Resep Agar Tetap Bugar dan Fit di Usia Senja

4 comments »

Selama ini banyak orang percaya dengan mitos yang mengatakan makin senja usia seseorang, makin berkurang mobilitasnya, alias tidak lincah lagi akibat osteoporosis. Padahal selama kita memiliki struktur tulang yang baik dan menjaga kesehatan tubuh, Anda bisa tetap aktif bergerak meski sudah menjadi oma.
Osteoporosis adalah proses yang alamiah. Namun, seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup manusia, osteoporosis menjadi problem. Tanpa “tulang” yang kuat, seseorang bisa jadi akan merepotkan sekitarnya di masa tuanya.

Menurut Catherine Armstrong, naturophat (praktisi kesehatan) dari Australia, masalah tulang bisa dialami siapa saja, tak selalu orang lanjut usia. Pada beberapa kasus terdapat anak-anak penderita penyakit tulang.
Untuk mendapatkan tulang kuat, konsumsi makanan yang mengandung kapur, seperti kol, bawang, bawang putih dan telur yang baik untuk pertumbuhan tulang muda. Dan tentu saja kalsium.

Tak hanya dari susu
Angka kecukupan kalsium rata-rata yang dianjurkan di Indonesia adalah 500 – 800 mg per orang per hari. Pada usia lanjut dan wanita menopause para ahli cenderung menganjurkan asupan sampai sekitar 1.000 mg/hari.
Susu memang mengandung banyak kalsium. Tetapi kalsium tidak hanya didapatkan dari susu. Kalsium bisa diperoleh dari sayuran hijau (bayam misalnya), buah-buahan, brokoli, serta tempe dan tahu. Kacang-kacangan dan  makanan laut juga kaya kalsium.  Jika perlu, tambahkan dengan suplemen yang mengandung glukosamin.

Amstrong menganjurkan para penderita radang “sendi”  untuk memilih ikan laut dalam, seperti salmon, tuna, atau makarel. “Jika ada peradangan di sendi, ikan dan minyak ikan sangat dianjurkan. Karena keduanya kaya akan zat anti peradangan asam omega 3 seperti Eicosopentaenoic Acid (EPA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA),” katanya. Sebelum memilih produk minyak ikan, sebaiknya Anda melakukan tes anti merkuri, mengingat kandungan bahan kimia yang terlalu tinggi pada ikan bisa menjadi racun.  Untuk mengobati jari-jari tangan yang kaku, Armstrong merekomendasikan jahe dan ginkgo biloba untuk melancarkan sirkulasi darah.

Jika salah satu anggota keluarga Anda memiliki penyakit radang sendi, maka Anda harus lebih berhati-hati. Berolahragalah secara teratur dan hindari beberapa jenis makanan, antara lain terong, kentang, tomat, teh hitam, buah-buahan asam, daging merah serta kurangi konsumsi gula.
Makanan-makanan tersebut memiliki efek berbeda pada setiap orang yang menderita masalah tulang. Ada baiknya Anda melakukan survei sendiri dengan mencoba makanan mana saja yang membuat penyakit Anda semakin parah.

Bagi para penderita penyakit tulang, Amstrong menyarankan agar mereka melakukan olahraga yang tidak terlalu berat tetapi tetap membuat seluruh tubuh bergerak. Berenang, berjalan, pilates atau tai chi adalah salah satu di antaranya.  Konsultasikan dengan dokter atau pelatih kebugaran sebelum Anda memilih salah satu jenis latihan.

Biar Anak Tidak Kegemukan, Tidur Saja

No comment »

Rutin berolahraga dan pola makan yang sehat selama ini dikenal sebagai cara untuk menjaga berat badan tetap normal, tapi sebuah riset mutakhir menyebutkan adanya solusi baru untuk melawan kegemukan pada anak-anak, yaitu dengan tidur.

Melalui riset yang dilakukan oleh ilmuwan di University Northwestern, Inggris, diketahui bahwa anak-anak yang cukup tidur akan memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah dan risiko kegemukannya dalam lima tahun ke depan akan berkurang, dibandingkan dengan anak yang kurang tidur.

Menambah waktu tidur di malam hari akan mengurangi kemungkinan kegemukan 30-36% pada anak-anak, dan 34% pada anak usia pra-remaja. Itu merupakan kesimpulan para peneliti yang juga dimuat dalam Journal Child Development.

