Buah apel (”apple”) merupakan salah satu makanan yang saat ini banyak digemari, terutama bagi remaja putri yang hidup di perkotaan. Namun, kegemaran ini memang patut diikuti oleh semua, tidak hanya dilakukan oleh remaja putri yang hidup di perkotaan saja. Salah satu buah yang paling digemari yaitu Apel. Apel adalah jenis buah-buahan yang memiliki banyak varietas. Apel yang dimasak cenderung berkadar gula rendah, dibanding jenis yang dimakan langsung. Buah ini banyak diimpor dari Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat, walaupun produk lokal sendiri tidak kalah bersaing dengan produk import tersebut.
Dibalik bentuknya yang unik, warnanya yang menarik, merah atau hijau, serta rasanya yang menyegarkan, ternyata buah ini banyak mengandung zat yang bersifat mencegah atau menyembuhkan sejumlah penyakit, terutama bagian dalam organ tubuh. Menurut para ilmuwan, Apel diyakini mampu mengendalikan kolesterol, karena di dalam kandungan buah tersebut ternyata terdapat zat antioksidan (zat pencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh) yang tinggi di dalamnya, yang dinilai efektif melawan “kolesterol jahat” atau LDL (Low Density Lipoprotein) dalam tubuh. Selain itu, pada waktu yang bersamaan juga dapat meningkatkan “kolesterol baik” atau HDL (High Density Lipoprotein).
Sepotong Apel dipercaya dapat menurunkan risiko kanker paru-paru dan kanker usus berkat zat flavonoid yang ada didalamnya. Flavonoid ini dinilai dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas atau molekul tidak stabil yang timbul karena proses kimia normal tubuh dan pengaruh lingkungan lain, seperti polusi udara.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Cornell Univesity bahwa Apel yang masih segar mampu mencegah munculnya neurodegeneratif, seperti alzheimer dan parkinson. Dugaan sementara bahwa hal ini dipengaruhi berkat zat antioksidan di dalam Apel. Selain itu, pada Apel terdapat kandungan serat yang tinggi, yang menjadikan buah ini sangat baik untuk membantu pencernaan. Serat yang tinggi ini dapat juga menghindari munculnya rasa lapar lebih cepat, sehingga Apel dapat membantu saat hendak menurunkan berat badan.
Selain manfaat di atas, ternyata buah Apel dapat bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, memperkuat jantung, mengurangi nafsu makan, memperkuat ginjal, serta mengatasi insomia.
Untuk itu, dilihat dari sederet manfaat Apel di atas, Apel bisa menjadi bahan pertimbangan kita agar Apel dapat masuk ke dalam daftar menu kita, karena dibalik bentuknya yang unik dan warnanya yang menarik Apel memiliki banyak manfaat yang menguntungkan dari segi kesehatan.
Selamat mencoba ….
Photo: h4×3d.com
Related Articles
*Widget By mfaisal

Selamat Alexa Anda Naik
Selamat HUT RI Ke 63
Merdeka, Merdeka…
Merdeka atau Mati
Mendingan Saya Pilih Merdeka saja.
admin Reply:
August 17th, 2008 at 1:17 pm
Oh iya…..makasih pakde, baru tahu…pakde emang teliti neh
Selamat Dirgahayu Indonesia-ku…..
I love Apple
[...] menyarankan agar kadar kolesterol total seseorang berada di bawah 200 mg/dL, dengan kadar LDL (kolesterol jahat) di bawah angka 130, dan HDL (kolesterol baik) berada di atas angka [...]
gua paling demen yang namanya buah apel…wah jadi pengen neh makan apel
Apel memang hebat banget deh fungsinya. Cuma yg jadi soal, bagaimana kita bisa terbebas dari apel yg masih ditanam tidak secara alami dan banyak menggunakan pestisida? Bukankah kandungan racun yg terserap dalam buah apel bisa menimbulkan masalah. Saya pribadi masih kesulitan membedakannya.
@orangndut: Wah AFC ya mas?…Apple Fans Club
@melih: sama
@Echo: ya mas, itulah kesulitan kita, bukan hanya apple tapi buah2 lainnya
Ngomongin masalah apel…
Apel kan ada banyak jenisnya…
ada apel malang, apel merah, apel newzealand, dll…
Nah,
yang pengen aku tau itu,,,
kandungan nutrisi dari setiap jenis buah apel yg ada,,
pasti ada perbedaan dari akdar nutrisinya, kan???
Trima kasih,,,
AN APPLE EVERYDAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY
[...] hanya saja, jumlahnya yang harus dibatasi. ‘Jangan lupa untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan [...]
[...] yang membagi partisipan pria dalam tiga grup tersebut, ditarik kesimpulan bahwa mereka yang makan buah dan sayuran paling banyak berisiko hampir separuh lebih rendah terkena esophageal SCC dibandingkan [...]
Leave a comment