Pentingnya Kemesraan Suami Isteri

No comment »

Kemesraan dalam suatu rumah tangga penting sekali karena melalui kemesraan atau kebersamaan akan timbul komunikasi antara suami-istri. Komunikasi di sini penting agar seorang suami maupun istri dapat saling terbuka mengenai permasalahannya dalam berhubungan dengan suami/istrinya untuk mencari jalan keluar. Melalui komunikasi mereka bisa mendiskusikan jalan terbaik agar kehidupan berkeluarga makin baik dan bahagia.
Tetapi seiring dengan perjalanan waktu dan dengan adanya kesibukan suami maupun istri, kebersamaan dalam keluarga sering terlupakan. Suami sibuk mencari uang guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebaliknya istri sibuk mengurusi anak-anak ataupun bekerja juga. Suami pergi bekerja pagi dan pulang larut malam sehingga saat suaminya pulang mungkin istri juga telah tidur karena kecapaian. Bila masing-masing memiliki waktu luang, akan mengerjakan kesenangan masing-masing. Seakan-akan tidak perlu lagi waktu untuk bersama seperti waktu pacaran dimana sesibuk apapun, masih menyisakan waktu minimal seminggu sekali untuk merasakan kebersamaaan dengan pasangan. 
Berdasarkan riset diketahui bahwa pasangan yang berbahagia akan lebih banyak menghabiskan waktu luang bersama.

 Saat kebersamaan akan membuat perkawinan Anda hidup. Tetapi kadang-kadang sulit untuk mendapatkan waktu luang bersama. Untuk mendapatkan waktu luang bersama diperlukan keinginan untuk menghabiskan waktu bersama dan adanya kesempatan. Karena dengan adanya keinginan, kesempatan akan dapat diusahakan .
Jadwalkanlah kegiatan bersama, dan tetapkanlah suatu hari yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan bersama-sama. Bila hari tersebut tiba, Anda harus mengatakan “tidak” pada kegiatan Anda lainnya.Buatlah hal-hal biasa menjadi istimewa. Misalnya eluslah punggung pasangan Anda sewaktu ia berbicara di telepon atau menonton TV bersama atau sambil memijati pasangan. Anda dapat pula menyetel kaset kesukaan Anda dan mulai berdansa. Anda dapat melaksanakan aktivitas olahraga bersama-sama misalnya berenang, catur, jogging dll. Bagi istri, ia dapat berpakaian yang seksi yang lain dari biasanya dan menyiapkan makan malam yang romantis bersama suaminya. Hal tersebut mungkin sudah lama tidak dilakukan.

 Jika Anda mengatakan saya tidak ada waktu luang sedikitpun, berarti Anda telah kehilangan puluhan kesempatan untuk menikmati waktu bersama ditemani istri/suami Anda. Anda dan pasangan Anda tidak perlu memiliki minat yang sama untuk melakukan aktivitas bersama.
Anda juga dapat pergi ke suatu hotel untuk menginap 1 malam bersama suami/istri tanpa mengikutkan anak ( bila memiliki anak ). Sering para ibu keberatan bila berlibur meninggalkan anak mereka. Padahal suami istri memerlukan waktu intim bersama tanpa direpotkan oleh anak. Anak bisa dititipkan pada orang tua atau baby sitter untuk satu malam saja sehingga Anda berdua dapat menyegarkan kembali cinta Anda.
Pasangan yang bahagia akan merasakan pentingnya waktu luang bersama dan akan menyediakan waktu mereka  untuk bersama

Trik Bertengkar Dengan Benar

4 comments »

 Bertengkar bagi beberapa pasangan membuat hubungan cinta mereka makin mendalam tetapi bagi beberapa orang pertengkaran terasa tidaklah mengenakkan dan sangat menyakitkan. Berikut ada beberapa trik dalam mengatasi pertengkaran agar tidak menimbulkan sakit hati dan dendam diantara pasangan :

 Tuliskanlah unek-unek Anda di sebuah kertas. Karena mungkin di saat tersebut Anda tidak dapat mengendalikan emosi bila harus berbicara langsung dengan pasangan. Setelah menuliskannya mungkin Anda akan lebih lega dan berikanlah kertas tersebut pada pasangan lalu diskusikan penyelesaian terbaik.
Hindari bertengkar di tempat tidur. Karena akan menimbulkan kenangan yang kurang enak bagi Anda berdua di saat Anda bercinta mungkin saja kenangan tersebut akan muncul.
Tunjukkan bahwa Anda memperhatikannya. Setelah bertengkar, jangan beranggapan bahwa suami/ istri Anda juga menginginkan seks seperti yang Anda inginkan. Bila seks merupakan suatu bentuk pengampunan dari Anda, tanyakanlah pada pasangan Anda apakah ia bersedia atau tidak bercinta dengan Anda, atau carilah cara lain sebagai ungkapan Anda telah berbaikan.

