Manfaat Yoga Untuk Seks

4 comments »

Tubuh yang santai bisa membuat Anda menikmati aktivitas seks lebih optimal. Olahraga juga salah satu faktor yang bisa membantu Anda menikmati seks. Tapi jika Anda merasa tidak memiliki waktu banyak untuk olahraga, cobalah yoga.

Manfaat yoga selain membuat Anda relaks dan tenang, dapat pula membantu Anda saat melakukan aktivitas seksual. Menurut Ellen Barrett, penulis buku Sexy Yoga, yoga membentuk tubuh yang kuat dan lentur sehingga membuat Anda mudah melakukan lebih banyak variasi gerakan atau posisi dalam bercinta. Masih belum percaya? Berikut adalah lima alasan lain mengapa Anda ‘wajib’ mengenal yoga.

Melancarkan Aliran Darah
Sama halnya jika Anda melakukan olahraga pada umumnya, yoga juga dapat melancarkan aliran darah. Pada posisi yoga tertentu, seperti posisi elang, gerakan tersebut langsung melatih otot panggul Anda dan melancarkan aliran darah pada bagian panggul. “Semakin sering Anda melatih otot ini, ruang gerak Anda akan semakin luas,” ujar Becky Jeffers, Direktur Berman Centre for female sexual health and menopause manajement di Chicago. Menurut Becky, melatih otot panggul akan membantu Anda melakukan kontraksi dan relaksasi lebih kuat yang akhirnya membawa Anda pada pengalaman orgasme yang lebih lama.

Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Ketika Anda melakukan gerakan-gerakan yoga, Anda melatih konsentrasi pikiran dan fokus Anda. Hal ini membuat Anda semakin fokus pada apa yang Anda lakukan. “Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan,” ujar Becky lagi. Anda bisa mengkomunikasikan perasaan ini kepada pasangan saat Anda berdua melakukan aktivitas tersebut.

Mengurangi Rasa Sakit
Bagi beberapa perempuan yang aktif, terutama yang suka olahraga lari, otot pinggul dan paha yang tegang terkadang bisa menghambat aktivitas seks. Yoga membantu untuk merilekskan otot tersebut. “Otot panggul yang tegang dapat mempengaruhi bagaimana panggul itu berkontraksi saat Anda melakukan aktivitas seks,” ujar Becky. Satu bagian otot yang tegang dapat mempengaruhi gerak otot lainnya sehingga orgasme pun tidak bisa maksimal dan permainan cinta Anda tidak bisa dinikmati secara maksimal.
Jadi, santai saja, dan biarkan semuanya mengalir, dan orgasme akan datang.

Memberikan Sensasi “Lebih Hidup”
Gerakan segitiga dalam posisi duduk bersila dalam yoga menstimulasi cakra Anda. Menurut filosofi Timur, kehidupan seks diatur oleh beberapa cakra. Cakra adalah pusat energi yang mengitari tubuh Anda. “Ketika cakra Anda sehat dan bekerja baik, kehidupan seks Anda juga akan sehat dan memuaskan,” tutur Becky. Tiga cakra paling berpengaruh pada aktivitas seks Anda adalah the root chakra (pada daerah perineum, area antara tulang vagina dan anus), the sacral chakra (bagian tengah perut bagian bawah), dan the heart chakra (bagian tengah dada). Gerakan-gerakan yoga membuat darah mengalir lancar menuju area-area sensitif tersebut dan membuka prana (semangat hidup) Anda. Hal tersebut akan membuat Anda lebih terbuka dan lebih bereksplorasi pada aktivitas seksual dan Anda menjadi pribadi yang lebih bahagia.

Sumber: email

Jika Menginginkan Gemuk

3 comments »

Jika Anda termasuk golongan kurus dan mengingini badan yang gemuk atau paling tidak mendekati ideal, dianjurkan makan makanan yang tinggi kalori, tinggi protein, dan cukup lemak. Pemenuhan asupan gizi ini dapat dicapai dengan makan besar tiga kali sehari. Upayakan jangan sampai kurang makan. Minimal kebutuhan kalori adalah 2200 Kcal.

Protein berfungsi dalam pembentukan otot. Protein banyak terdapat dalam putih telur, daging merah, dan daging putih (unggas), serta ikan. Namun, sebaiknya tetap tidak mengkonsumsi lemak dalam jumlah tinggi. Sebab, apabila jarang berolahraga, lemak akan menumpuk di dalam tubuh dan sulit dihilangkan.

Risiko kelebihan lemak adalah tingginya kadar kolesterol darah yang bisa menyebabkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Memang, makanan yang mengandung protein (hewani) umumnya mengandung lemak. Namun, hal ini bisa diatasi dengan mengkombinasikan jenis protein. Misalnya sesekali mengurangi porsi daging dan dipadu dengan tempe, tahu, atau minum susu kedelai.

Produk suplemen tinggi protein juga bisa dicoba, misalnya susu Weight Gain, sejenis susu formula protein tinggi khusus untuk menambah berat badan. Untuk mengoptimalkan kerja protein dalam membentuk otot, disarankan agar melakukan olahraga ringan, seperti jogging atau renang secara rutin dan cukup istirahat.
Penting juga untuk tetap makan buah-buahan dan sayuran setidaknya satu porsi tiap waktu makan untuk membantu melancarkan pencernaan dan mengikat kolesterol, banyak minum air putih, dan bisa dibantu dengan minum suplemen vitamin dan mineral, karena vitamin dan mineral dapat berfungsi sebagai katalis, mempercepat reaksi, terutama jika ada sel-sel tubuh yang rusak dan mesti diganti.

Hindari makanan dan minuman yang dapat mengurangi nafsu makan seperti kopi, alkohol, gorengan atau makanan berminyak, dan makanan yang mengeluarkan gas seperti kubis. Camilan atau snack juga diperbolehkan, selama tidak mengandung gula atau lemak yang terlalu tinggi. Untuk tambahan asupan energi, minum susu 1-2 gelas tiap hari juga dianjurkan.

WARNING: Formalin Sebabkan Gangguan Menstruasi & Infertilitas Wanita

No comment »

Masyarakat yang mengkonsumsi makanan mengandung formalin, menurut Dra Erna Suryati Apt MKes dari Dinas Kesehatan DIY, bisa menyebabkan gangguan persarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Dan pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.
”Gangguan formalin untuk jangka panjang dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Pada penelitian binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru.”

