Perselingkuhan

No comment »

Perselingkuhan akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan yang menarik dan santer, sebab perselingkuhan itu sendiri tidak hanya didominasi oleh para pria, tetapi juga wanita di segala lapisan dan golongan, bahkan tidak memandang usia. Sebenarnya fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti halnya Jakarta, tetapi juga di kota-kota kecil atau pun di daerah. Masalahnya, berita-berita mengenai perselingkuhan lebih banyak disorot di kota besar karena di kota besar seperti halnya Jakarta segala sesuatu lebih transparan termasuk dalam hal batasan norma-norma. Di kota besar seperti Jakarta, segala hal bisa bersifat relatif; artinya, segala sesuatu tidak bisa dinilai dari satu sudut pandang saja. Demikian pula halnya dengan perselingkuhan yang belakangan ini makin marak dibicarakan orang. Apakah yang sebenarnya terjadi ?

Alasan Mengapa orang berselingkuh
Setiap orang yang menikah sudah tentu mendambakan dan mencita-citakan bisa menempuh kehidupan perkawinan yang harmonis. Namun bagaimana pun juga, kita tidak bisa melupakan bahwa sebuah perkawinan pada dasarnya terdiri dari 2 orang yang mempunyai kepribadian, sifat dan karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain. Semua itu sudah ada jauh sebelum keduanya memutuskan untuk menikah. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kehidupan perkawinan pada kenyataan selanjutnya tidak seindah dan seromantis harapan pasangan tersebut. Persoalan demi persoalan yang dihadapi setiap hari, belum lagi ditambah dengan keunikan masing-masing individunya, sering menjadikan kehidupan perkawinan menjadi sulit dan hambar. Jika sudah demikian, maka kondisi itu semakin membuka peluang bagi timbulnya perselingkuhan di antara mereka.

Debbie Layton-Tholl, seorang psikolog, pada tahun 1998 meneliti alasan-alasan terjadinya perselingkuhan di antara pasangan setelah sekian lama menikah. Menurut Debbie, biasanya orang memakai alasan mengapa dirinya berselingkuh adalah karena :
1. merasakan ketidakpuasan dalam kehidupan perkawinan
2. adanya kekosongan emosional dalam kehidupan pasangan tersebut
3. problem pribadi di masa lalu
4. kebutuhan untuk mencari variasi dalam kehidupan seksual
5. sulit untuk menolak “godaan”
6. marah terhadap pasangan
7. tidak lagi bisa mencintai pasangan
8. kecanduan alkohol atau pun obat-obatan
9. seringnya hidup berpisah lokasi
10. dorongan untuk membuat pasangan menjadi cemburu

Krisis Usia Pertengahan

1 comment »

Gangguan mudah lelah, sulit konsentrasi, gampang mengantuk, merupakan sebagian dari gejala andropause. Namun, gejala itu biasanya terjadi pada pria yang telah berusia 60-an tahun. Jika gejala itu terjadi pada usia 45-an, apa penyebabnya?

Bukan Andropause
Beberapa keluhan Anda, yaitu mudah lelah, sulit berkosentrasi, dan cepat mengantuk memang merupakan sebagian gejala andropause. Namun, bukan berarti setiap orang yang mengalami gejala seperti itu pasti mengalami andropause. Apalagi mengingat usia Anda baru 45 tahun, yang berarti jauh dari usia andropause pada umumnya.
Andropause yang sebenarnya hanya dialami oleh sedikit pria pada usia 60-an tahun. Tidak semua pria mengalami masa andropause, walaupun pada pria usia lanjut terjadi penurunan kadar hormon testosteron di dalam darah.

Pada usia pertengahan, seperti usia Anda saat ini, masalah yang terjadi ialah “krisis usia pertengahan”. Pada usia ini, tidak sedikit pria dan wanita yang mengalami krisis dalam kehidupan seksualnya. Pada usia ini orang merasa secara fisik tidak seperti dulu lagi karena mengalami perubahan kemunduran.
Pria yang merasakan itu sangat khawatir kehilangan kemampuan seksualnya. Karena itu, banyak pria yang kemudian ingin menguji kemampuan seksualnya dengan mencari wanita lain, yang jauh lebih muda.
Kalau ternyata kontak seksual dengan wanita lain itu memberi kepuasan yang diharap, ia akan menganggap ada sesuatu yang kurang pada istrinya.

Dan mudah dimengerti kalau pria itu kemudian terus melakukan kontak seksual dengan wanita itu. Meski begitu, bila kontak seksual yang semula hanya untuk uji coba itu berlanjut lebih jauh sampai melibatkan emosi yang dalam, terjadilah kemudian perkawinan yang kedua.

Jengkel Seks
Sekitar 20 persen pria dan wanita mengalami “fenomena seks yang padam” pada usia pertengahan. Fenomena ini muncul karena kejenuhan dan kejengkelan terhadap aktivitas seksual yang monoton.
Kejenuhan seksual merupakan salah satu penyebab awalnya. Bagi pasangan yang sudah lama menikah, kejemuan seksual memang sering muncul, yang disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual.

