July 18, 2008 - aku

Pencegahan Kanker Leher Rahim

Ada hubungan erat antara kanker leher rahim dan Human Papilloma Virus (HPV). Jika virus ini menginfeksi perempuan, ada kemungkinan berisiko menjadi kanker leher rahim.  Kanker leher rahim disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma Virus. Virus itu bisa dicegah dengan vaksinasi sejak dini, yaitu sejak usia remaja.

HPV berpotensi menular lewat kontak kelamin. Di antaranya tentu saja lewat hubungan seks. Soal vaksinasi dan tetek bengek seputar kanker leher rahim, remaja putri harus sudah mendapatkan penjelasan yang cukup dari dokter dan kedua orangtua mengenai hal ini agar dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker leher rahim.

Vaksinasi Wajib
Sebagai orangtua, tentu akan mengambil langkah apa pun secepat mungkin yang terbaik untuk anak. Tentu khawatir mengenai bahaya kanker rahim dan bila sudah ada pencegahannya, kenapa itu tidak dilakukan?

Remaja putri merupakan target ideal untuk mendapatkan vaksinasi kanker leher rahim. “Sebenarnya vaksinasi ini bisa diberikan kepada perempuan segala umur, tetapi ada syaratnya, yaitu tidak ada kontak seksual, kondisi leher rahim normal, dan tak ada lesi pra kanker. Di Amerika Serikat, usia ideal perempuan untuk divaksinasi 9 hingga 13 tahun, mungkin di Indonesia dari 14 hingga 27 tahun,” papar Dr. Nugroho.

Pemberian vaksin dilakukan tiga kali berturut-turut. Setelah vaksin pertama, dua bulan berikutnya pasien hares kembali untuk vaksinasi kedua. Vaksin ketiga atau terakhir berjarak enam bulan kemudian.

Harga per suntikan vaksin Rp 950 ribu hingga satu juta. “Itu belum biaya lain-lain,” ujar Dr. Nugroho. Memang diakuinya mahal dan saat ini baru bisa dijangkau kalangan menengah ke atas.

“Di masa depan vaksinasi jenis ini jadi sebuah kewajiban di negara maju seperti di AS. Saya yakin karena masuk vaksinasi wajib, kelak harganya bakal turun seperti dalam kasus vaksin hepatitis B,” katanya.

Ditularkan Pria
Diakui oleh Dr. Nugroho, vaksinasi itu hanya mencegah HPV jenis 16 dan 18 yang berisiko menyebabkan kanker leher rahim. “Vaksin ini tidak bisa membunuh 30 hingga 40 HPV yang menyerang organ reproduksi dari 120 jenis yang telah diketahui. Namun, ada juga beberapa jenis HPV yang ikut tercegah berkat vaksinasi ini,” ungkapnya.

Cara penularan HPV bisa melalui jalur seks dan non-seks. Jalur seks terjadi lewat kontak alat kelamin, baik lewat hubungan seks ataupun seks oral. Jalur non-seks terjadi lewat baju dalam, sarung tangan operasi, maupun kelahiran normal lewat vagina. Dalam hal ini virus berpindah ke bayi dari vagina lewat saluran pernapasan bayi.

Infeksi HPV ini, menurut Dr. Nugroho, tergolong dalam penyakit menular seksual (PMS). Lebih dari 75 persen wanita yang berhubungan intim pernah terinfeksi virus HPV. Puncak infeksi ini terjadi antara umur 18 hingga 22 tahun. Infeksi itu meningkat berlipat-lipat risikonya jika sering berganti pasangan. “Ingatlah pula bahwa pria juga dapat menularkan HPV,” sebutnya.

Infeksi ini bisa pula terjadi pada diri Anda. Bila itu terjadi, virus HPV 80 persen akan dibersihkan lewat sistem kekebalan tubuh. Sisanya kemungkinan menjadi Infeksi menetap di dalam tubuh dan berisiko kanker leher rahim.

Meskipun sudah divaksinasi, tes pap smear tetap disarankan oleh Dr. Nugroho. “Jika Anda sudah menikah atau melakukan hubngan seks, lakukan pap smear secara teratur,” katanya. Pap smear adalah prosedur pengambilan sel dari leher rahim untuk diperiksa mikroskop demi mendeteksi adanya kelainan pada leher rahim.

Vaksinasi dan pap smear bersamaan dengan edukasi soal kanker leher rahim itu merupakan langkah pencegahan kanker tersebut. “Dari data rumah sakit, kanker leher rahim merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Dari data populasi, kanker payudara nomor satu di Indonesia,” katanya.

Menurut data WHO setiap tahun di seluruh dunia 490 ribu perempuan didiagnosis menderita kanker leher rahim. Sebagian besar penderita kanker itu ada di negara-negara berkembang. Dari angka 490 ribu, 240 ribu di antaranya meninggal dunia.