Hal itu dikatakan oleh Erna ketika tampil berbicara pada Workshop tentang formalin, yang diadakan oleh Majalah Agribisnis Peternakan Populer Gallusia Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, Selasa (17/1).
Menurut Erna, formalin tidak hanya dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dapat diserap oleh kulit dan dapat juga terhirup melalui pernapasan. Oleh karena itu, kontak langsung dengan bahan tersebut tanpa menelannya juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

”Sampai sejauh ini, informasi menurut sistem keamanan pangan terpadu menyebutkan bahwa jika formalin terminum minimal 30 ml (sekitar 2 sendok makan) dapat menyebabkan kematian,” tambahnya.
Dikatakan lebih lanjut, ciri-ciri umum pada beberapam makanan yang diduga mengandung formalin untuk jenis mie basah adalah tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar (25 derajat celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celcius). Bau mie agak menyengat yakni bau khas formalin, dan mie basah tersebut tidak lengket serta lebih mengkilap dibanding mie tanpa formalin.

Sedangkan tahu yang mengandung formalin tidak rusak hingga 3 hari pada suhu kamar dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es. Tahu keras namun tidak padat dan bau agak menyengat khas formalin.
Bakso yang mengandung formalin tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar dan memiliki tekstur sangat kenyal. Sedangkan ikan segar berformalin tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, warna ingsang merah tua dan tidak cemerlang, serta bau menyengat khas formalin.

Sementara ikan asin mengandung formalin dengan ciri-ciri tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar, warna ikan asin bersih cerah namun tidak berbau khas ikan asin.
”Ciri-ciri itu memang hanya bersifat umum, namun setidaknya dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita tentang ciri makanan yang diduga mengandung formalin. Karena kita harus tetap waspada, jangan sampai makanan yang dikonsumsi malah menyebabkan penyakit,” imbuhnya.
Sedangkan contoh untuk bahan pengawet yang umum digunakan pada beberapa jenis makanan adalah benzoat, propionat, nitrit, sorbat, dan juga sulfit.

Oleh karena itu, disarankan oleh Erna perlu sosialisasi penggunaan pengawet makanan yang aman secara terus menerus dan perlu pengawasan beredarnya makanan mengandung formalin oleh instansi terkait secara berkelanjutan.

”Disamping itu juga perlu pengaturan hukum yang tegas untuk mengurangi beredarnya makanan yang mengandung bahan berbahaya di pasaran.” Demikian Dra Erna Suryati Apt MKes.

Air Bersih = Kulit Cantik

1 comment »

Minum air 8 gelas sehari membuat tubuh kita bekerja dengan baik. Selain menyehatkan, air ternyata juga mampu mempertahankan kecantikan lebih lama dari yang semestinya.
Air yang punya manfaat bagi kecantikan ini memang bukan sembarangan air. Dikenal dengan nama thermal spring water. Air ini tak berasal dari bumi, tetapi dari butir-butir air hujan yang meresap masuk kedalam tanah dan terus tersimpan selama berabad-abad lamanya. Setelah lama tersimpan, air ini kemudian muncul ke permukaan tanah dalam bentuk mata air termal. Thermal = mempunyai suhu yang lebih hangat dari mata air biasa.

Dahsyat Khasiatnya
Kehangatan bukan satu-satunya kehebatan air termal ini. Karena telah tersimpan selama berabad-abad di dalam tanah, dan menembus bebatuan dalam tanah, air ini pun mengandung mineral dan juga microorganisme yang sangat kaya manfaat. Air ini jadi sangat sehat dan mempunyai daya penyembuhan. Karenanya para ahli pun memanfaatkannya untuk berbagai perawatan tubuh : Jacuzzi, mandi lumpur, sauna, pemijatan dan spa.

Manfaatnya Bagi Kulit
Kehidupan modern yang serba sibuk dan melelahkan, membuat tubuh dan kulit kita kekurangan banyak elemen penting : garam mineral, vitamin, dan magnesium. Para ahli membuktikan bahwa semua unsur yang hilang dapat digantikan oleh air yang satu ini. Air dari thermal spring water ini mampu menyeimbangkan kondisi tubuh.
Perbedaan mencolok antara air biasa (air sumur) dengan thermal spring water. Air biasa tak memiliki energi. Sedangkan thermal spring water mengandung mineral plus plankton yang hidup dan mengandung energi.
Air dari thermal spring ini mempunyai kemampuan untuk menjaga keseimbangan sendiri, memurnikan diri dan sangat menyehatkan. Jadi dapat dibayangkan bagaimana khasiat yang hebat ini diaplikasikan pada perawatan wajah dan tubuh.

Mandi Dengan Air Dingin
Kegiatan ini jangan dianggap sepele. Termasuk dalam memilih sabun mandi. Pilih sabun yang lembut atau mild soap (tertera pada kemasan). Ini juga berlaku untuk kulit berminyak. Jangan tergoda memakai sabun yang tinggi tingkat alkalinya (biasanya yang busanya sangat berlimpah) karena akan menghilangkan kelembaban alami kulit anda. Mungkin anda lebih suka keharuman lembut. Sabun cair juga bisa jadi pilihan. Setelah itu, bilas hingga bersih. Busa yang tertinggal dapat membuat kulit gatal. Kadang sabun yang lembut dapat dipakai juga untuk wajah. Tetapi bila sehabis memakainya wajah terasa seperti ditarik, apalagi saat senyum, berarti sabun itu tidak cocok untuk wajah.
Berendam dalam busa dan air hangat memang nyaman, tapi hal ini justru menghilangkan kelembaban alami kulit. Akibatnya kulit jadi kering, kusam dan bersisik. Usahakan mandi air dingin, kelembaban terjaga, kulit pun tetap kencang.

(Sumber : “Beauty Encyclopedia”, Enigma Publishing, 2004)

Agar Tidak Selalu Melakukan Masturbasi

No comment »

Setelah membaca fenomena masturbasi, ada dalam fikiran bagaimana mengantisipasi fenomena tersebut, berikut ini beberapa usaha-usaha pencegahannya:

1. Sikap dan pengertian orang tua
Pencegahan abnormalitas masturbasi sesungguhnya bias secara optimal diperankan oleh orang tua. Sikap dan reaksi yang tepat dari orang tua terhadap anaknya yang melakukan masturbasi sangat penting. Di samping itu, orang tua perlu memperhatikan kesehatan umum dari anak-anaknya juga kebersihan di sekitar daerah genitalia mereka. Orangb tua perlu mengawasi secara bijaksana hal-hal yang bersifat pornografis dan pornoaksi yang terpapar pada anak.

