Pelajaran Seks Bantu Anak Laki-Laki Bilang “No to Sex”

Suatu program sekolah yang bertujuan mengubah sikap anak-anak terhadap seks, berhasil membantu anak laki-laki menunda berhubungan seks untuk yang pertama kali. Begitu laporan Dr. Karin K. Coyle dari ETR Associates, lembaga riset pendidikan yang bermarkas di Scotts Valley, California, dalam American Journal of Public Health edisi Mei.
Program yang disebut Draw the Line/Respect the Line itu diujicoba di 10 sekolah menengah di kawasan urban California. Sembilan sekolah yang setara juga dikaji sebagai pembanding. Periset mengikuti lebih dari 2.800 siswa kelas enam selama tiga tahun untuk mengetahui apakah sikap dan perilaku mereka berubah atau tidak bila menyangkut persoalan seks.

Diketahui, ketika berada di kelas sembilan, 19 persen anak laki-laki itu telah berhubungan seks. Angka ini lebih kecil daripada murid sekolah yang tidak ikut program, yaitu 27 persen.
Program itu ternyata tidak mempan bagi anak perempuan. Di sekolah yang mengikuti program, anak perempuan yang sudah berhubungan seks ketika mereka berada di kelas sembilan berjumlah 20 persen. Selisih sedikit dibanding anak perempuan dari sekolah yang tidak ikut program, yaitu 22 persen.
Dr. Kanin K. Coyle berpendapat, “perbedaan kekuatan” yang terdapat dalam relasi antara anak perempuan dengan pacarnya, yaitu anak laki-laki yang lebih tua, mungkin memegang peranan mengapa program itu kurang memberi efek pada mereka.

Di kelas delapan pada saat penelitian dilakukan, 30 persen dari anak perempuan itu mengaku sudah berpacaran dengan anak lelaki yang setidaknya berusia dua tahun lebih tua. Dan mereka, “jauh lebih mungkin” untuk berhubungan seks dibanding teman sebayanya.
Menurut Coyle, program itu dirancang guna memberi informasi dasar tentang cara menghindari seks sekaligus risiko akibat hubungan seks yang tidak aman. Para siswa diberi pemahaman tentang “batasan” seksual yang mereka tetapkan sendiri, juga diajak menghargai batasan seksual yang ditetapkan oleh teman mereka. Mereka juga mempelajari HIV dan penyakit menular seksual lain, serta bagaimana menghindarinya.

Tujuan pokok program itu yakni mengampanyekan bahwa menunda hubungan seks adalah pilihan terbaik bagi siswa. Hasil yang diperoleh tidak mengecewakan. Dibanding anak sebaya, mereka yang ikut program memiliki pengetahuan tentang HIV dan penggunaan kondom yang lebih tinggi, lebih memiliki sikap positif untuk menunda hubungan seks, dan lebih berani menetapkan batasan yang lebih ketat bagi diri sendiri dalam hal perilaku seksual.

One comment on “Pelajaran Seks Bantu Anak Laki-Laki Bilang “No to Sex”

  1. sahayunie December 21, 2010 5:23 am

    apa yang penting.. pengetahuan & akibat melakukan seks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>