Bisa jadi masalah yang Anda alami adalah gejala “krisis usia pertengahan” yang disebabkan penurunan kemampuan fisik dan kejenuhan terhadap suasana monoton yang telah berlangsung sekian lama. Pada keadaan ini Anda tidak memerlukan pengobatan hormon (TSH) karena kadar hormon testoteron pada umumnya masih normal.

Namun, tentu diperlukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya gangguan fisik atau psikis yang mengakibatkan munculnya keluhan seperti yang Anda alami. Untuk mengetahui normal tidaknya kadar hormon testosteron, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Pengobatan hormon testosteron dapat Anda peroleh di dokter spesialis andrologi setelah mendapat pemeriksaan sebelumnya. Soal apakah Anda memang memerlukan pengobatan hormon atau tidak, ditentukan oleh hasil pemeriksaan yang benar.

Dipengaruhi Lima Faktor
Dorongan seksual dipengaruhi oleh lima faktor. Pertama, hormon testosteron. Kedua, keadaan kesehatan tubuh. Ketiga, faktor psikis. Keempat, rangsangan seksual dari luar, baik rangsangan fisik ataupun psikis. Kelima, pengalaman seksual sebelumnya.

Kalau faktor di atas mendukung, dorongan seksual menjadi kuat. Misalnya, bila rangsangan seksual diterima cukup baik dari pasangan, dorongan seksual kuat. Sebaliknya, bila faktor di atas menghambat, dorongan seksual lemah atau bahkan hilang. Sebagai contoh, bila keadaan kesehatan terganggu karena suatu penyakit, dorongan seksual menurun.
Kalau Anda merasakan dorongan seksual yang kuat, itu berarti faktor yang mempengaruhinya baik. Mengingat usia Anda masih muda, hampir pasti keadaan kesehatan Anda baik, yang mendukung dorongan seksual. 
Jika Anda menikah belum lama, tentu secara psikis belum muncul kejenuhan terhadap situasi dalam relasi dengan istri. Berbeda kalau usia pernikahan sudah lebih lama, apalagi kalau tidak ada variasi situasi dalam relasi dengan istri.

Dengan dorongan seksual yang kuat, wajar bila Anda ingin sering melakukan hubungan seksual. Sayangnya istri merasa tidak sanggup, walaupun tidak menjelaskan mengapa istri seperti itu. Jadi, masalah yang Anda hadapi sebenarnya adalah kesenjangan seksual dengan istri.

Alasan Tersembunyi
Perlu diketahui mengapa istri “tidak sanggup”. Atau, adakah masalah tertentu di balik pengakuan “tidak sanggup” itu? Apakah istri Anda dapat merasakan kepuasan seksual selama ini?
Kalau tidak dapat mencapai kepuasan seksual, akan muncul kecenderungan enggan, bahkan menolak hubungan seksual. Namun, kalau dapat mencapai kepuasan seksual, muncul kecenderungan ingin melakukan hubungan seksual lebih sering. Karena itu, banyak istri yang dapat mencapai orgasme berkali-kali (multiple orgasm). Kemungkinan lain, kebugaran fisik istri kurang baik sehingga mudah lelah, lalu merasa tidak sanggup lagi.
Kalau ingin menekan dorongan seksual Anda, cobalah lakukan kegiatan fisik dan mental juga. Dengan keseimbangan kegiatan fisik dan mental, dorongan seksual pada umumnya dapat ditekan.
Upaya yang Anda lakukan mungkin hanya atau lebih banyak kegiatan fisik saja. Cobalah lakukan juga kegiatan yang menggunakan pikiran dan rasa. Dengan keseimbangan itu diharapkan dorongan seksual Anda dapat ditekan.

Tentu saja tidak dapat dikesampingkan kemungkinan Anda seorang hiperseksual. Untuk menentukan ini diperlukan konsultasi lebih jauh, apakah benar dorongan seksual dan perilaku seksual Anda memenuhi ketentuan pada hiperseksualitas.
Hal penting yang perlu Anda perhatikan ialah jangan memaksa istri bila dia menyatakan sudah tidak sanggup lagi. Kalau dipaksa dapat terjadi akibat buruk bagi kehidupan seksualnya kelak.

 

Gangguan Dorongan Seksual Pada Wanita

No comment »

Gangguan dorongan seksual pada wanita merupakan salah satu disfungsi seksual yang cukup sering terjadi. Disfungsi seksual itu sendiri mungkin dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan salah satu atau kedua belah pihak akan seks, ataupun adanya hambatan dalam berkomunikasi antar pasangan. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengenali pasangan anda dan mendeteksi adanya sesuatu yang mengganggunya, agar disfungsi dapat dicegah atau diatasi sedini mungkin.

Gangguan dorongan seksual pada wanita, antara lain adalah hipoaktif, atau bila lebih parah lagi, aversi seksual. Dorongan seksual yang hipoaktif adalah bila wanita kurang berhasrat untuk berhubungan, sedangkan bila lebih parah lagi, wanita tersebut akan selalu mencari-cari alasan untuk menghindari situasi yang mengarah pada hubungan seksual. Hal inilah yang dinamakan aversi seksual.