Menekankan kebiasaan masturbasi sebagai sebuah dosa dan pemberian hukuman hanya akan menyebabkan anak putus asa dan menghentikan usaha untuk mencontohnya. Sedangkan pengawasan yang bersifat terang-terangan akan menyebabkan sang anak lebih memusatkan perhatiannya pada kebiasaan ini; dan kebiasaan ini bias jadi akan menetap.

Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur, sederhana dan terus terang kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahan-perubahan fisiologik seperti adanya ereksi, mulai adanya haid dan fenomena sexual sekunder lainnya.

Secara khusus, biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan masturbasi.

Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkat harga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. Hindarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno. Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akan menyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau membiasakan mereka aktif dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan.

2. Pendidikan seks
Sex education (pendidikan seks) sangat berguna dalam mencegah remaja pada kebiasaan masturbasi. Pendidikan seks dimaksudkan sebagai suatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masih kecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan cara terintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, dimana diberikan penjelasan-penjelasan seksual yang sederhana dan informatif.

Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangnya. Hal penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supaya anak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepat dan wajar terhadap seks.

Pengobatan
Biasanya anak-anak dengan kebiasaan masturbasi jarang dibawa ke dokter, kecuali kebiasaan ini sangat berlebihan. Masturbasi memerlukan pengobatan hanya apabila sudah ada gejala-gejala abnormal, bias berupa sikap yang tidak tepat dari orang tua yang telah banyak menimbulkan kecemasan, kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah/dosa, menarik diri atau adanya gangguan jiwa yang mendasari, seperti gangguan kepriadian neurosa, perversi maupun psikosa.

A. Farmakoterapi:

1. Pengobatan dengan estrogen (eastration)
Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinya tidak
terkontrol menjadi lebih terkontrol. Arah keinginan seksual tidak diubah.
Diberikan peroral. Efek samping tersering adalah ginecomasti.
2. Pengobatan dengan neuroleptik
a. Phenothizine
Memperkecil dorongan sexual dan mengurangi kecemasan. Diberikan peroral.
b. Fluphenazine enanthate
Preparat modifikasi Phenothiazine. Dapat mengurangi dorongan sexual lebih
dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat. Diberikan IM dosis 1cc 25
mg. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan.
3. Pengobatan dengan transquilizer
Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejala-gejalan kecemasan dan rasa takut. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalam dosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. Pada umumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapi adjuvant untuk pendekatan psikologik. 1, 10

B. Psikoterapi
Psikoterapi pada kebiasaan masturbasi mesti dilakukan dengan pendekatan yang cukup bijaksana, dapat menerima dengan tenang dan dengan sikap yang penuh pengertian terhadap keluhan penderita. Menciptakan suasana dimana penderita dapat menumpahkan semua masalahnya tanpa ditutup-tutupi merupakan tujuan awal psikoterapi.
Pada penderita yang datang hanya dengan keluhan masturbasi dan adanya sedikit kecemasan, tindakan yang diperlukan hanyalah meyakinkan penederita pada kenyataan yag sebenarnya dari masturbasi.

Pada kasus-kasus adolescent, kadang-kadang psikoterapi lebih kompleks dan memungkinkan dilakukan semacam interview sex education. Psikotherapi dapat pula dilakukan dengan pendekatan keagamaan dan keyakinan penderita.

C. Hypnoterapi
Self-hypnosis (auto-hypnosis) dapat diterapkan pada penderita dengan masturbasi kompulsif, yaitu dengan mengekspose pikiran bawah sadar penderita dengan anjuran-anjuran mencegah masturbasi.

D. Genital Mutilation (Sunnat)
Ini merupakan pendekatan yang tidak lazim dan jarang dianjurkan secara medis.Pada beberapa daerah dengan kebudayaan tertentu, dengan tujuan mengurangi/membatasi/meniadakan hasrat seksual seseorang, dilakukan mutilasi genital dengan model yang beraneka macam.

E. Menikah
Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikah dianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegah terjadinya kebiasaan masturbasi.

Makin Muda, Makin Sering, Makin Baik
Beginilah kesimpulan peneliti Australia soal masturbasi: the more and the earlier, the better. Makin muda dan makin sering Anda melakukan masturbasi, makin besar peluang Anda mencegah kanker prostat di usia tua.

Tidak usah mahal-mahal membeli obat untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat. Anda tidak perlu mengeluarkan uang sesen-pun. Makin sering Anda melakukan masturbasi (lebih dikenal dengan sebutan onani) ?terutama di usia muda? akan memperkecil risiko Anda terkena kanker prostat. Demikian hasil temuan ahli Australia bernama Graham Giles dari Cancer Council Victoria di Melbourne.

Kesimpulan di atas dimuat di majalah New Scientist. Para peneliti tersebut melakukan riset terhadap 2.338 laki-laki Australia soal kebiasaan seks mereka dibandingkan risikonya terkena kanker prostat. Diantara jumlah tersebut, sebanyak 1.079 laki-laki sudah didiagnosis terkena kanker prostat.

Dalam laporan itu dituliskan: Makin sering Anda mendapatkan ejakulasi pada usia 20-50 tahun, makin kecil kemungkinan Anda terkena kanker prostat. Laki-laki yang melakukan masturbasi dan mendapatkan ejakulasi lebih dari 5 kali seminggu pada usia 20-an, peluangnya terkena kanker prostat berkurang sampai duapertiga, ketimbang laki-laki yang jarang-jarang melakukan onani.

Dalam penelitian itu, tidak dijelaskan secara gamblang mengapa masturbasi bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Hanya digambarkan makin sering Anda ejakulasi, memungkinkan saluran pengeluaran tidak tersumbat. Sekaligus membersihkan kelenjar kelamin dari penumpukan zat-zat yang dapat memicu kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker paling umum di kalangan laki-laki selewat usia 50 tahun dan menjadi pembunuh terbesar kedua di antara kanker-kanker yang menyerang laki-laki. Penyakit ini, telah menewaskan sekitar 500.000 laki-laki setiap tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, kecuali bila ada di antara keluarga Anda yang demikian. Penyakit ini biasanya dapat disembuhkan bila terdeteksi dalam tahap dini.

Fenomena Masturbasi

2 comments »

Masturbasi adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana.. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial. Sebenarnya gejala masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru, meniru kawan dan lain-lain.

Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri yang dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa 95% pria dan 89% wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi. Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Citra negatif ini bisa dilacak jauh ke belakang ke kata asalnya dari bahasa Latin, mastubare, yang merupakan gabungan dua kata Latin manus (tangan) dan stuprare (penyalahgunaan), sehingga berarti “penyalahgunaan dengan tangan”. Anggapan memalukan dan berdosa yang terlanjur tertanam disebabkan karena porsi “penyalahgunaan” pada kata itu hingga kini masih tetap ada dalam terjemahan moderen - meskipun para aparatur kesehatan telah sepakat bahwa masturbasi tidak mengakibatkan kerusakan fisik maupun mental.

Tujuan utama masturbasi adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu seksual dengan jalan tanpa bersenggama. Akan tetapi masturbasi tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan bersenggama yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, dan keasyikan bersama. Pada senggama, rangsangan tidak begitu perlu dibangkitkan secara tiruan, karena hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan merupakan suatu hal yang alami. Dalam masturbasi satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Masturbasi merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Hubungan seks yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan masturbasi malah menciptakan depresi emosional dan psikologis.

Istilah masturbasi berasal dari kata latin “manasturbo” yang berarti rabaan atau gesekan dengan tangan (manu). Masturbasi secara umum didefenisikan sebagai rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Namun pada kenyataannya, banyak cara untuk mendapatkan kepuasaan diri (self-gratification) tanpa mempergunakan tangan (frictionless masturbation), sehingga istilah masturbasi menjadi kurang mengena. Oleh karena itu, istilah “autoerotism” adalah istilah yang lebih mengena untuk menggambarkan fenomena ini.

Ada beberapa istilah masturbasi yang dikenal di masyarakat, antara lain onani atau rancap, yang berarti melakukan suatu rangsangan organ seks sendiri dengan cara menggesek-gesekkan tangan atau benda lain ke organ genital kita hingga mengeluarkan sperma dan mencapai orgasme. Dalam ajaran Islam, masturbasi dikenal dengan nama ; al-istimna’, al-istima’bilkaff, nikah al-yad, al-I’timar, atau ‘adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Di masyarakat istilah onani lebih dikenal. Sebutan ini, menurut berbagai ulasan yang ditulis Prof. Dr. Dr. Wimpie Pangkahila Sp, And, Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, berasal dari nama seorang laki-laki, Onan, seperti dikisahkan dalam Kitab Perjanjian Lama Tersebutlah di dalam Kitab Kejadian pasal 38, Onan disuruh ayahnya, Yehuda, mengawini isteri almarhum kakaknya agar kakaknya mempunyai keturunan. Onan keberatan, karena anak yang akan lahir dianggap keturunan kakaknya. Maka Onan menumpahkan spermanya di luar tubuh janda itu setiap berhubungan seksual (coitus interruptus). Dengan cara yang kini disebut sanggama terputus itu, janda kakaknya tidak hamil. Namun akibatnya mengerikan. Tuhan murka dan Onan mati.

Onani atau masturbasi dalam pengertian sekarang bukanlah seperti yang dilakukan Onan. Masturbasi berarti mencari kepuasan seksual dengan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism), dan dapat pula berarti menerima dan memberikan rangsangan seksual pada kelamin untuk saling mencapai kepuasan seksual (mutual masturbation). Yang pasti pada masturbasi tidak terjadi hubungan seksual, tapi dapat dicapai orgasme. Freud (1957) mengatakan ada 3 fase dari masturbasi, yaitu (1) pada bayi; (2) pada fase perkembangan yang paling tinggi dari perkembangan seksual infantile yaitu pada kisaran umur 4 tahun, dan (3) pada fase pubertas. Menurut Freud, naluri seksual sudah terdapat pada permulaan kehidupan dan berkembang secara progressif sampai umur 4 tahun. Setelah ini berhenti maka tidak ada lagi perkembangan berikutnya (masa laten) sampai tiba saatnya masa pubertas pada kisaran umur 11 tahun.

Berdasarkan cara melakukannya, masturbasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1. Masturbasi sendiri (auto masturbation); stimulasi genital dengan menggunakan tangan, jari atau menggesek-gesekkannya pada suatu objek
2. Masturbasi bersama (mutual masturbation); stimulasi genital yang dilakukan secara berkelompok yang biasanya didasari oleh rasa bersatu, sering bertemu dan kadang-kadang meluaskan kegiatan mereka pada pencurian (stealing) dan pengrusakan (vandalism)
3. Masturbasi psikis; pencapaian orgasme melalu fantasi dan rangsangan audio-visual.

Sedangkan ahli psikologi lainnya, Caprio (1973), menggolongkan kegiatan masturbasi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu :
1. Masturbasi yang normal, meliputi pembebasan psikologik ketegangan seksual pada masa anak-anak muda yang normal; dilakukan tidak berlebihan; masturbasi yang dilakukan oleh seseorang yang belum kawin; masturbasi yang dilakukan antar pasangan-pasangan suami-istri sebgai selingan dari intercourse yang konvensional
2. Masturbasi yang neurotic, meliputi masturbasi yang dilakukan terlalu banyak dan bersifat konvulsif; masturbasi antara pasangan-pasangan yang lebih menyukai cara ini daripada intercourse, masturbasi dengan gejala-gejala kecemasan, rasa salah/dosa yang amat sangat, masturbasi pemuasan yang berhubungan dengan penyimpangan seksual dan yang dapat diancam dipersalahkan oleh hukum.

Banyak Mitos
Agaknya masih banyak orang belum cukup mengerti tentang masturbasi. Padahal, banyak orang melakukannya. Yang pasti pula, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai masturbasi. Memang banyak informasi yang salah tentang masturbasi, misalnya dapat menimbulkan berbagai akibat buruk. Agaknya informasi salah ini merupakan sebagian mitos tentang seks yang terus beredar di masyarakat sampai saat ini.

Pada abad XVIII terbit sebuah buku yang ditulis oleh Tissot dari Prancis, berjudul Onana. Di situ diuraikan beberapa macam penyakit yang timbul sebagai akibat masturbasi. Ternyata dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa pendapat Tissot salah sama sekali.

Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.

Masturbasi adalah ungkapan seksualitas yang alami dan tidak berbahaya bagi pria dan wanita, dan cara yang sangat baik untuk mengalami kenikmatan seksual. Bahkan, beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri dan sikap dapat memahami diri sendiri.

Dampak Terhadap Mentalitas
Impuls-impuls autoerotic (masturbasi) terdapat pada semua manusia. Perbedaannya hanya terletak pada bagaimana cara kita menyelesaikan dorongan-dorongan tersebut. Beberapa dari kita merepresikan dorongan tersebut untuk memuaskan dirinya, sementara yang lain mengekspresikan keinginannya untuk mendapatkan pemuasan seksual.

