August 21, 2008 - admin

Menu Selama Berpuasa Untuk Diabetes

Dalam keadaan berpuasa, melalui proses biokimia yang melibatkan sistem hormon dan saraf, hati melakukan pelepasan cadangan glukosa (gula darah) dan membentuk glukosa baru dari sisa pembakaran di dalam tubuh. Mekanisme ini memungkinkan terjadinya peningkatan kadar gula darah selama berpuasa. Pada saat sahur, sebaiknya pasien diebetes melitus mengonsumsi makanan dalam jumlah normal sarapan.
Pada saat berbuka, porsi dan jenis makanan bisa disamakan dengan jumlah makanan siang atau sedikit lebih banyak. Makanan berbuka ini bisa disantap langsung pada saat berbuka ataupun setelah salat magrib. Sebaiknya tidak makan langsung dalam jumlah terlalu banyak. Usus dan hormon yang telah berhenti bekerja selama 13 jam, jika tiba-tiba bekerja keras, akan menimbulkan rasa sakit.

Puasa tidak akan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan, sehingga makanlah dengan wajar. Penurunan berat badan yang terjadi hanya sekitar 5-10 persen berat badan awal karena puasa hanya berlangsung selama 1 bulan. Setelah puasa selesai, berat badan bisa kembali ke berat semula.
Waktu sahur yang disarankan adalah pukul 02.00-03.00 WIB, agar sekitar sepuluh menit sebelum imsak, masih ada waktu untuk menikmati kudapan terakhir. Walaupun jadwal makan berubah, porsinya tetap sama. Dalam arti, kebutuhan untuk sehari itu nantinya terpenuhi semua, jadi tidak ada pengurangan.

Penderita DM yang berniat untuk berpuasa, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter dan ahli gizi untuk menentukan menu makanan sehari-hari selama bulan puasa, termasuk jadwal minum obat.
Perubahan jadwal makan dan mengonsumsi obat ini bisa menimbulkan hipoglikemia. Obat-obatan diabetes yang biasanya diminum di pagi hari diubah menjadi waktu berbuka puasa, sedangkan dosis sore dipindahkan pada waktu makan sahur.

Untuk penderita yang gemar melakukan aktivitas olahraga, perlu memperhatikan kapan jadwal boleh berolahraga. Pasalnya, bisa saja olahraga malah memengaruhi kadar gula sewaktu melaksanakan puasa. Alternatif waktu terbaik untuk melakukan olahraga adalah tidak menjelang waktu berbuka, dengan asumsi bahwa kondisi gula darahnya mungkin sudah mendekati ambang di bawah 60 mg/dl. Saat yang paling tepat dan lebih rasional untuk berolahraga adalah selesai salat tarawih. Jenis olahraga pun sebaiknya dipilih yang ringan-ringan saja.
Photo:cafe.degromiest.nl

Health/Kesehatan / keluarga aktivitas / diabetes / dosis / gula / Makanan / olahraga / pagi / puasa / rasional / ringan / salat / tarawih /

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>