Para peneliti melakukan pengumpulan data secara nasional terhadap 2.281 anak berusia 3-12 tahun. Orangtua anak-anak tersebut diberikan semacam jadwal harian untuk mencatat informasi seperti waktu mulai tidur, berapa lama, dan waktu bangun tidur. Pencatatan tersebut dilakukan selama lima tahun berturut-turut.

Dari jadwal harian tersebut, diketahui anak-anak yang kurang tidur, terbiasa tidur larut malam, atau bangun terlalu pagi, setelah lima tahun cenderung menjadi gemuk. Penelitian tersebut juga menunjukan bahwa tidur larut malam memiliki dampak yang besar terhadap kegemukan, terutama pada anak yang berusia 3-8 tahun. Sedangkan dampak kegemukan karena bangun terlalu pagi lebih banyak terjadi pada anak berusia 8-13 tahun.

The National Sleep Foundation, Inggris, merekomendasikan agar anak yang berusia 5-12 tahun sebaiknya tidur selama 10-11 jam setiap malam, sedangkan anak remaja cukup tidur 8-9 jam.

Kurang tidur tidak hanya berdampak pada berat badan anak, tapi juga berakibat pada hal lain, misalnya berkurangnya kemampuan akademis, kecanduan alkohol, lemahnya sistem pertahanan tubuh, hipertensi, diabetes, dan juga penyakit jantung.

Tim peneliti belum mengetahui kaitan antara tidur dan kegemukan pada anak, tetapi mereka menduga kurang tidur menyebabkan anak mudah lelah sehingga akhirnya tidak memiliki energi untuk berolahraga. Selain itu, bangun tidur awal akan membuat anak lebih banyak makan. Kurang tidur juga diketahui dapat mengganggu hormon yang mempengaruhi metabolisme dan rasa lapar.

Meskipun belum diketahui dengan pasti kaitan antara tidur dengan kegemukan, namun para peneliti tersebut mengingatkan para orangtua agar memperhatikan waktu tidur anak-anaknya.

Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Kondom

1 comment »

Cukup banyak peneliti yang sudah lama meyakininya, namun kini mereka memiliki bukti pendukung bahwa kondom dapat mengurangi terjadinya risiko penularan virus penyebab kutil kelamin (genital warts) dan beberapa kasus kanker leher rahim.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 82 orang wanita memperlihatkan bahwa wanita yang mengaku pasangannya selalu menggunakan kondom saat berhubungan seksual memiliki kemungkinan 70% lebih kecil untuk terkena infeksi human papillomavirus (HPV) dibandingkan wanita yang pasangannya sangat jarang (kurang 5% dari total jumlah hubungan seks) menggunakan kondom. Pernyataan itu telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kondom hanya berperan kecil dalam penularan virus yang terjadi sebagai akibat adanya kontak antar kulit selama berhubungan seks. Namun berdasarkan penelitian terakhir diketahui bahwa wanita yang pasangannya menggunakan kondom lebih dari setengah jumlah hubungan seks mereka, kemungkinan untuk tertular virus menurun hingga 50% dibandingkan wanita yang pasangannya hanya sekali-sekali saja menggunakan kondom.

Para peneliti tersebut telah menguji kesehatan aktivitas seksual pada 82 wanita dengan dan tanpa menggunakan kondom. Mereka kemudian menyimpan catatan aktivitas seksual tersebut dalam sebuah situs yang telah disediakan dan melakukan pemeriksaan ginekologi selama empat bulan sekali. Para wanita itu tetap terus dipantau selama satu tahun penelitian.

Perlu diketahui, setidaknya sekali dalam hidupnya, setengah dari wanita dewasa yang aktif secara seksual pernah terinfeksi HPV tapi biasanya tidak berbahaya. Meskipun demikian, gangguan tersebut terkadang dapat menimbulkan tumbuhnya sel yang abnormal pada leher rahim dan akhirnya berkembang menjadi kanker.

Resep: Mau Langsing Tanpa Diet

2 comments »

Anda yang ingin langsing biasanya dianjurkan untuk diet ketat, tidak boleh makan es krim, cokelat dan permen.  Bahkan banyak yang percaya minum susu akan bikin gemuk.  Makanya banyak perempuan yang mati-matian tidak mengonsumsi susu berikut produk turunannya.  Untuk menjaga tubuh langsing dan sehat sebenarnya tidak sulit asal Anda tahu caranya.

1. Sarapan sangat penting sebagai sumber energi dalam beraktivitas dan memacu pembakaran lemak dalam tubuh.  Tidak sarapan akan membuat perut kelaparan saat makan siang dan mengambil porsi banyak.
 