Salah satu dorongan manusia yang sering menyebabkan manusia mendapat kesulitan pribadi dan sosial adalah dorongan seksual, yang pada kenyataannya sering menghadapkan manusia kepada suatu keadaan yang mendesak dan sangat membujuk untuk memperoleh pemuasan seksual dengan segera. Adanya persoalan seksual pada individu dapat menyebabkan individu yang bersangkutan sering dihadapkan pada keadaan yang seolah-olah ada kecenderungan untuk jatuh ke tingkat yang immature atau infantil dan setiap usaha untuk bertingkah laku seksual yang matur terhambat karenanya.

Yang terjadi adalah, sumber kepuasan seksual yang penting ini oleh beberapa kalangan masih ditanggapi dengan rasa bersalah dan kecemasan karena ketidaktahuan mereka bahwa masturbasi adalah kegiatan yang aman, juga karena pengajaran agama berabad-abad yang menganggapnya sebagai kegiatan yang berdosa. Terlebih lagi, banyak di antara kita telah menerima pesan-pesan negatif dari para orang tua kita, atau pernah dihukum ketika tertangkap basah melakukan masturbasi saat kanak-kanak.

Pengaruh kumulatif dari kejadian-kejadian ini seringkali berwujud kebingungan dan rasa berdosa, yang juga seringkali sukar dipilah. Saat di mana masturbasi menjadi begitu berbahaya adalah ketika ia sudah merasuk jiwa (kompulsif). Masturbasi kompulsif - sebagaimana perilaku kejiwaan yang lain - adalah pertanda adanya masalah kejiwaan dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter jiwa.

Fase akhir jika masturbasi konfulsif tidak diselesaikan dengan tepat adalah munculnya fenomena sexual addicted, sebuah ketagihan akan kegiatan-kegiatan seksual. Secara fisik, masturbasi dapat menyebabkan kelecetan atau rusaknya mukosa dan jaringan lain dari organ genitalia yang bersangkutan, baik akibat penggunaan alat bantu masturbasi atau hanya dengan menggunakan tangan dan jemari.

Penelitian Kinsey di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa hampir semua pria dan tiga-perempat dari semua wanita melakukan masturbasi pada suatu waktu dalam hidup mereka. Penyelidikan Orebio mendapatkan bahwa 83% dari anak laki-laki dan 38% dari anak wanita melakukan masturbasi. Penyelidikan lainnya menunjukkan angka yang berbeda-beda pada setiap level umur responden, misalnya pada masa anak-anak (infantile sex play), adolescent, umur pertengahan dan kategori lainnya.

Sebagian besar pria yang melakukan masturbasi cenderung melakukannya lebih sering dibandingkan wanita, dan mereka cenderung menyatakan ’selalu’ atau ‘biasanya’ mengalami orgasme ketika bermasturbasi (80 : 60). Ini adalah perilaku seksual yang paling umum nomor dua (setelah senggama), bahkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan seksual tetap.

Menurut penelitian, mereka yang biasanya melakukan masturbasi berumur antara tiga belas hingga dua puluh tahun. Pada umumnya yang melakukan masturbasi adalah mereka yang belum kawin, menjanda, menduda atau orang-orang yang kesepian atau dalam pengasingan. Anak laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi daripada anak perempuan. Penyebabnya antara lain,
pertama
, nafsu seksual anak perempuan tidak datang melonjak dan eksplosit.
Kedua, perhatian anak perempuan tidak tertuju kepada masalah senggama karena mimpi seksual dan mengeluarkan sperma (ihtilam) lebih banyak dialami laki-laki. Mimpi erotis yang menyebabkan orgasme pada perempuan terjadi jika perasaan itu telah dialaminya dalam keadaan terjaga.

Do We Need Romantic Sex (2)

No comment »

Setelah membaca artikel sebelumnya, yang mengenai definisi romantisme seks dan peranan kaum muda, sekarang kita bahas bagian yang lain.

Orang Asia Kurang Romantis
Unsur romantisme dalam jiwa seseorang ternyata tak lepas dari kultur negara bersangkutan. Setidaknya hal ini diamini oleh dokter Ferryal. Menurutnya, orang Asia, termasuk Indonesia, cenderung lebih dominan ke unsur seksual-nya. “Coba lihat para orangtua kita, tidak banyak yang romantis di masa tua mereka. Justru mereka yang di saat tua tetap romantis adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dari Eropa. Misalnya, sekolah-sekolah Belanda, dan lainnya,” jelasnya.

Tambahnya,”Romantisme yang mereka tunjukkan dengan sering duduk berduaan, saling berpelukan, jalan-jalan bersama di sebuah taman sembari melihat cucunya. Mereka menunjukkan rasa kasih sayang, perhatian, dan menunjukan rasa kebahagiaan terhadap pasangan. Tapi, aktivitas seperti berpelukan dan saling mengelus itu bukan bersifat seksual.”

Kendati demikian, kultur orang Asia yang kurang romantis itu sah-sah saja. Namun dengan catatan hal itu tidak menimbulkan protes di antara pasangan. Menurut hasil penelitian Dr. Ferryal beberapa waktu lalu menunjukan bahwa 56% wanita yang belum pernah merasakan orgasme. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan si wanita bahwa menikah sebenarnya menjanjikan kenikmatan. Yang mereka tahu bahwa kenikmatan, kebahagiaan, dan kepuasan hanya bisa diraih kaum pria. Padahal, semua itu bukan dominasi
kaum pria. “Tapi, sekarang kan sudah beda, pola pikir wanita sudah berubah. Kini, mereka sudah lebih berani mengungkapkan keinginannya,” tambahnya.

Berjalannya waktu dan perubahan zaman, wanita di masa sekarang umumnya mulai terbuka. Artinya, mereka sudah lebih tahu bahwa seksual itu bukan hanya kepentingan kaum pria, tapi kepentingan mereka juga.  Mereka sadar bahwa kepuasan adalah milik berdua. “Kalau wanita sudah menyadari itu, mereka tentu tidak mau diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum pria,” katanya.

Tak Harus Kontak seksual
Karena unsur romantis dalam bercinta bisa mempercepat meraih kepuasan, maka bak dua mata pisau yang berbeda, dilupakannya romantic sex akn bisa mengakibatkan hancurnya hubungan secara tidak langsung dengan pasangan. Namun begitu, romantic sex tidak harus selalu diakhiri dengan hubungan seksual, demikian menurut Dr. Ferryal. Katanya lagi, “Makanya, hal ini bisa dilakukan oleh para orang-orang tua, dan dilakukan di mana saja. Mereka bisa romantis tanpa ada niat merangsang nafsu seksual atau
berlandaskan birahi. Jadi, sebenarnya mereka hanya melampiaskan kasih sayang di antara mereka.”

