August 27, 2008 - admin

Periksa Kemandulan

Pemeriksaan untuk menyelidiki penyebab kemandulan dapat menghabiskan waktu banyak, mahal dan bahkan menyakitkan. Dan salah satu cara untuk menghemat waktu adalah meminta dokter keluarga Anda mengirimkan salinan riwayat medis Anda ke dokter ahli (yaitu seorang endokrinolog reproduksi atau seorang ginekolog). Sekedar untuk tahu dibawah ini merupakan beberapa pemeriksaan dasar yang akan dilakukan ahli tersebut :

  • Analisa sperma
    Analisa sperma, yang dinilai adalah volume, kualitas, kuantitas, konsentrasi, morfologi ( bentuk ) dan motilitas sperma ( pergerakkan sel sperma ). Analisa ini juga memeriksa jika ada sel-sel darah putih di dalam sperma sebagai petunjuk adanya infeksi.
  • Pemeriksaan hormonal
    Rencanakanlah konsultasi pertama Anda pada hari ke – 3 siklus haid. Hal ini dikarenakan dasar dari pemeriksaan darah untuk hormon FSH dan LH harus dilakukan pada saat itu. ( Hari pertama adalah hari dimana pertama kali Anda menstruasi ). Kadar LH darah diukur kembali pada pertengahan siklus haid Anda yaitu pada saat ovulasi dan pemeriksaan ketiga sekitar seminggu kemudian. Kadang selama siklus tersebut, dokter akan meminta pemeriksaan kadar darah prolaktin, thyroid stimulating hormone ( TSH ), T3 bebas, tiroksin bebas ( T4 ), testosteron total, testosteron bebas, DHEAS dan androstenedion.
  • Pemeriksaan-pemeriksaan lainnya
    Darah dari tiap pasangan akan diperiksa terhadap penyakit – penyakit seperti AIDS, hepatitis dan infeksi bakteri yang dikenal dapat mempengaruhi kesuburan. Sebagai tambahan dari pemeriksaan darah ini, dokter kemungkinan akan melakukan satu atau lebih prosedur diagnostik sebagai berikut :
  1. Histerosalpinogram (HSG). Untuk melakukan pemeriksaan ini, kontras radioaktif disuntikkan melalui mulut rahim ke dalam rahim dan saluran tuba. Daerah panggul kemudian disinar dengan mesin rontgen sebelum cairan ini dikeluarkan. Dari hasil pencitraan ini, dapat mendiagnosis fibroma, uterus yang abnormal, jaringan parut atau bendungan pada tuba falopi. Mintalah dokter untuk menyuntikkan zat kontras secara perlahan-lahan untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Jika tuba falopi Anda mengalami bendungan, prosedur ini dapat terasa sakit sekali. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda dapat minum ibuprofen kurang lebih ½ jam sebelum pemeriksaan HSG.
  2. Histeroskopi. Jika dari hasil HSG didapatkan adanya kelainan uterus, maka dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu histeroskopi untuk melihat langsung kelainan tersebut ke dalam uterus. Alat ini menggunakan suatu teleskop yang sangat tipis yang dimasukkan melalui servik ( mulut rahim ) ke dalam uterus.
  3. Pemeriksaan Post Coital. Prosedur ini tidak menyebabkan rasa sakit serta dapat dilakukan pada hari saat Anda sedang ovulasi dan beberapa jam setelah melakukan hubungan seksual. Cairan servikal yang diambil pada prosedur ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Juga diperiksa kecocokan antara cairan servikal dengan sperma.
  4. Biopsi Endometrial. Tujuan utama biopsi endometrial adalah untuk memeriksa apakah Anda memiliki suatu “ gangguan fase luteal ”, kekurangan progesteron yang dapat menyebabkan keguguran. Dokter akan melakukan beberapa kali biopsi endometrium atau dinding uterus ke – 11 dan 13 setelah lonjakan LH yang menimbulkan ovulasi.
  5. Laparoskopi. Setelah pasien dibius lokal atau umum, suatu teleskop serat optik yang tipis ditempatkan di dalam rongga panggul melalui sebuah insisi kecil ( irisan ) pada dinding perut. Sehingga dokter dapat menilai bagian dalam uterus, tuba falopi dan ovarium ( indung telur ) jika terbukti adanya endometriosis, perlengketan di daerah panggul atau kelainan – kelainan lainnya.

Jangan pernah putus asa jika hasil diagnosis Anda tidak menunjukkan penyebab pasti ; hal ini dapat terjadi 1 dalam tiap 5 kasus.

 
Photo: kosmo.com

Health/Kesehatan / Ibu Hamil biopsi / bius / cairan / diagnosa / kehamilan / lokal / mandul / optik / periksa / reproduksi / servikal / sperma /

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>