2. Usahakan selalu bergerak untuk memacu kerja metabolisme tubuh.  Olahraga naik turun tangga saat berangkat dan pulang kerja (jika kantor anda di atas), lumayan membantu menguatkan kaki dan meningkatkan pembakaran lemak.  Sering-seringlah lupakan lift.
 
3. Minum air putih yang banyak, minimal 8 gelas perhari.  Bermanfaat juga untuk melembabkan kulit dan menjaga kesehatan.
 
4. Hindari softdrink dengan kalori tinggi.  Pilihlah teh, selain menyehatkan juga dipercaya bisa meluruhkan lemak dan antioksidannya berfungsi melawan radikal bebas.
 
5. Banyak makan buah dan sayur yang kaya serat, bisa melancarkan buang air besar dan mengenyangkan perut.  Anda tidak perlu ngemil lagi.
 
6. Jangan menunda jam makan.  Makan tepat waktu dan dalam porsi kecil.  Kelaparan akan membuat kita ngemil dan makan dalam porsi besar.

Nah sekarang sudah tak perlu diet lagi khan? :lol:

Penyebab dan Gejala Kanker Leher Rahim

1 comment »

Mari kita membahas mengenai penyebab dan gejala kanker leher rahim, tapi sebelumnya kita perlu tahu apa sich kanker leher rahim tersebut? “Kanker leher rahim” adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina). 

Kanker lehar rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. “Tumor” dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.
 
Penyebab kanker leher rahim
Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :

1. HPV (Human Papilloma Virus)

HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

Gejala Kanker Leher Rahim
Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.

Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:
• Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
• Nyeri panggul, punggung dan tungkai
• Keluar air kemih dan tinja dari vagina
• Patah tulang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk pencegahan kanker leher rahim ini.

Alzheimer? Anda Pernah Alami?

No comment »

Banyak gejala-gejala yang kita alami sehari-hari ternyata merupakan gejala penyakit “alzheimer”. Seperti pada penyakit-penyakit lainnya atau yang ini kita sering tak menyadari akibatnya keadaannya  terlanjur parah. Alzheimer adalah penyekit degeneratif yang bisa menimpa semua orang. Berikut gejala-gejala alzheimer seperti disampaikan dari Healthy Life (november 2006) :

1. Sering lupa. Misalnya lupa dimana meletakkan kuncu mobil, bahkan bisa lupa dengan orang yang sering bertemu dengannya.
2. Sering salah meletakkan barang. Misalnya kunci rumah diletakkan dalam kotak obat.
3. Sulit memahami aktivitas harian yang biasa dilakukan. Misalnya menjadi tidak bisa mengenakan pakaian.
4. Sulit menemukan kata yang tepat untuk sesuatu yang akan dikatakannya. 
5. Emosi tak stabil. Misalnya mudah marah atau menangis, mulai murung atau diam.
6. Tidak mau melakukan berbagai aktivitas, termasuk yang dulunya menajdi hobi. Bisa berjam-jam nonton televisi atau tidur jauh lebih lama.
7. Tidak mengenal tempat dan disorientasi waktu.
8. Tak dapat mengambil keputusan serta inisiatif.

Buat Kaum Pria, Kesuburan Pria Menurun di Usia 40

2 comments »

Peneliti Prancis mengungkapkan, kesuburan pria menurun saat mencapai usia 40 tahun, sebagaimana terjadi pada kaum hawa yang tingkat fertilitasnya menurun pada usia tertentu.

Penelitian mereka terhadap hampir dua ribu pasangan yang menjalani tes kesuburan, menemukan bahwa usaha kehamilan gagal 70 persen pada pasangan yang prianya berumur diatas 40 tahun atau lebih dibandingkan apabila mereka berusia kurang dari 30 tahun tanpa melibatkann usia pasangan wanitanya.

Karena semua wanita yang disertakan dalam penelitian tersebut dinyatakann tidak subur sama sekali dan mengikuti prorgam bayi tabung maka usia calon ayah sangat merupakan faktor utama bagi pasangan tersebut untuk mencapai keberhasilan.

Sementara itu, hasil studi selama ini menyatakan semakin tinggi usia seorang pria maka semakin kecil pula kemampuannya untuk menjadi ayah karena telah terjadi perubahan biologis atau karena menurunnya kemampuan seksualnya, masih belum jelas benar.

“Hasil penemuan penelitian kami untuk pertama kalinya memberikan bukti kuat faktor menurunnya kemungkinan seorang pria dapat menjadi ayah terkait erat dengan usia biologis pria,” demikian kata para peneliti seperti yang mereka turunkan dalam bentuk tulisan dalam “Jurnal Fertilitas dan Sterilitas”.