Kenali Organ Reproduksi Anda
Serviks adalah organ bagian dari sistem reproduksi perempuan. Ini merupakan bagian bawah dari uterus alias rahim yang berbentuk seperti buah pir. Leher rahim ini merupakan penghubung rahim dengan vagina. Lewat saluran leher rahim ini darah menstruasi mengalir setiap bulan keluar lewat vagina.

Serviks jugs memproduksi lendir. Lendir ini bertugas membantu sperma berpindah dari vagina menuju rahim. Selama kehamilan, serviks tertutup rapat demi melindungi bayi di dalam rahim. Ketika bayi sudah siap dilahirkan, leher rahim ini membuka, sehingga bayi mampu melewati vagina.

Gejala Kanker Leher Rahim
1. Perdarahan tidak normal
• Perdarahan sesudah berhubungan intim.
• Perdarahan abnormal di luar waktu haid.
• Perdarahan sesudah menopause.
2. Keluar cairan kekuningan dan bau dari vagina
3. Sakit atau nyeri
• Nyeri pada pinggul.
•  Nyeri pada kaki

Health/Kesehatan / wanita haid / kaki / kanker / leher / menopause / pendarahan / pinggul / putri / rahim / remaja / sakit /

Comments

  • ni kadek ratnasih says:

    apa ada hubungannya antara infeksi saluran kencing dengan keputihan serta bagaimana penanggulangannya, terima kasih

  • admin says:

    Apa hubungannya? hhmm tunggu di artikel selanjutnya aja ya :oops:

  • alla says:

    admin, minta info ttg rumah sakit yg bisa nge-cek kanker payudara dan leher rahim, plus biaya-nya yah, thanks…

  • Melisa says:

    Mau tanya dong, yang disebut nyeri pinggul, itu nyeri yang seperti apa? seperti pegal2, kesemutan, kram, atau nyeri yang bagaimana?

    keputihan saya warnanya kuning, tapi tidak berbau busuk dan tidak berlebihan, jumlahnya sedikit. apa saya terkena penyakit?

    terkadang saya kalau malam, suka merasa sakit perut seperti haid, tapi tidak sedang masa haid. yang anehnya, itu terjadi kalau saya kelaparan. kalau sudah makan, tidak sakit lagi. tapi gejala sakitnya tidak seperti sakit maag, seperti sakit sedang haid.

    terima kasih ^^

  • […] daerah pribadinya setiap tahun sekali. Hal ini untuk mencegah dan mengatasi jika ada sesuatu yang menganggu tubuh kita. Dan mungkin untuk merasa nyaman, kita perlu tahu apa alasan dan apa persiapan yang […]

  • […] 7. Hindari untuk menyemprot minyak wangi/parfum ke dalam vagina […]

  • vie says:

    gak tau mau comment apaan,,,, :cry: :sad:

  • Lia says:

    Mau nanya d , saya kl kecapean gt sering adny flex” haid . Tp tdk bnyk dan ga berbau busuk . Apakah saya ad penyakit ?

  • vina says:

    :mad: klo sya sring kputihan tp kta dr. stelah q cek ktanya dsbabkan oleh jamur,tp sy khawatir

  • pipiet says:

    saya keputihan yg kadang celana dalam saya kuning n berbau sampai sy harus ganti pantiliner 3-4 x sehari,,sy belum memeriksa ke dr,,tp apa kr2 saya terkena kanker serviks,,saya takut skali..

  • nana says:

    saya sering keluar darah diluar waktu haid

    truz gimana dong…

  • fea says:

    saya sering keputihan apabila kecapean/ saat stres pikiran.tetapi kadang dibagian luar lapisan mulut vagina sering kering dan lecet yang menggakibatkan saat kencing berasa perih. Awalnya saya juga pernah cek kalau terkena infeksi urine. sebenarnya penyakit apa yang telah saya alami/ apakah itu termasuk membahayakan thank

  • ana says:

    selamat sore,
    saya tanya beberapa hari ini haid saya tidak lancar dan ada lendir bening, apakah itu juga gejala cancer serviks? tolong info x . terimakasih
    :smile:

  • wid says:

    akhr2 ni srg kluar drah,tp sdkit dr vagina,dsrtai lenndir,itu knp ya dok?

  • nana says:

    salam kenal mbak pipit,

    saya nana, ingin sharing mbak. saya baca keluhan anda. saya ingin menanyakan bagaimana keadaan anda saat ini. mhn maaf mbk sebelumnya, saya ingin tahu karena saya juga mengalami hal seperti anda.
    mohon di balas mbak y. cz terus terang saya juga cemas dengan keadaan saya dan takut sekali

    trimakasih

  • richar says:

    pencegahan kanker leher rahim apa ya yg pling cpt?

  • mei says:

    klo terasa nyeri saat buang air kecil atau yg disebut anyang2an,buang air kecil tdk lancar..apakah itu termasuk gejala dari kanker serviks ??? jangan sampe deh..
    oya terasa nyeri bgt ketika sore hari..
    minta penjelasannya yaa..
    thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>