan alat kelamin. Dalam bahasa psikologinya, tahapan ini diistilahkan sebagai fase phallic. Kebiasaan ini masih dianggap normal, bahkan hingga anak berusia balita. Meskipun dianggap normal, orang tua sebaiknya mengarahkan anak untuk tidak melakukannya. Beri pemahaman ketika anak bisa diajak berkomunikasi. Jelaskan bahwa kebiasaannya ini bisa menyebabkan alat kelaminnya terluka, lecet, kotor, bahkan infeksi jika ada kuman masuk. Anak perlu tahu kalau area di sekitar alat kelamin itu sangat sensitif.
 
Jika cara tersebut tidak berhasil, maka orang tua dapat mengalihkannya dengan kegiatan lain yang juga dapat memberikannya kepuasan. Misalnya dengan mengajak anak bermain dan sebagainya. Tapi yang harus diingat oleh orang tua agar jangan panik jika menemukan si anak sedang melakukan kegiatan ini. Jangan memarahi si anak apalagi dengan ancaman, karena setiap anak pasti mengalami fase ini.
 
Akan menjadi masalah jika kebiasaan ini terus terbawa hingga anak besar. Selain lingkungan akan menganggapnya melakukan tindakan tak pantas, si anak pun sebaiknya tahu bahwa kepuasan/kesenangannya dapat diperoleh dengan cara lain, selain dengan memainkan alat kelaminnya.

** Baca terus seri kelanjutannya di FBCom dan seri sebelumnya

Photo: momist.com

Seri Pertama, Kebiasaan Bayi Yang Terbawa hingga Batita

6 comments »

Setiap tahapan perkembangan pastilah terdapat hal-hal yang baru dan akan dipelajari oleh si anak. Tetapi ada kalanya kebiasaan-kebiasaan ditahap perkembangan sebelumnya tidak bisa dilupakan masih terus terbawa. Misal kebiasaan-kebiasaan ketika bayi yang kerap dibawa hingga anak berusia lima tahun (batita). Ada beberapa kebiasaan yang masih dikategorikan normal, tetapi ada pula kebiasaan yang perlu diawasi. Sebagai orang tua perlu untuk mengamati dan memahami betul mana yang boleh dilakukan oleh anak dan yang tidak. Berhubung artikel ini agak panjang, artikelnya dibagi menjadi lima seri dan dipublish hari ini juga. Kita lanjutkan, kebiasaan bayi yang terbawa hingga batita tersebut antara lain:

1. Nge-Dot, Ngenyot Jari, Ngempeng
Menurut teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, bayi sejak lahir hingga berusia 18 bulan, anak mendapatkan akan kepuasaan melalui fase oral. Kepuasan itu didapat anak melalui sensasi di sekitar daerah mulutnya, bisa berupa aktivitas minum, makan, ngedot, ngempeng, ngenyot jari dan sebagainya. Hal ini merupakan hal yang wajar karena semua anak pastilah akan melewati tahapan yang satu ini. Bisa dikatakan tidak wajar jika setelah berusia 18 bulan, anak masih melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut.
 
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anak tidak terus melakukan kebiasaan itu hingga selepas usia 18 bulan, antara lain dengan tidak membiasakan anak ngempeng dan ngenyot jari sejak bayi. Tetapi jika sudah telanjur terjadi, beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan.

  • Kenalkan si anak dengan cara minum menggunakan gelas.
  • Beri penjelasan bahwa kebiasaannya itu bisa berakibat buruk. Seperti dapat mengganggu pertumbuhan giginya, kuman bisa masuk ke dalam mulut jika tangannya tidak bersih dan sebagainya.
  • Mintalah agar anak memberikan dotnya kepada anak yang kurang mampu. Atau karena kondisi dot sudah rusak maka minta anak agar membuang sendiri dot-nya.
  • Alihkan perhatiannya kepada hal-hal lain yang bisa mendatangkan kepuasan baginya. Antara lain dengan cara memperkenalkannya pada beberapa jenis permainanan baru, bunyi-bunyian dan sebagainya.
  • Jika sudah diberi penjelasan tetapi anak masih saja melanjutkan kebiasaan ngenyot jari, orang tua bisa mengakalinya dengan memberikan sesuatu yang pahit di jarinya. Tetapi lakukan hal ini sebagai upaya terakhir orang tua agar anak tidak merasa “ditipu” oleh orang tuanya sendiri.

Beberapa dampak buruk yang akan muncul jika anak dibiarkan tetap melakukan kebiasaannya ini selain pertumbuhan gigi si anak yang tidak bagus, secara psikologis anak juga akan merasa kehilangan rasa aman (secure feeling) jika meninggalkan kebiasaan yang sudah berubah menjadi kebutuhan ini. Padahal jika terus terbawa hingga besar, bukan tidak mungkin dia akan menjadi bahan ejekan dari teman-temannya yang pada akhirnya juga akan berpengaruh pada pembentukan konsep dirinya.

Baca seri kelanjutannya di FBCom

Photo: angelbabyorganic.com

Domain .Com .Net .Info Gratis

6 comments »

Tadi googling dan chika ‘berjumpa’ dengan website yang menawarkan domain gratis, bukan domain .Co.Cc tapi domain .Com .Net (dan ada yang lain) memang free domain menawarkan bukan 100% gratis tapi tetap ada ‘ekornya’ ya harus ada usaha (hari gini gratisan :D ) tapi usahanya bisa melalui refferal dan untungnya (udah gratis ada untung juga :D ) jumlah membernya masih sedikit ada sekitar tiga ratusan tapi yang aktif dua ratus (saat chika kesana lihat gambar dibawah).

So kemungkinan dapat refferal khan lumayan klo masih sedikit. Dan ini yang menarik, setelah kita dapatkan domain, domain itu benar-benar akan menjadi milik kita, bukan dipinjamkan (nah menarik khan?). Ini Chika skrensut ya ;


dan


Nah sekarang gimana caranya? cuma daftar disini (ada reff)
1. Isi form registrasi nya

2. Setelah submit registrasi, proses registasi selanjutnya kita disuruh validasi alamat email

 

 
3. Kita buka email kita (yang kita gunakan untuk registrasi tadi)

 

 

 
4. Klik URL di email untuk konfirmasi alamat email kita.

5. Nah selesai sudah registrasinya.

6. Selanjutnya kita coba login.

7. Kita coba request FREE domain tapi berhubung point Chika masih nol (makanya daftar ya disini) belum bisa untuk request FREE domain nunggu dapat point :D

Berapa sich point yang dibutuhkan? untuk .Com .Net perlu 7 point, .Info perlu 10 point, .Cn perlu 3 point. Dan apa saja TLD yang tersedia? lihat skrensut dibawah ini;

Nah buruan daftar disini dan cari referal. Ohya kalo sudah dapat point dan mau menukar point dengan domain, kita harus punya account di name.com untuk control panel dari domain yang sudah di dapat tadi. Sekian sekilas info dari Chika, next posting artikel keluarga lagi. Loh koq masih baca? buruan daftar disini, selesai dari situ balik lagi ke FBCom ya? :D