Gangguan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti hormon, kesehatan tubuh secara keseluruhan, faktor psikologis ( seperti rasa jemu, stres, dll ), rangsang yang diterima, dan pengalaman seksual sebelumnya. Hal ini penting sekali karena sangat mungkin pengalaman sebelumnya yang kurang baik telah menimbulkan trauma pada diri wanita, sehingga akan enggan melakukan hubungan lagi.

Adapun tanda-tanda yang harus anda ketahui dari pasangan anda, jika ia mengalami hiposeksualitas atau bahkan aversi seksual, yaitu, frekuensi berhubungan pasti akan menurun, ada sifat mudah marah atau tersinggung, dan sensitif terhadap topik seputar seks, serta seringkali muncul disfungsi seksual lainnya seperti dispareunia, yang merupakan nyeri sekitar organ seks pada tindakan seksual, gangguan pencapaian orgasme, dan sebagainya. Mengetahui manifestasi gangguan ini sangatlah penting, karena penyembuhannya dilakukan berdasarkan penyebab dan gejalanya.

Untuk mengatasi gangguan ini, anda dan pasangan harus mengetahui dahulu penyebabnya, apakah fisik atau psikologis ? Misalnya, bila ternyata yang menjadi masalah adalah kejemuan, mungkin anda berdua dapat berlibur dan berekreasi ke suatu tempat untuk sekedar ganti suasana. Pilihan lainnya adalah terapi seks, yaitu cara mengatasi disfungsi seksual yang memadukan pengobatan biomedis yang psikososial. Untuk menyukseskan penyembuhan. Pasangan harus saling mengerti dan mendukung, karena dirinya pasti terlibat.

Kebanyakan gangguan hiposeksual ini terjadi pada wanita dan lebih jarang pada pria. Untuk mengatasinya sangatlah penting bahwa terdapat saling pengertian dan keterbukaan dalam menghadapi masalah ini. Dengan begitu, semoga anda dan pasangan dapat melanggengkan hubungan anda lebih harmonis lagi, dan mencapai kebahagiaan bersama.

SMS Buat Kekasih

No comment »

Mungkin ini bisa menjadi contoh dari obrolan kekasih tapi dalam bentuk sms, silahkan dihayati dibaca dan dikirim ke kekasih :)

1. Tadi malam aku minta bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari
2. Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih!
3. Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu
4. Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku, akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.
5. Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal.
6. Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu
7. Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.
8. Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya
9. Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.
10. Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh
cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan
kamu. Kamu emang menakutkan!
11. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum
12. Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu

Anda punya sms seperti ini? atau ada sms rayuan? silahkan share disini.

Pilek

1 comment »

Yang kita kenal dan namakan sebagai pilek, sering terjadi pada anak-anak, disebabkan oleh virus, yaitu adenovirus. Penularannya melalui udara. Seorang anak pada umumnya dapat terserang pilek sampai 3 kali dalam setahun, atau bahkan lebih dalam hal-hal tertentu.

Gambaran Klinis
Pada bayi biasanya disertai demam ringan, hidung tersumbat, ingus encer, gelisah atau susah makan. Penyakit ini tidak akan berlangsung lebih dari 3 hari, kecuali terjadi komplikasi oleh infeksi sekunder.

Anak yang sudah lebih besar akan mengeluh tentang iritasi hidung dan - tenggorokan. Ingus encer akan cepat mengental. Dapat menghilangkan nafsu makan. Air mata mengalir dan mata sering menjadi bengkak. Bernapas melalui mulut akan memperberat kekeringan dan rasa nyeri di tenggorokan. Demam ringan dapat terjadi. Gejala-gejala ini biasanya hilang setelah 3-4 hari berlalu.

Komplikasi
Bila dibiarkan berlarut semakin berat, pilek yang kita anggap biasa itu dapat menimbulkan berbagai komplikasi, antara lain, otitis media (radang telinga bagian tengah), mastoiditis (radang tulang di belakang telinga), sinusitis, radang saluran pernapasan bagian bawah (bronkitis, bronkiolitis, bronkopneumonia).

Pengobatan
Tujuan pertama dari setiap pengobatan pilek adalah mengatasi tersumbatnya hidung. Pada bayi, ini dilakukan dengan pengisapan hidung dengan menggunakan bola karet yang dilekatkan kateter karet lunak atau plastik. Biasanya penyedotan hidung ini dilakukan sebelum bayi diberi makan atau pada malam hari menjelang tidur. Bila tidak seluruhnya berhasil, dapat ditambahkan obat tetes hidung efedrin. Untuk anak yang sudah lebih besar dapat diberikan obat cair untuk diminum seperti pseudoefedrin hidroklorida. Posisi bayi sebaiknya telungkup untuk lebih memudahkan bagi ingus untuk mengalir keluar ke atas kasur. Antibiotika tidak diperlukan kecuali telah terjadi komplikasi. Obat penekan batuk dan ekspektoran tidak dianjurkan.

Kontrasepsi Suntik Pria Relatif Tanpa Efek Samping

1 comment »

Alat kontrasepsi bagi pria yang disuntikkan ke bagian tubuh hampir menjadi kenyataan dan relatif tidak menimbulkan efek samping, sementara dua perusahaan obat-obatan Eropa siap memproduksinya.
Para ilmuwan Australia yang tergabung dalam Institut Riset ANZAC di Sydney, menyatakan alat kontrasepsi itu 100 persen efektif, karena telah dicobakan kepada 55 pria setiap tahunnya. Hasilnya, tidak ada seorang istri pun dari mereka hamil.