Tapi, aktivitas tersebut tetap digolongkan sebagai aktivitas seksual. “Hanya saja akan lebih baik jika unsur romantisme ini digabung atau diakhiri dengan making love. Tentunya hal ini akan lebih mantap lagi,” tambahnya.

Memang ada tipikal pria yang kurang romantis, namun ia memiliki ketahanan durasi bercinta yang cukup fantastis. Kendati demikian, menurut Dr. Ferry, hal itu bukan tolok ukur kejantanan seorang pria.

“Hal itu belum tentu menunjukan sebuah kehebatan dan sebagai jaminan bahwa si wanita juga akan puas. Biar pun kontak seksual bisa berlangsung lama, justru si wanita bukannya mendapatkan kepuasan, tapi malah menderita karena kesakitan. Bahkan, umumnya si wanita ingin hubungan badan itu segera berakhir, karena faktor psikis mereka tidak terpenuhi. Bagi mereka, hubungan macam itu tidak menawarkan kenikmatan,” tandasnya.

Unsur romantisme pada wanita memang memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, jika teknik romantisme dilakukan dengan mantap, seringkali bisa menyebabkan si wanita orgasme tanpa adanya kegiatan seksual. Bahkan, pria yang memahami wanita, seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan nyaman. Kamar adalah salah satu lokasi yang menyenangkan bagi sebagian besar wanita. Kamar diyakini sebagai tempat melepas penat fisik dan otak. Di sinilah kejelian seorang pria diuji. Dapat bersikap layaknya seorang pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu jawabannya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.

Do We Need Romantic Sex (1)

No comment »

Romantic sex, perlukah dilakukan setiap waktu? Bercinta tanpa melibatkan emosi bak sayur tanpa garam. Namun, jika hasrat sudah tak tertahankan, mau bilang apa? Begitulah umumnya kaum pria yang seringkali “hantam kromo” saja. Padahal wanita benar-benar memerlukan romantic sex. Apa romantic sex harus diakhiri dengan kontak seksual?

Bercinta adalah kebutuhan setiap umat manusia. Umumnya, bagi sebagian besar kaum pria menganggap bahwa ada di kamar tidur bersama pasangannya, berarti saatnya bercinta. Padahal, aktivitas di kamar bukan hanya sekedar bercinta saja. Ritual bercinta yang lengkap melibatkan banyak unsur guna diraihnya kepuasan bersama. Banyak anggapan bahwa seks kerap didominasi dengan aktivitas seksual dan posisi-posisi bercinta revolusioner.

Alhasil, aktivitas selalu dianggap via kacamata kontak seksual saja. Padahal, ada yang luput dari sekedar kontak seksual. Unsur romantis memegang peranan penting dalam sebuah hubungan seksual yang sehat dan harmonis. Setidaknya, dengan romantic sex kaum pria telah memberikan kepuasan secara psikis terhadap wanita. Maklum, kacamata wanita tak selalu menganggap kontak seksual harus berupa intercourse.

Fenomena ini disadari betul oleh Alex (43) yang kini menjabat sebagai Area Manager di sebuah perusahaan kontraktor pengadaan barang & jasa. Selama hampir 12 tahun lebih ia membina rumah tangga dengan sang istri, Winda. Dalam kurun waktu sepanjang itu Alex sedikit demi sedikit mengumpulkan arti pentingnya unsur romantis dalam melakukan ritual bercinta.

“Awalnya, hubungan kami memang sangat hot. Saya kira hubungan itu wajar-wajar saja, dan tidak ada masalah. Namun, lama-kelamaan istri saya cenderung frigid,” kata Alex. la pun kebingungan, akhirnya dengan komunikasi yang terbuka di antara mereka, Alex menyadari apa yang menjadi masalahnya. Gaya bercinta Alex yang mengadaptasi sistem “tembak langsung” ternyata menjadi ganjalan tersendiri bagi sang istri. Alex pun mengklaim bahwa ia mampu ejakulasi sesuai waktu atau di atas rata-rata pria pada umumnya. Namun, hal itu bukan jaminan bahwa sang istri juga meraih kenikmatan. Beruntung Alex peka dengan ganjalan di hati sang istri. Seiring waktu berjalan, Alex mulai memperlihatkan sikap romantisnya. “Bersikap romantis bukan hanya dilakukan jika sedang bercinta, ingin bercinta, atau setelah bercinta saja. Menurut saya, to be romantic bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bahkan, setelah sekian lama, hubungan kami semakin romantis. Tua-tua keladi, makin tua makin jadi…ha..ha..ha..,” katanya sembari tertawa lepas.

Apa yang diungkapkan Alex memang cukup beralasan. Menurut Ferryal Loetan, Sex Consultant & Rehabilitation Specialist, menjelaskan, Romantic Sex adalah suasana melakukan hubungan seksual dalam keadaan romantis. Unsur romantis adalah tonggak dari sebuah aktivitas seksual. Artinya, tanpa sesuatu yang romantis, manusia belum tentu bisa melakukan sebuah ritual bercinta dengan lengkap. “Cuma dalam perkembangannya, orang cenderung melupakan unsur romantis dalam beraktivitas seksual. Orang sekarang justru hanya ingat unsur seksualnya saja. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah-masalah dalam hubungan seksualitas karena unsur romantis yang ditinggalkan tadi,” kata dokter Ferryal.

Orang Muda Anggap Enteng
Ditambahkannya, unsur romantisme dan seksual adalah sesuatu yang berjalan secara bersamaan. Keadaan romantis sebenarnya bukan hanya kepentingan mayoritas orang muda. Jangan salah! Justru orang muda itu adalah kaum yang paling banyak meninggalkan unsur romantic sex. Mereka cenderung hanya berpikiran ke arah seksual-nya saja. Di benaknya hanya making love dan mencari kepuasan. “Justru romantic sex itu cenderung banyak dilakukan oleh kaum tua, maksudnya orang yang kita anggap sudah lebih dewasa lah.

Karena mereka lebih memikirkan teknik, foreplay, interplay, dan lain-lain. Intinya, mereka lebih cenderung memikirkan hal-hal mana yang lebih menyenangkan secara psikis, bukan cuma menyenangkan secara seksual, seperti saling berbagi cinta kasih, saling memuji, menyanjung, dan lainnya. Sebenarnya, ini condong ke arah kebutuhan si wanita,” katanya.