 Hindari kekerasan. Menangis histeris, emosi yang meledak-ledak, ataupun membanting sesuatu bukanlah cara penyelesaian suatu masalah yang baik. Bahkan semuanya itu akan memperburuk keadaan. Janganlah terbawa emosi, usahakan tetap tenang meskipun pada saat itu perasaan Anda hampir meledak.
Dengarkan penjelasannya terlebih dulu. Mempertahankan diri dengan alasan-alasan merupakan sifat natural manusia bila diserang. Tetapi sikap tersebut akan memperburuk keadaan. Biarkan pasangan Anda menjelaskan unek-uneknya terlebih dulu barulah Anda memberikan penjelasan yang rasional atas unek-uneknya tersebut.
Tetaplah fokus pada permasalahan yang dihadapi. Jika permasalahan tersebut tidak juga ditemukan jalan keluarnya, rilekslah sejenak atau beberapa saat. Lakukan kegiatan lain sehingga Anda tidak stres lagi dan bisa kembali dengan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
 Ketahuilah seseorang yang salah tidak sepenuhnya seratus persen salah begitu pula sebaliknya.
Istirahat sejenak. Jika Anda sangat marah atas sesuatu hal, janganlah langsung mengutarakannya pada pasangan, tetapi cobalah tenang dan pikirkan lagi permasalahan tersebut. Bila Anda sudah tenang barulah mengungkapkannya pada pasangan apa yang membuat Anda sangat marah.
Kadang-kadang mungkin Anda membutuhkan orang lain sebagai penengah bagi permasalahan Anda. Seorang psikolog keluarga atau konselor keluarga akan dapat memberikan solusi yang netral bagi persoalan yang tidak dapat Anda atasi sendiri.
Tetaplah bercanda dengan pasangan bila persoalan telah selesai. Pasangan yang berhasil akan saling jujur, toleran, bersedia untuk berkompromi mengenai suatu hal, dan canda tawa senantiasa ada diantara mereka. Memang bila ada suatu masalah haruslah ditanggapi dengan serius tapi tidak ada salahnya bila Anda sedikit tersenyum bila masalah telah selesai.

Mengatasi Bahaya Dalam Perkawinan

2 comments »

 Perkawinan bisa diselamatkan sebesar apapun masalahnya. Hancurnya perkawinan memang tidak terjadi dalam semalam. Pasti ada proses sebelum kehancuran itu terjadi. Proses itu bisa dipilah menjadi empat tahap, dari yang tingkat bahayanya paling rendah sampai yang paling tinggi. Dengan mengenali tahap-tahap bahaya itu kita bisa mengetahui keadaan perkawinan kita, sehingga bisa mengantisipasi dan mengatasi masalah yang mungkin terjadi.

Tahap I : Timbulnya Gangguan, Tanda-tanda :
• Anda berkata pada diri sendiri, ‘persoalan kecil seperti itu kok dibesarkan’
• Anda mulai merasa terganggu pada sikap atau kata-kata suami.
• Anda enggan mengungkapkan kekesalan Anda pada suami.

 Banyak orang (terutama wanita) yang sengaja menahan perasaan kecewa atau kesal untuk menghindari konflik. Padahal dengan menghindari konflik dia tidak dapat mencari jalan keluar untuk permasalahannya. Selain itu, pasangannya pun tidak tahu bahwa dia punya masalah.

 Tahap pertama ini sebenarnya paling mudah untuk diatasi, karena belum terlalu parah. Langkah yang paling mendasar adalah membicarakannya secara langsung dengan suami. Misalnya, dengan teknik pillow talk. Dia bisa menyampaikan isi hatinya di saat berbaring menjelang tidur atau dalam suasana santai.

Tahap II : Timbulnya Rasa Marah, Tanda-tanda :
• Kehilangan gairah untuk berhubungan intim.
• Merasa tidak dicintai, dihargai, dipahami.
• Mulai ada jarak dengan suami.

 Tahap bahaya ini tumbuh karena sinyal-sinyal pada tahap pertama diabaikan. Rasa kesal yang bertumpuk bisa membuat Anda marah. Menekan kemarahan berarti mengekang emosi. Ini berbahaya, sebab gairah untuk bercinta bisa hilang dan hubungan intim dengan suami sudah mulai tak nyaman lagi. Untuk mengatasinya tak ada jalan lain selain mengikis lapisan tumpukan kemarahan itu.