Penelitian selama lima tahun itu dilakukan dengan menyuntikan hormon dan memasang implant sebagai kontrol kehamilan. Untuk itu, pria yang ingin ikut program keluarga berencana tidak perlu mengkonsumsi pil pencegah kehamilan setiap harinya.
Kontrasepsi bekerja dengan cara menghambat produksi sperma lewat penyuntikan-penyuntikan progestin setiap tiga bulan. Hormon itu juga akan mengurangi dorongan seks pria. Testoteron menjadi implant di bawah kulit pria, dengan begitu libido dapat dikendalikan.

Sesudah periode 12 bulan, para peserta pria akan menghentikan pengobatan untuk memulihkan kesuburan.
Metode ini membuktikan hampir berhasil, setidak-tidaknya bagi seorang anggota kepolisian Sydney, Chris Hains. Istrinya hamil tujuh bulan setelah Hains berhenti mendapat suntikan, dan kini mereka memiliki seorang anak laki-laki berusia empat bulan.
Hains mengatakan, “Istriku Nicole memiliki masalah dengan kontrasepsi yang dipakainya sehingga dokter menyarankan kepadanya agar menghentikan dulu pemakaian pil kontrasepsi itu.”
Profesor David Handelsman yang memimpin penelitian menyatakan, temuan kontrasepsi bagi pria itu sungguh bermakna, utamanya menunjukkan bukti bahwa pria ikut bertanggung jawab dalam program keluarga berencana.

Juru bicara dari Asosiasi Keluarga Berencana, Melissa Dear kepada CNN mengatakan hasil penelitian itu akan membuka jalan bagi penemuan lanjutan yakni kontrasepsi pria berbentuk tablet hormon.
Dokter spesialis kesehatan reproduksi dari Unit Kesehatan Reproduksi di Edinburgh, Richard Anderson kepada BBC menyatakan langkah selanjutnya terpulang pada perusahaan obat-obatan untuk mulai melakukan produksi. Hal itu tidak akan berlangsung lama, paling dalam hitungan beberapa tahun saja.
Sementara dua perusahaan obat-obatan Eropa menyatakan bahwa mereka berharap dapat memproduksi dan memperdagangkan pil kontrasepsi pria. Mereka mengintroduksi sebuah klinik yang melibatkan 350 pria di Eropa.

Dua perusahaan itu masing-masing Germany Schering AG (SCHG.DE) dan Akzo Nobel (AKZO.AS) yang telah menandatangani kerja sama untuk mengembangkan kontrasepsi pria pada akhir November, demikian Reuters menulis. “Kami merasa optimistis bahwa dapat memasarkan produk tersebut kurang lebih dalam lima tahun,” kata juru bicara Schering, Astrid Forster di Berlin. Kedua perusahaan itu telah melakukan percobaan dengan injeksi testoteron yang dimasukkan ke bagian dalam kulit pria setiap tiga atau empat bulan.

Serangkaian studi seputar kontrasepsi pria telah dilakukan antara lain di Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Swedia, Denmark, dan Finlandia.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kontrasepsi pria yang dilakukan dengan diinjeksi nyatanya dinilai 99 persen efektif. Ini merupakan langkah revolusioner di bidang pembatasan kelahiran.
Sebelumnya kontrasepsi pria dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif seperti terganggunya frekwensi hubungan seks dan menimbulkan kelainan kulit.

Ancaman Remaja Perokok: Kanker Payudara

No comment »

Wanita yang saat remaja diketahui menjadi penghisap rokok dikemudian hari akan mengalami resiko yang tinggi terkena kanker payudara. Menurut Dr Janet E Olson dari Mayo Clinic College of Medicine di Rochester Minnesota (AS) mengatakan bahwa resiko kanker payudara dimulai saat sang remaja wanita memutuskan untuk merokok atau tidak.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Olson juga menunjukan bahwa para wanita yang mulai merokok sebelum mengalami kehamilan pertama akan memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa menopause.

Sementara bagi wanita yang mengawali kebiasaan merokok setelah melahirkan anak pertama tidak memiliki kecendrungan terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok.

“Hasil penelitian kami menunjukan bahwa kanker payudara bisa dicegah saat wanita memasuki masa remaja,’ jelas Dr. Janet E. Olson.

Dr Olson juga mencataan bahwa target untuk menanggulangi terjadinya kanker payudara pada waniat bisa dicegah saat masih remaja.

Riset juga memberikan hasil yang konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyebut menunda kehamilan akan menaikan resio terkena kanker payudara.

Alasan utama dari konsistensi ini sangat erat kaitanya dengan perkembangan payudara selama kehamilan dan persalinan dimana biasanya wanita memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi mereka.

“Jika wanita menunda kehamilan maka resiko itu akan semakin besar dan bisa lebih merusak jika dikombinasikan dengan kebiasaan mereak merokok,’ tandas Dr Olson.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa kebiasan merokok akan membuat seorang wanita memiliki resiko terkena kanker payudara setelah masa `postmenopausal`.