Dr. Elise de la Rochebrochard dari Lembaga Kesehatan Prancis INSERM memimpin penelitian itu.

Menurut para ilmuwan yang bergabung dalam kelompok peneliti itu kemungkinan tingkat keberhasilan program bayi tabung semakin kecil bersamaan dengan semakin tinggi usia calon ayah, hal itu dikarenakan mutu sel jantan yang diproduksi memiliki kualitas yang rendah.

“Telah lama diketahui bahwa wanita umumnya mengalami penurunan kesuburan setelah usia mencapai 35 tahun, hal itu diperoleh dengan membandingkan dengan wanitan kelompok usia dibawah 35 , namun penemuan terakhir menemukan hal itu juga berlaku bagi pria, usia 40 tahun adalah titik batas penentu kesuburan”, kata de la Rochebrochard .

“Dalam hal reproduksi faktor umur tidak hanya merupakan faktor penentu bagi si calon ibu saja tetapi terbukti bagi keduanya, si ayah juga.”

Hati-Hati: Kesemutan, Bukanlah Gangguan yang Ringan

1 comment »

Kesemutan adalah gejala yang hampir pernah dialami oleh semua orang. Biasanya “kesemutan” menyerang jika kita terlalu lama diam atau berada dalam satu posisi tertentu, misalnya duduk sambil melipat kaki untuk waktu yang lama atau tangan tertindih badan pada saat tidur. Kalau sudah kesemutan, biasanya lama-kelamaan akan terasa kebal atau “ngilu”, namun berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut. Karena sifatnya easy come-easy go, maka kita cenderung menganggap kesemutan adalah hal yang biasa, padahal kesemutan justru bisa menjadi pertanda adanya hal-hal yang tidak biasa.

Kesemutan umumnya memang mudah hilang saat bagian tubuh yang kesemutan dikibas-kibaskan atau digerakkan perlahan. Namun, ada pula kesemutan yang tidak hilang sendiri. Apabila seseorang mengalami kesemutan di satu bagian tubuh, kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya dan memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, kemungkinan itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak.

Pada dasarnya, kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama. Pada orang yang sensitif, tidur miring terlalu lama saja dapat menyebabkan kesemutan.

Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja yang baku. Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang dikirimkan ke saraf tepi, lalu masuk ke dalam susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Kemudian stimulus diteruskan ke atas sampai ke thalamus (pusat penyebaran utama impuls-impuls sensoris). Dari sini, stimulus dikirimkan ke kulit otak (cerebral cortex). Pada saat inilah, apa yang dirasakan tersebut disadari oleh si individu.

Kalau ada gangguan dalam jalur sensori baku tersebut, maka timbullah kesemutan. Kesemutan yang tidak disertai dengan gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun, kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, atau lainnya. Jika ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau tebal, ada juga sakit kepala, muntah-muntah, dan kelumpuhan kecil.

Kesemutan sebagai bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal dari suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali).

Bila kesemutan tidak hilang hanya dengan dikibaskan, bila tadinya hanya terasa di dua jari kemudian di semua jari, lalu merambat ke tangan; bila tadinya hanya terjadi sekali-sekali namun kini hampir tiap hari, atau bila kesemutannya telah meningkat menjadi baal, itu saatnya kita harus pergi ke dokter.

Penyebab Seseorang Mudah Pingsan

No comment »

Bagi mereka yang mudah pingsan kerap dianggap lemah jantung. Apalagi jantungnya sering berdebar-debar. Padahal memakai baju dan kerah ketat pun bisa berdampak buruk. Penyebab kejadian seseorang mudah pingsan bisa disebabkan karena jantung yang kurang beres dan juga beberapa faktor dari luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun faktor risiko penyakit jantung serta usia yang masih muda.

Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung diketahui lebih disebabkan karena adanya hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.

Pingsan berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi. Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun. Untuk mengatasi penurunan tersebut, timbul refleks normal berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung untuk mengembalikan curah ke jantung ke tingkat semula.

Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.

Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat.

Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi justru mulai mengeluarkan keringat dingin dan kepala terasa melayang, lebih baik kita langsung jongkok, duduk, atau mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali, apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.

Sebaliknya, kalau kita harus menolong orang yang pingsan, sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini. Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar.

Untuk mencegah terjadinya keadaan mudah pingsan yang bukan karena kelainan jantung dapat dilakukan dengan berolahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai. Kalau pingsan yang jelas disebabkan oleh kelainan jantung, diajurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang lebih tepat.