Lanjutnya, teknik-teknik romantis itu mereka harapkan bisa membangkitkan birahinya dan birahi pasangannya secara maksimal. Itulah keuntungan yang mereka dapat di usia tersebut. Sedangkan kaum muda, khususnya yang berumur di bawah 45 tahun, Kadar romantismenya cenderung kurang. “Mereka lebih banyak ke arah seksual. Misalnya, mereka melakukan perangsangan, tapi itu tetap saja yang bersifat seksual, bukan perangsangan yang sifatnya romantis. Dan memang kalau kita bicara romantis, tentunya hal itu lebih bersifat ke arah psikis atau kejiwaan,” jelas Dr. Ferryal.

Benarkah tanpa romantisme, urusan menjadi seks tidak berhasil? “Manusia itu makhluk sosial dan romantis. Jadi, kalau seseorang melakukan kegiatan seksual, seharusnya kegiatan romantisme ini jangan ditinggalkan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bersama-sama,” katanya. Hanya dalam perkembangannya, umumnya kalangan muda memiliki hasrat seksual yang menggebu-gebu alias berlibido tinggi, akibatnya unsur romantis pun luput dari pikirannya.

Bisa dibilang unsur romantis memegang peranan sangat penting dalam menjaga keharmonisan ranjang. “Tanpa romantisme, sebenarnya sama saja kita membeli seks, atau jajan. Dimana pelanggan hanya cari kepuasaan pribadi, dan tidak memikirkan apakah si PSK puas atau tidak,” katanya.

Umumnya wanita cenderung lebih membutuhkan romantic sex. Pasalnya, wanita adalah manusia yang lebih emosional ketimbang pria yang cenderung rasional. Jadi, pria lebih banyak pakai otak, wanita lebih banyak pakai hati. Umumnya, di usia perkawinan yang lebih matang unsur romantis justru sangat kentara. Kisaran angkanya bisa di atas lima tahun. Kalau tiap pasangan bisa menjaga kadar romantisme dalam hubungannya, maka semakin lama kualitas romantisme di antara mereka pun akan semakin baik. “Kalau mereka dari awal tidak memikirkan romantisme, tetapi hanya memikirkan seksual, tentunya hal itu tidak akan berjalan. Biasanya, nanti di saat mereka tua pun tak ada lagi unsur romantis di antara mereka,” jelas Dr. Ferryal.

Nah kalau orang asia?bagaimana unsur seksualitasnya? dan bagaimana dengan orang Indonesia? baca di kelanjutan artikel ini.

‘ED’ Juga Ancam Kaum Muda

No comment »

Biasanya jika seseorang mengalami masalah dengan ‘disfungsi ereksi’ maka dipastikan orang tersebut sudah berusia lanjut. Dr. Najah Senno Musacchio membuktikan hal yang sebaliknya dimana peneliti dari `Children’s Memorial Hospital` dan `Northwestern University’s Feinberg School of Medicine` Chicago ini mengingatkan bahwa ‘ED‘ juga bisa mengancam kaum muda.

Studi yang dilakukan oleh Dr Najah Senno juga mencatat bahwa para pemuda di tingkat sekolah atas dan universitas sudah terbiasa menggunakan obat perkasa Viagra yang dicampur dengan alkohol ataupun obat terlaranga lainya yang membuat penularan penyakit seks juga semakin mengkuatirkan.

Dr Senni melakukan penelitian atas 234 pemuda berusia 18 hingga 25 tahun yang melakukan sex secara aktif saat mereka berada di tahun ketiga di Chicago universities.

Hasil penelitian menyebut 13 persen pemuda itu mengaku sudah terbiasa menggunakan obat kuat penghilang ‘ED’ namun tidak pernah mendiskusikan tindakan mereka kepada dokter.

Disfungsi Ereksi (ED) atau impotensi merupakan sebuah kondisi dimana para pria sulit melakukan atau menjaga ereksi saat berhubungan sex.

Hasil studi Dr Senno ini dipaparkan daam pertemuan `the Pediatric Academic Societies annual meeting` yang berlangsung di San Francisco, Sabtu (29/4) akhir pekan silam.

“Kami bertanya kepada para pemuda mengenai disfungsi ereksi dan penggunaan kondom,’ jelas Dr Senno.

‘25 persen dari mereka mengaku kehilangan ereksi saat menggunakan kondom.’

Penggunaan kondom yang semakin tinggi membuat tim peneliti mengkuatirkan terjadinya penyebaran penyakit sex.

6 persen dari responden mengatakn mereka menggunakan terapi untuk mengatasi ED, 57 persn mengatakan menggunakan obat-obatan, dan 29 persen menggunakan obat-obatan itu untuk meningkatkan kinerja sex.

Penelitian sebelumnya menyebut bawha sekitar 5 persen pria berusia diatas 40 tahun mengalami ED dan sekitar 25 persen pria diatas 65 tahun mengalami hal yang sama.

Sejumlah kondisi seperti penyakit diabetes, penyakit ginjal, jantung dan pengguna alkohol kronis merupakan penyebab utama dari ED.

Merokok juga disebuat-sebut merupakan salah satu faktor terjadinya ED.

Beberapa tahun silam, perusahaan asal AS Pfizers meluncurkan obat perkasa Viagara yang laku keas sehingga obat semacam ini juga marak dengan sejumlah produk lain seperti Levitra ataupun Cialis.

Anoreksia, Tren atau Kelainan?

No comment »

Bagaimana perilaku seseorang yang mengidap Anoreksia nervosa? Mereka biasanya tergila-gila mempelajari makanan dan kalori, menimbun, menyembunyikan dan dengan sengaja membuang makanan. Mereka ini rajin mengumpulkan resep makanan dan menyiapkan makanan untuk orang lain, tidak untuk dirinya sendiri.

Hampir separo dari penderita Anoreksia tetap mengonsumsi makanan mereka untuk kemudian memuntahkannya kembali dengan memasukkan jari ke mulut, atau meminum larutan pencahar. Sebagian lain benar-benar mengontrol jumlah makanan yang masuk atau melakukan olah raga berlebihan untuk membakar kalori yang masuk.

Pada perempuan, berhentinya menstruasi kerap terjadi sebelum penurunan berat badan yang berlebihan. Selain siklus bulanan terhenti, penderita Anoreksia juga kehilangan gairah bercinta (berlaku juga bagi laki-laki).

Tidak terdapat gejala-gejala kekurangan gizi dan yang mengherankan, mereka bebas dari infeksi. Penderita Anoreksia sering merasa depresi dan tak jarang berbohong mengenai jumlah makanan yang mereka makan dan menyembunyikan kebiasaan muntah serta kebiasaan makan mereka yang aneh.