Meski untuk yang satu ini masih diperdebatkan karena penelitian lain menyebut tidak ada hubunganya antara merokok dengan resiko kanker payudara.

Dr Olson dan tim melakukan penyelidikan atas data dari `the Iowa Women’s Health Study` dengan kisaran wanita berusia 55 hingga 69 tahun pada tahun 1986 dan kemudian diikuti sampai 1999.

Secara keseluruhan 37,105 wanita diidentifikasi berisiko kanker payudara termasuk 7,095 wanita yang mulai merokok sebelm mereka mengalami kehamilan pertama.

Sementara 4.186 diantaranya merokok setelah kehamilan pertama.

Total dari 2,017 wanita diketahui terkena kanker payudara pada masa studi dilakukan.

Seorang wanita yang mengawali kegiatan merokok sebelum melahirkan pertama akan berisiko 21 persen terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok.

Hasil penelitian Dr Olson dipublikasikan melalui `the journal, Mayo Clinic Proceedings`.

Dr Olson memberikan penekanan bahwa hasil penelitian mereka tidak memberikan pengertian bahwa para wanita yang mulai merokok setelah melahirkan pertama akan masuk dalam kategori sehat. Karena menurut Dr Olson, merokok bisa menyebabkan banyak masalah pada kesehatan dan sebaiknya dihindari.

Sejarah Masturbasi, Hanya Cerita? Fakta?

2 comments »

Onan sedang gelisah. Ia disuruh ayahnya, Yehuda, untuk menikahi janda almarhum kakaknya. Onan keberatan karena ia yakin bahwa anak yang lahir akan dianggap sebagai keturunan kakaknya. Maka, Onan kemudian memutuskan untuk menumpahkan spermanya di luar tubuh janda tersebut setiap kali mereka berhubungan seksual. Dengan cara itu, janda kakaknya tidak akan hamil. Namun, cara itu harus berakhir tragis karena Tuhan murka dan Onan mati.

Cuplikan kisah tersebut adalah awal munculmya aktivitas seksual ang dikenal dengan istilah onani atau masturbasi. Onani, yang berasal dari nama Onan, dipakai untuk menggambarkan aktivitas seksual yang ditujukan untuk memberikan kepuasan dengan memberikan rangsangan oleh diri sendiri (autoerotism) atau dapat juga saling memberikan rangsangan seksual pada alat kelamin untuk mencapai kepuasan, yang dikenal dengan mutual masturbation.

Hingga sekarang, aktivitas seperti ini masing mengandung perdebatan, apakah layak atau tidak. Beberapa pakar seks menilai, masturbasi adalah cara mencapai kepuasan seksual yang aman, karena sudah pasti dapat terhindar dari penyakit seks menular. “Masturbasi lebih menguntungkan dari sisi kesehatan dibandingkand engan jajan seks di lokalisasi,” kata Leila Ch budiman, seorang konsultan psikologi, seperti dikutip Kompas Online.

Masturbasi juga merupakan sebuah cara untu menghilangkan ketegangan. Masturbasi adalah hal alamiah bagi mahluk hidup sebagai sebuah sarana untuk menghilangkan ketegangan dan pemenuhan kebutuhan seksual,” ujar Profesor Peter Lim, seorang ahli urology kepada Newman Magazine. Faktanya, menurut Lim, masturbasi baik bagi kesehatan. “Selama masa kesuburan, jika produksi sprema proa tidak dikeluarkan secara teratur, kualitas sperma tersebut akan memburuk dan hal ini tak cukup baik bagi kesehatan seorang pria,” kata Lim menjelaskan.

Penjelasan Lim didukung hasil penelitian Graham Giles dari Cancer Council Victoria Melbourne, Australia. Kesimpulan penelitian yang dipublikasikan di Majalah New Scientist itu menyebutkan, makin sering seorang pria melakukan masturbasi, terutama di usia muda, memperkecil resiko kena kanker prostat. Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang menyerang pria di atas usia 50 tahun. Data yang dipublikasikan menunjukkan bahwa penyakit ini telah membunuh 500.000 laki-laki setiap tahun.

Para peneliti melakukan riset terhadap 2.338 pria Australia, untuk mengetahui kebiasaan seks mereka dibandingkan dengan kemungkinan terkena kanker prostat. Dari jumlah tersebut, 1.079 responden telah didiagnosa menderita kanker prostat. Laki-laki yang ejakulasi lebih dari lima kali seminggu pada usia 20-50 tahun, risiko terkena kanker prostat semakin kecil. Keluarnya sperma secara teratur memungkinkan kelenjar kelamin menjadi bersih dan tidak tersumbat.

Sebuah buku yang berjudul Onana, yang ditulis Samuel August Tissot pada pertengahan abad ke 18, menguraikan beragam penyakit yang dapat timbul akibat masturbasi. Gaung dari buku ini sungguh luar biasa. Sampai dengan saat ini, pada masyarakat berkembang, dapat menyebabkan kelumpuhan, impotensi, mandul, sampai psikosomatis.

