Kaki terasa penat dan kejang, sebaiknya coba anda amati kaki anda, mungkin saja terkena varises. Varises adalah pembuluh darah yang membesar, berkelok-kelok, berwarna kebiruan yang tampak jelas pada betis Anda. Hinggi kini belum diketahui pasti apa penyebab utama varises. Namun, faktor predisposisinya antara lain faktor keturunan keluarga, terkait dengan adanya gangguan katup vena. Faktor lainnya seperti hormonal, obesitas, posisi bekerja yang mengharuskan berdiri lama dan pasif, atau bekas cedera benda tumpul di daerah kaki, dapat pula mengakibatkan gangguan fungsi vena. Kehamilan, proses persalinan, atau sering mengangkat beban berat juga mengakibatkan peningkatan tekanan pada vena di bawah tubuh. Dan untuk mengetahui lebih jelas mengenai gejala dan terapi-nya, mari kita simak tulisan berikut ini:
Gejala Varises
Varises punya lima tingkatan. Pada tingkat awal, biasanya dimulai dengan keluhan seperti rasa peisesgal dan kram setelah lama berdiri. Ketika diperiksa secara klinis, belum terlihat tanda-tandanya. Pada derajat varises yang lebih tinggi, mulai tampak adanya kelainan pembuluh darah dan komplikasinya. Kaki terasa berat, rasa pegal tetap ada meskipun sedang beristirahat. Pada tingkat paling berat, timbul pembengkakan di daerah mata kaki, dan warna kulit di sekitar varises menjadi gelap.
Komplikasi varises yang sering terjadi adalah gangguan pada kulit, diawali dengan rasa gatal, kelainan berupa kulit kehitaman seperti eksim, dan timbul ulkus (luka terbuka) pada permukaan kulit.
Meski jarang terjadi, varises juga bisa berbahaya. Bila ada bekuan darah yang lepas, kemudian terbawa aliran darah ke jantung dan paru, jiwa bisa terancam. Komplikasi lain yang lebih sering terjadi adalah vena pecah, tapi biasanya tidak mengakibatkan kematian sebagaimana pecahnya pembuluh nadi.
Varises sebetulnya tidak cuma menyerang kaki, tapi dapat pula terjadi pada esofagus (saluran dari mulut ke perut). Varises di esophagus berbeda dengan varises di kaki, sering berhubungan dengan komplikasi kerusakan hati. Ini akibat pembendungan aliran darah karena sirkulasi darah ke hati terganggu. Kerusakan sel-sel hati mengganggu kemampuannya menyaring darah. Akibatnya, aliran darah melalui hati tidak lancar, dan terbentuklah tonjolan-tonjolan pembuluh vena di esofagus. Yang berbahaya adalah bila bendungan darah tadi pecah dan mengakibatkan muntah darah, atau darah masuk ke jalan pernapasan.
Terapi Varises
Penderita varises ringan masih dapat disembuhkan kombinasi terapi, kata . Dr. Hilman Ibrahim, Sp.BV dari Sub Bagian Bedah Vaskuler FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. Pengobatannya saling mendukung, antara lain dengan berbagai obat-obatan, dengan balut tekan menggunakan stocking khusus varises, latihan atau olahraga terutama yang bisa memperkuat otot betis. Soalnya, otot betis akan berfungsi sebagai pompa untuk membantu aliran darah dari kaki ke jantung.
Sclerotherapy digunakan untuk mengobati varises kecil atau spider veins (cabang-cabang vena yang menyebar membentuk seperti kaki laba-laba). Caranya dengan menyuntik vena dengan zat sklerosing yang akan menciutkan dan merusak vena sehingga aliran tersumbat. Aliran darah akan dialihkan ke vena lain yang sehat. Stocking khusus juga perlu digunakan untuk mencegah perdarahan dan lebam, disertai obat-obatan yang memperkuat dinding pembuluh darah. Terapi ini cukup efektif untuk varises tahap dini, tapi cukup banyak efek sampingnya. Bisa terjadi bekas luka pada lokasi penyuntikan, reaksi alergi terhadap zat sklerosing, tersumbatnya aliran darah, atau malah terbentuk varises baru.
Bila suntikan tidak dapat dilakukan karena varises sudah parah, perlu dilakukan pembedahan. Melalui prosedur stripping, vena bisa diikat, atau sebagian atau seluruh vena yang rusak diangkat. Selanjutnya, kaki dibebat erat. Risikonya antara lain terjadi lebam dan terbentuknya varises baru. Pembengkakan pada kaki juga bisa berlangsung dalam kurun 6-8 minggu.
Melihat tak begitu mudah mengatasi varises lebih baik Anda menghindari varises sejak dini. Siapa tak ingin betisnya tetap mulus?
Related Articles
*Widget By mfaisal

great inform nich…..tq
[...] Kaki Mulus Bebas Itu [...]
[...] otot merupakan konstraksi tidak terkontrol dari otot yang menyebabkan otot keras dan tegang serta terasa [...]
Leave a comment