Enam Tanda-Tanda Gejala Flu Serius

No comment »

Kalau anda atau orang dekat anda mengalami mengalami flu, sebaiknya baca ini, karena bisa jadi gejala yang diderita termasuk dalam gejala serius. Jika ini yang tengah alami segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Berikut enam gejala flu serius yang perlu anda ketahui:

1. Sulit bernapas dan dada terasa sakit
Selain hidung tersumbat dan otot umumnya terasa sakit, demam atau flu tidak seharusnya membuat anda kesulitan bernapas dan sakit pada dada. Jika ini yang anda rasakan, ini mungkin bukan hanya sekedar gejala flu. Bisa mungkin penyakit lain seperti penyakit jantung, asma, pneumonia atau yang lainnya. Karena itu segera hubungin dokter.

2. Demam yang tak kunjung reda
Jika anda mengalami demam yang terus menerus bisa mungkin ini gejala infeksi tambahan dalam tubuh yang seharusnya segera mendapatkan perawatan.

3. Muntah dan tidak dapat menahan dehidrasi
Dalam keadaan flu berat, tubuh membutuhkan cairan untuk terhindar dehidrasi. Jika anda sulit menjaganya, sebaiknya langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus.

4. Menelan terasa sakit
Ini gejala flu yang sebenarnya tidak biasa. Walaupun sedikit ketidaknyaman ini terjadi ketika anda menelan dapat berasal dari sakit tenggorokan, rasa sakit yang lebih mungkin gejala infeksi atau sakit lain yang perlu mendapatkan perawatan dokter.

5. Batuk yang sulit hilang
Batuk yang tidak mau pergi biasa hanya diakibatkan oleh kering paska sakit tenggorokan yang cukup diobati dengan antihistamin. Tetapi apabila batuk anda bertahan selam alebih dari 2 sampai 3 minggu, periksakan ke dokter bisa mungkin terjadi infeksi.

6. Tersumbat yang terus menerus dan sakit kepala
Demam dan alergi dapat menyebangkan tersumbat dan penyumbatan pada sinus dapat memicu infeksi sinus.

Jika anda mengalami hal ini, jangan lakukan pengobatan biasa, pergilah ke dokter untuk penyembuhan dengan antibiotik. Baca juga artikel ini.

Bau Mulut, No Way !!!

1 comment »

Bau mulut (halitosis) ternyata bisa disebabkan oleh banyak sebab, mulai dari kesehatan rongga mulut sampai adanya penyakit tertentu. Namun, hasil penelitian menunjukkan hampir 85 sampai 90% penyebab bau mulut yaitu karena disebabkan oleh adanya kelainan rongga mulut, baik karies gigi maupun infeksi jaringan penyangga gigi. Bau mulut ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada pasangan.

Pada orang yang menderita halitosis, kadar Volatile Sulfur Compound (VSCs) di dalam mulutnya mengalami peningkatan. VSCs sendiri merupakan zat yang terdapat di dalam rongga mulut. Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil mercaptan, dan dimetil disulfid, yang merupakan produk bakteri atau floral normal rongga mulut. Dengan meningkatnya kadar VSCs dalam mulut, bisa menyebabkan bau VSCs tercium oleh indera penciuman.

Penyebab lain yang bisa juga menyebabkan bau mulut yaitu hidung, jantung, atau karena penyakit tertentu. Misalnya kencing manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus. Namun pada anak, bisa disebabkan karena ada benda asing yang masuk ke hidung dan tidak terdeteksi, sehingga terjadi pembusukan, lalu menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu, bau mulut juga bisa terjadi karena pengaruh sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut. Apabila ini terjadi, maka akan mengundang aktivitas bakteri secara berlebihan.

Untuk itu, jika ingin terhindar dari bau mulut, maka perlu mengetahui terlebih dahulu apa penyebabnya. Untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh gigi, bisa juga menggunakan obat kumur yang berfungsi sebagai penyegar. Selain itu, bisa juga mencoba obat tradisional, yakni dengan minum daun sirih, selain pasta gigi dan permen. Perawatan rutin yang tak kalah pentingnya yaitu bersihkan gigi 2 (dua) kali sehari (pagi dan malam menjelang tidur), bersihkan sisa-sisa makanan menggunakan dental floss, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, lakukan kontrol gigi 6 (enam) bulan sekali ke dokter gigi.

Nah … mudahkan untuk terhindar dari bau mulut. Jadi, katakan saja “Bau Mulut, No Way!!!!”.