Do We Need Romantic Sex (2)
Setelah membaca artikel sebelumnya, yang mengenai definisi romantisme seks dan peranan kaum muda, sekarang kita bahas bagian yang lain.
Orang Asia Kurang Romantis
Unsur romantisme dalam jiwa seseorang ternyata tak lepas dari kultur negara bersangkutan. Setidaknya hal ini diamini oleh dokter Ferryal. Menurutnya, orang Asia, termasuk Indonesia, cenderung lebih dominan ke unsur seksual-nya. “Coba lihat para orangtua kita, tidak banyak yang romantis di masa tua mereka. Justru mereka yang di saat tua tetap romantis adalah mereka yang memiliki latar belakang pendidikan dari Eropa. Misalnya, sekolah-sekolah Belanda, dan lainnya,” jelasnya.
Tambahnya,”Romantisme yang mereka tunjukkan dengan sering duduk berduaan, saling berpelukan, jalan-jalan bersama di sebuah taman sembari melihat cucunya. Mereka menunjukkan rasa kasih sayang, perhatian, dan menunjukan rasa kebahagiaan terhadap pasangan. Tapi, aktivitas seperti berpelukan dan saling mengelus itu bukan bersifat seksual.”
Kendati demikian, kultur orang Asia yang kurang romantis itu sah-sah saja. Namun dengan catatan hal itu tidak menimbulkan protes di antara pasangan. Menurut hasil penelitian Dr. Ferryal beberapa waktu lalu menunjukan bahwa 56% wanita yang belum pernah merasakan orgasme. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan si wanita bahwa menikah sebenarnya menjanjikan kenikmatan. Yang mereka tahu bahwa kenikmatan, kebahagiaan, dan kepuasan hanya bisa diraih kaum pria. Padahal, semua itu bukan dominasi
kaum pria. “Tapi, sekarang kan sudah beda, pola pikir wanita sudah berubah. Kini, mereka sudah lebih berani mengungkapkan keinginannya,” tambahnya.
Berjalannya waktu dan perubahan zaman, wanita di masa sekarang umumnya mulai terbuka. Artinya, mereka sudah lebih tahu bahwa seksual itu bukan hanya kepentingan kaum pria, tapi kepentingan mereka juga. Mereka sadar bahwa kepuasan adalah milik berdua. “Kalau wanita sudah menyadari itu, mereka tentu tidak mau diperlakukan sewenang-wenang oleh kaum pria,” katanya.
Tak Harus Kontak seksual
Karena unsur romantis dalam bercinta bisa mempercepat meraih kepuasan, maka bak dua mata pisau yang berbeda, dilupakannya romantic sex akn bisa mengakibatkan hancurnya hubungan secara tidak langsung dengan pasangan. Namun begitu, romantic sex tidak harus selalu diakhiri dengan hubungan seksual, demikian menurut Dr. Ferryal. Katanya lagi, “Makanya, hal ini bisa dilakukan oleh para orang-orang tua, dan dilakukan di mana saja. Mereka bisa romantis tanpa ada niat merangsang nafsu seksual atau
berlandaskan birahi. Jadi, sebenarnya mereka hanya melampiaskan kasih sayang di antara mereka.”
Tapi, aktivitas tersebut tetap digolongkan sebagai aktivitas seksual. “Hanya saja akan lebih baik jika unsur romantisme ini digabung atau diakhiri dengan making love. Tentunya hal ini akan lebih mantap lagi,” tambahnya.
Memang ada tipikal pria yang kurang romantis, namun ia memiliki ketahanan durasi bercinta yang cukup fantastis. Kendati demikian, menurut Dr. Ferry, hal itu bukan tolok ukur kejantanan seorang pria.
“Hal itu belum tentu menunjukan sebuah kehebatan dan sebagai jaminan bahwa si wanita juga akan puas. Biar pun kontak seksual bisa berlangsung lama, justru si wanita bukannya mendapatkan kepuasan, tapi malah menderita karena kesakitan. Bahkan, umumnya si wanita ingin hubungan badan itu segera berakhir, karena faktor psikis mereka tidak terpenuhi. Bagi mereka, hubungan macam itu tidak menawarkan kenikmatan,” tandasnya.
Unsur romantisme pada wanita memang memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, jika teknik romantisme dilakukan dengan mantap, seringkali bisa menyebabkan si wanita orgasme tanpa adanya kegiatan seksual. Bahkan, pria yang memahami wanita, seharusnya bisa memberi keyakinan terhadap pasangannya akan rasa aman dan nyaman. Kamar adalah salah satu lokasi yang menyenangkan bagi sebagian besar wanita. Kamar diyakini sebagai tempat melepas penat fisik dan otak. Di sinilah kejelian seorang pria diuji. Dapat bersikap layaknya seorang pria sejati. Komunikasi yang lembut adalah salah satu jawabannya. Berikan perhatian lebih dan perlakukan istri bak seorang puteri adalah hal yang tak sulit dilakukan. Ketika istri telah mendapatkan kenyamanan yang dinginkannya itu, dari situlah libido sang istri akan terbentuk, dan berujung ke sebuah ritual bercinta yang apik.