Mitos itu sudah dianggap benar di mata masyarakat. hal ini pula yang membuat orang kemudian ragu dan dilematis untuk mengakui secara jujur telah melakukan masturbasi. Profesor Lim, kepada Newman Magazine, kembali menceritakan pengalamannya di Singapura. “Banyak pasien saya datang dan mengatakan, ’saya terlalu sering masturbasi dan mengalami ejakulasi dini’,” cerita Profesor Lim.

Munculnya anggapan seperti itu dimasyarakat pun tidak bisa disalahkan. Aktivitas seksual seperti masturbasi masih dilihat sebagai hal yang tabu dan tidak pantas dilakukan. Kelompok agamawan menilai bahwa hal tersebut adalah dosa. Kondisi ini menyebabkan mitos seputar masturbasi terus dipelihara hingga saat ini.

Mitos tentang masturbasi, menurut para dokter, tidaklah tepat. Bahkan, menurut Dr. Paul Tan, tak hanya pria, masturbasi yang dilakukan oleh wanita yang mengarah pada orgasme adalah hal yang sehat. “wanita yang memendam hasrat seksual dan membiarkan dirinya meledak tanpa orgasme menyebabkan penyumbatan krosis di daerah pinggul,” kata ginekologis Peter Tan.

“Ketika seorang wanita terangsang secara seksual, maka akan mengalir menuju daerah panggul. Jika tercapai orgasme, darah akan mengalir ke sel-sel diseputar panggul,” kata dokter Tan. Ia kemudian melanjutkan, “saat tidak terjadi orgasme, maka darah akan menumpuk dan terasa penat. “Kondisi ini, menurut dokter Tan, bila berlangsung lama dapat menyebabkan wanita kehilangan libido seks.

Penasihat Singapore Planned Parenthood Association ini menolak jika ia disebutkan menyarankan seserang wanita melakukan masturbasi. “Saya tidak sedang mengatakan bahwa wanita seharusnya bermasturbasi, tapi saya ingin menegaskan bahwa seorang wanita yang melakukan masturbasi jauh lebih menikmati seks dari pada wanita yang frigid,” ucap Tan. Ahli ginekologi ini juga menjelaskan bahwa pilihan untuk tidak melakukan masturbasi pun adalah sebuah pilihan yang benar, karena pilihan tersebut diambil atas dasar keyakinan bahwa tindakan itu benar.

Meskipun masih terus mengundang perdebatan di kalangan pemuka agama dan tokoh masyarakat, pada kenyataannya masturbasi juga memberikan keuntungan tersendiri secara sosial. Hasrat seksual yang tak kesampaian dapat memicu tindakan yang tak sehat secara sosial, seperti pemerkosaan, kriminalitas dan bentuk-bentuk pelecehan seksual.

Pendapat para dokter, yang menyebutkan bahwa masturbasi adalah hal yang baik bagi kesehatan, bukanlah sesuatu yang baru. Namun, tak serta merta membuat aktivitas seks ini kemudian menjadi sesuatu yang lumrah. Realitas bahwa manusia hidup dalam sebuah tatanan sosial dengan norma agama dan etika membuat masturbasi mempunyai nilai ambivalensi.

Dan, karena sifatnya yang ambivalen, maka masturbasi harus dilihat hitam putih. Melakukan masturbasi harus dilihat sebagai sebuah pilihan yang dewasa dan bertanggung jawab. Tanpa itu, orang akan terys terjebak dalam kegelisahan dan rasa bersalah, karena masturbasi akan terus menjadi perdebatan sepanjang secara peradaban manusia. Selalu begitu

Sumber: Senior

Degdegan

No comment »

Tidak mengkhawatirkan sesuatu, tidak merasa takut, cemas, gelisah, tegang, namun jantung tetap degdegan atau berdebar-debar. Apakah degdegan ini merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang.
Degdegan dapat merupakan suatu proses fisiologis yang normal. Namun, bisa juga terjadi akibat suatu yang patologis bila ada gangguan pada kerja jantung secara langsung. Gangguan di organ tubuh lain pun dapat mengganggu kerja jantung.

Secara tidak sadar, aktivitas jantung dikontrol oleh sistem saraf otonom. Tanpa disadari otot-otot jantung terus bekerja sesuai dengan fungsinya. Ada kalanya aktivitas jantung dapat disadari dan dirasakan.
Secara normal, aktivitas jantung dapat disadari dan dirasakan ketika selesai berolahraga atau bekerja berat. Aktivitas jantung memang akan meningkat. Demikian juga pada sebagian wanita hamil dan wanita menjelang menopause. Pada orang yang mempunyai kesadaran tinggi tentang kondisi tubuhnya, misal dalam keadaan cemas, aktivitas jantung ini biasanya juga dapat dirasakan.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan palpitasi –istilah yang digunakan dalam dunia kedokteran ketika seseorang merasakan aktivitas jantungnya berdebar, antara lain adanya gangguan pembuluh darah jantung, gangguan pada jantung, atau gangguan hormon terutama hormon tiroid.
Penyebab yang paling sering adalah adanya gangguan irama pada jantung (aritmia). Palpitasi yang disebabkan aritmia mungkin disertai dengan kelemahan, sesak napas, atau sakit kepala.
Bila jantung berdebar diikuti dengan adanya keluhan nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada mengindikasikan adanya penyakit jantung koroner. Dengan pemeriksaan yang teliti pada frekuensi dan irama jantung dapat membedakan apakah gangguan ini normal atau patologis.