Dari sisi perubahan hormonal, penderita Anoreksia akan kekurangan hormon estrogen dan tiroid, di sisi lain terjadi peningkatan kadar hormon kortisol.

Jika penderita mengalami kekurangan gizi yang serius, maka bisa terjadi kelainan pada berbagai organ tubuh utama, misalnya jantung. Kerja jantung menjadi semakin lemah dan memompa lebih sedikit darah ke seluruh tubuh. Penderita mudah mengalami dehidrasi dan cenderung sering pingsan.

Muntah dan pemakaian obat pencahar akan semakin memperburuk keadaan ini. Dalam kasus ekstrim, bisa terjadi kematian mendadak, yang kemungkinan disebabkan oleh irama jantung yang abnormal.
Bagaimana solusinya? Penderita kelainan Anoreksia nervosa dapat diobati, yaitu dengan mengembalikan berat badan normal serta terapi psikis yang diimbangi dengan pemberian obat-obatan. Penderita didorong makan, jika tidak mau lewat mulut akan dilakukan lewat infus (di rumah sakit).

Jika penurunan berat badan kurang dari 25% berat badan normal, penderita tak harus dirawat di rumah sakit, namun tetap harus didampingi pakar gizi dalam mengatur pola makan, sembari terapi psikis untuk ‘meluruskan’ cara pandangnya mengenai bentuk badan.

Bercinta Saat Hamil

4 comments »

Kehamilan adalah masa dengan banyak perubahan bagi sepasang suami-istri tak terkecuali dengan hubungan seksual. Pada masa ini Anda dan pasangan mungkin mengalami emosi dan perasaan berbeda pada masa-masa itu, bahkan tak jarang menjadi labil sehingga komunikasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sejak masa itu dimulai.

Berhubungan seks di masa kehamilan memicu banyak pertanyaan, sebaliknya, meskipun secara medis berhubungan seks selama hamil bukan hal yang keliru, namun tak ada salahnya mencer- mati beberapa informasi bersenggama di masa kehamilan. Bersenggama, penetrasi serta orgasme merupakan hal yang benar-benar aman sepanjang ibu hamil dalam kondisi kesehatan baik, mengingat janin dilengkapi dengan pelindung yang berupa cairan amni- otik (air ketuban).

Seorang wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kandungannya mencapai sembilan bulan tanpa perlu takut melukai diri sendiri ataupun janinnya.

Selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin memengaruhi hasrat mereka untuk berhubungan seks. Namun kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.

Frekuensi buang air kecil sudah menjadi sebuah rutinitas dan beberapa wanita yakin berhubungan seks akan memperburuk kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, melakukan hubungan seks dengan suami menjadi sebuah ‘momok’ bagi Anda, bahkan menjadi hal yang tak menggairahkan dibanding pra-kehamilan…

Pada beberapa kasus kehamilan, beberapa wanita merasa tak nyaman dengan perangsangan payudaranya, sedang yang lainnya merasakan hal tersebut sangat nikmat. Kehamilan bisa menjadi saat di mana Anda dan pasangan bisa mencoba posisi dan bentuk keintiman yang berbeda untuk mencapai kepuasan tanpa harus terhalang dengan perubahan bentuk badan.

Jenis aktivitas intim (mencium, memeluk dan membelai, masturbasi, oral seks) akan sangat menyenangkan saat masa kehamilan. Banyak ketidaknyamanan di awal kehamilan akan berakhir selama trimester kedua.

Kebanyakan kaum wanita mengalami peningkatan energi dan kenaikan nafsu seksual saat rasa tak nyaman tersebut mulai berkurang. Selama trimester kedua ibu yang penuh harap mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri, vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas vagina bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul. Banyak wanita mengatakan mereka lebih mudah terangsang dan lebih responsif secara seksual selama periode ini.

Perut yang membesar saat kehamilan membuat hubungan seksual menjadi tak nyaman. Banyak pasangan menemukan posisi berbaring bersampingan, saling berhadapan atau masuk dari posisi belakang mengatakan lebih merasa nyaman. Jika Anda merasa tertekan selama bersenggama, ada baiknya menghindari penetrasi terlalu mendalam. Bantuan bantal atau pelumas tambahan mungkin dapat mengurangi rasa tak nyaman.

Bersenggama dengan posisi wanita di atas biasanya menghasilkan penetrasi yang lebih mendalam, walaupun lebih memungkinkan pihak wanita yang mengontrol kedalaman penetrasi. Perangsangan pada payudara mungkin akan membuat colostrums (cairan kekuning-kuningan yang bening) keluar, namun tak perlu khawatir karena cairan tersebut adalah hal wajar dan tak berbahaya, meskipun untuk beberapa pasangan terasa tidak menyenangkan.

Beberapa wanita lebih suka menghindari orgasme karena kontraksi yang menyertai membuat terasa tak nyaman, padahal orgasme bukanlah hal yang berbahaya. Pengertian, kehangatan, dan dukungan sangat dibutuhkan kedua belah pihak selama minggu-minggu terakhir kehamilan saat tekanan bertambah dan hubungan seksual jugs mungkin terasa mulai melelahkan atau tak nyaman.

Jika dokter Anda menyarankan untuk menghindari penetrasi, seks oral atau onani mungkin menjadi pilihan yang dapat diterima. Namun pasangan Anda sebaiknya tidak terlalu jauh berpenetrasi ke dalam vagina selama seks oral karena bisa mengancam kehidupan emboli udara. Anda dan pasangan akan mengalami banyak perasaan unik selama mass kehamilan. Komunikasi terbuka dan ekspresi seksual selama masa ini bisa membuat Anda dan pasangan semakin dekat dan semakin sating mengenal. Jangan segan membicarakan keluhan atau pertanyaan bersenggama pads masa kehamilan kepada dokter Anda.

Yang Perlu Diperhatikan
Mungkin dokter atau bidan Anda akan memberikan panduan dasar agar bersenggama semakin nyaman tanpa terhalang kehamilan, selain memberikan batasan-batasan serta larangan selama periode tertentu, terutama jika si ibu hamil:
• Pernah mengalami keguguran
• Pernah mengalami kelahiran dini
• Infeksi dari masing-masing pasangan
• Kehadiran janin lipat ganda
• Pendarahan selama hubungan tubuh
• Terasa sakit selama hubungan badan
Pecahnya air ketuban atau kebocoran cairan dari vagina