Jika mengalami berbagai keluhan ini sebaiknya segera menemui dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan keluhan dan tanda-tanda lain yang mengarahkan pada diagnosa yang tepat. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan EKG (rekam jantung) dan fungsi hormon tiroid.

Sumber: email

Air Putih Baik Bagi Kesehatan Jantung

2 comments »

Ingin turunkan resiko sakit jantung? Minum saja air putih. Mungkin ungkapan tersebut terbilang sangat sederhana, tapi begitulah hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Loma Linda University di California.
Riset tersebut mengemukakan orang yang minum minimal lima gelas air perhari lebih jarang meninggal dunia akibat serangan jantung dibandingkan yang minum air kurang dari dua gelas setiap harinya.
Sebaliknya orang yang mengkonsumsi minuman selain air putih beresiko meninggal akibat serangan jantung dibandingkan yang minum lebih sedikit.

Analisi ini didasarkan pada studi yang melibatkan 8.280 pria dan 12.017 wanita dengan kisaran usia 38 tahun. Studi selama enam tahun yang dipimpin oleh Jacqueline Chan, DrPH bersama rekannya Synnove Knutsen, MD, PhD, ini mencatat kejadian dan perkembangan penyakit jantung koroner. Dari jumlah tersebut 246 responden meninggal akibat sakit jantung.

Hasil studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology ini menyebutkan risiko serangan jantung pada responden yang minum lebih dari 5 gelas perhari berkurang sampai 41 persen. Sementara pada pria risiko kondisi yang mengkonsumsi minuman lain termasuk teh, kopi, jus, susu dan alkohol tetap beresiko tinggi terkena serangan jantung.
Menurut Chan air yang diminum akan diserap masuk ke dalam aliran darah, hal ini bisa menurunkan ketebalan pembuluh darah, jadi resiko terkena serangan jantung yang dipicu bekuan darah pun akan berkurang.

Sebaliknya minuman lain akan mempertebal pembuluh darah, pasalnya setelah dicerna bahan ini akan mengandung konsentrasi yang sama dengan darah.
Berbeda halnya dengan aspirin dan alkohol yang bisa menurunkan risiko serangan jantung tapi disertai problem kesehatan lain, sementara air tergolong murah, mudah diperoleh dan tak membahayakan.

Sumber:

Midnight Attack! Suami Puas, Istri Tersiksa?

No comment »

Bercinta di tengah malam atau yang kerap disebut dengan Midnight Attack menawarkan sensasi tersendiri bagi kaum Adam. Setidaknya, hal ini diakui segelintir pria kendati tidak representatif. Selain rasa lelah sirna, stamina pun kian pulih setelah tidur yang cukup. Kendati demikian, bagaimana dengan psikologis sang istri? Apakah mereke menyukai midnight attack?

Rutinitas kaum metropolis khususnya kota besar berjalan seakan tak pernah berhenti. Otak dan tenaga dikuras hingga ke titik terendah. Fenomena ini tentunya berdampak pada hasrat bercinta seseorang.

Gejala ini kerap dirasakan Edi, seorang marketing manager perusahaan swasta bertaraf internasional. Kesibukan Edi dalam bekerja seakan tak kenal waktu. Semakin tinggi karir seseorang, maka semakin tinggi pula tugas dan tanggung jawabnya. Setidaknya hal ini selalu menerpa Edi. Alhasil, hasratnya bercinta dengan sang isteri pun menurun. Pasalnya, saat ia pulang ke rumah ia sudah dalam keadaan lelah.

Edi pasangan yang baru menikah beberapa bulan lalu. Seharusnya, hubungan ranjang Edi dengan sang isteri masih berjalan hangat dan menyenangkan. Tapi Edi mengaku, waktu khusus mereka untuk bercinta menjadi kendala utama. Maklum, Edi tipe workaholic. “Tiap saya pulang ke rumah, badan saya sangat lelah karena rutinitas kantor. Jadi, setelah saya membersihkan badan dan makan malam saya suka langsung tidur. Saya terlalu lelah untuk bercinta. Tapi di malam hari saya suka terbangun dan di situlah saya mengajak isteri bercinta,” ungkap Edi.

Edi mengaku, isterinya tidak pernah protes atas perilakunya yang suka midnight attack. Menurut Dr. Harjono Djatioetomo, Sp.And, Spesialis Andrologi dari Omni Medical Center, midnight attack kadang dianggap menawarkan sensasi lebih, tapi itu untuk sisi pria. Sedangkan dari segi wanita justru sebaliknya. Dalam bercinta wanita perlu prolog dan persiapan. Saat di kantor, tidak ada salahnya memberi tahu bahwa nanti malam akan mengajak istri bercinta. Saat itu pula si isteri akan berpikir bagaimana cara untuk memuaskan suami dan dia pun akan melakukan persiapan. Di situlah birahinya mulai naik, karena dia tahu kalau nanti malam dia akan bercinta, jadi dia memanfaatkan situasi. Begitu suaminya pulang, dia sudah dalam keadaan siap berhubungan seksual, dan dia pasti akan cepat mengalami kepuasan. Itu jika kita lihat dari segi wanita,” jelas Dr. Harjono.

Dr. Harjono menambahkan, ada berbagai macam predikat seks malam hari, mulai serangan fajar, midnight attack, dan lainnya, semua itu tak lebih dari sensasi bercinta yang signifikan. Kondisi atau perasaan saat bercinta yang dialami pria dan wanita tak ada bedanya, cuma stamina yang berbeda. Namun, yang sulit bagi wanita adalah mengatur birahi.

“Dibandingkan dengan wanita yang bekerja siang hari, wanita yang bekerja pada malam hari jauh lebih mudah menerima hubungan seks di malam hari. Wanita yang kerja di siang hari, biasanya kalau sudah tidur, susah dibangunkan,” jelasnya.

Bagi sebagian wanita, fenomena midnight attack dianggap sebagai beban karena midnight attack bisa menurunkan kadar kenikmatan bercinta. “Isteri merasa midnight attack itu bisa jadi suatu siksaan. Menjelang tidur, bukan seks yang ada di pikiran wanita, tapi bagaimana ia bangun pagi hari dan menyiapkan kebutuhan anak dan suami, bukan seks. Walau pun melayani suami hanya sekedar kewajiban, mereka tidak akan mengalami kenikmatan karena bercinta secara asal-asalan,” jelas dokter Harjono.

Secara umum, wanita senang berhubungan intim bila tidak ada batas waktu. Jika ingin bercinta pada malam hari, waktu yang paling pas adalah setelah makan malam, istirahat dan dalam kondisi santai. Dikondisi seperti ini perempuan lebih mudah orgasme.

Tipikal Pria Egois
Sebagian pria menilai, midnight attack lebih nikmat dari pada seks dalam waktu reguler. Sebenarnya ini adalah salah satu bentuk sikap keegoisan kaum pria. Pasalnya, midnight attack belum tentu memberikan kepuasaan terhadap kedua belah pihak.

Jika ingin membangun hubungan cinta yang baik, suami harus mampu membangun komunikasi yang efektif. Artinya, suami tak sungkan bertanya kepada isteri, waktu bercinta yang disukainya. Perlu diketahui, tidak semua isteri senang dengan pilihan waktu bercinta suami. Oleh karena itu, ketahuilah waktu bercinta yang disenangi isteri. Bila isteri senang bercinta di pagi hari, bercintalah di pagi hari karena pada saat itu isteri mungkin akan mudah mengalami orgasme.

Harjono menjelaskan, wanita pekerja sudah memiliki ritme hidup yang jelas. Pukul 22.00 WIB tidur malam, 04.00 WIB bangun tidur, mandi dan sarapan, pukul 06.00 WIB berangkat kerja. Seandainya berhubungan seksual puku1 02.00 WIB, maka waktu istirahat dan kualitas tidur mereka akan menurun secara otomatis, stamina pun juga menurun. Hal ini bisa berdampak negatif pada psikologis istri. Seks bukan lagi menjadi kebutuhan biologis, melainkan hanya sebagai kewajiban semata.

Bagi perempuan modern, mereka akan menolak hubungan seks seperti ini, karena mereka tidak akan mendapat kenikmatan dan ritme hidup menjadi tidak teratur.

Midnight attack juga bisa menimbulkan konflik yang berdampak buruk pada keharmonisan rumahtangga. Untuk mengurangi beban, tersebut, maka isteri harus berani. Jika tidak diungkapkan, akan menambah beban psikologis.

Biasanya, fenomena midnight attack terjadi di pasangan muda, jarang sekali ditemui di pasangan yang umurnya lama. “Untuk pasangan yang sudah lama, biasanya mereka cenderung memilih situasi. Karena umumnya, wanita yang cukup berumur berani menolak. Sedangkan wanita muda sungkan menolak, takut suaminya marah atau selingkuh,” jelasnya.

Ada beberapa teknik untuk menjauhkan keharmonisan keluarga dari konflik. Salah satunya adalah dengan membangun komunikasi yang efektif. Jangan sungkan untuk bertanya pada isteri apakah ia menyukai midnight attack atau tidak. Jangan tabu membicarakan seks dengan pasangan. Sesibuk apapun Anda, sempatkanlah membahas kehidupan ranjang anda dengan sang isteri. Seks yang dibentuk dengan keinginan berdua tentunya tidak akan menambah rasa lelah setelah seharian bekerja.

Motivasi orang bercinta memang berbeda-beda. Ada yang termotivasi karena ingin punya anak, maka kebutuhan biologis semata hanya kewajiban. Orang berhubungan seks karena ingin punya anak, biasanya tidak memikirkan kenikmatan.

Bercinta dengan pasangan tak semudah membalik telapak tangan. Berhubungan seks membutuhkan persiapan matang. Di sisi wanita, pembentukan birahi tak semudah kaum pria.
Umumnya wanita lebih mudah terangsang ketimbang pria. Hal ini bersifat relatif. Tiap wanita memiliki tipe karakter berbeda-beda.

Sumber: Male Emporium