Tahap III : Bersikap Menolak, Tanda-tanda :
• Tak lagi bergantung pada suami.
• Kehadiran suami dianggap mengganggu.
• Hubungan emosi dengan suami memudar

 Dalam tahap ini suami-istri sudah ‘jalan sendiri-sendiri‘. Dari luar kelihatannya hubungan mereka baik-baik saja, padahal sebetulnya mereka sudah tidak memiliki  hubungan emosi lagi. Seperti ada dinding yang memisahkan mereka.

 Untuk bisa keluar dari ancaman bahaya ketiga ini, dibutuhkan bantuan pihak ketiga. Bisa itu sahabat suami, orang tua, atau siapa saja. Yang penting suami respek padanya dan mau mendengarkan nasihatnya. Bila ternyata orang yang dianggap tepat tidak ada, mau tidak mau Anda disarankan untuk menemui penasihat perkawinan.

Tahap IV : Tak lagi peduli, Tanda-tanda :
• Mulai malas berbeda pendapat atau bertengkar

 Inilah tahap paling berbahaya dalam perkawinan. Yang aneh, begitu perkawinan sampai tahap ini, kesan yang tertangkap oleh umum adalah sebaliknya. Pasangan ini bisa membuat iri siapapun yang melihatnya. Mereka terlihat rukun, penuh pengertian dan saling menghargai karena tak pernah adu argumen apalagi bertengkar hebat. Ternyata semua itu hanya topeng. Mereka terlihat saling menghargai, padahal sebetulnya mereka sudah malas untuk berbeda pendapat.  
Pasangan yang dari luar keliatan matang sesungguhnya sangat rentan. Begitu salah satu merasa sudah tak ada lagi yang perlu dipertahankan ikatan perkawinan bisa putus begitu saja. Tapi bukan berarti pasangan yang sampai pada tahap ini tidak bisa berbaikan lagi. Asal ada kemauan untuk memperbaiki, tetap ada jalan. 

 Anda bisa melihat dari berbagai kasus perpisahan yang terjadi, mereka ternyata tidak memiliki visi yang sama. Jangan sampai semua bahaya itu mengancam perkawinan Anda. Keinginan yang datang dari dua belah pihak untuk mempertahankan perkawinan tentunya lebih solid daripada yang timbul secara sepihak.

Mengapa Lelaki Mau ‘Jajan’ Di Luar?

No comment »

Ketika melihat pelacur menjajakan dirinya atau mendengar kisah tentang lelaki ke pelacuran, kita pasti sering secara tak sadar bertanya-tanya sendiri, mengapa hal itu sampai terjadi ?  Hasilnya hampir 90 persen menyebutkan  bahwa lelaki ke pelacur karena tidak puas dengan layanan istri, jenuh dengan suasana rumah tangga, pelacur lebih pandai merayu dibanding istri. Dengan kata lain, suami melacur karena kesalahan istri.
Sedang untuk yang bujang mereka menyebut ‘untuk mencari pengalaman‘  atau ‘tak bisa tolak ajakan teman dekat‘. Tetapi banyak juga yang menyebut lelaki ke pelacuran karena stres dengan pekerjaannya dan istri, juga sedang tidak berduit.
Padahal faktanya sebaliknya. Lebih dari sepertiga lelaki yang datang ke pelacur adalah pria yang berbahagia karena beristrikan wanita yang relatif sempurna dan rumah tangganya tergolong harmonis. Jadi apa yang menyebabkan seorang lelaki baik-baik mau ‘jajan’ di luar ?
Iman
Seorang yang imannya kuat pasti takkan menyentuh pelacur karena hukum agamanya jelas.
Coba-coba dan ketagihan
Kalau pada saat mencoba ini mereka dapat pelacur yang berkualitas fisik dan layanannya pas seperti yang dia bayangkan, maka dia bisa keterusan. Kenikmatan yang seperti itu sering menimbulkan ketergantungan.
Hobi berganti pasangan
Pria-pria yang begini inilah yang paling sering ke pelacuran.
Takut dan tidak ‘PD‘
Ada juga lelaki yang ke pelacur lantaran dia tidak cukup pe-de untuk mendekati perempuan baik-baik yang dia sukai.
Birahi terlalu besar
Yang ini lain lagi, tapi jumlahnya relatif sedikit.
Pengaruh lingkungan
Lingkungan disini bisa berarti sekitar tempat tinggalnya, teman-teman sekantornya, teman sepergaulan, suasana rumah yang tidak menyenangkan.
Cari perhatian
Ternyata ada beberapa pria yang ke pelacur sekedar untuk mendapatkan perhatian lebih dari lingkungan pergaulannya, atau justru dari istri sendiri.
Anda sangat beruntung jika suami Anda tidak memiliki ciri seperti di atas. Namun berusaha lebih keras lagi untuk memperhatikan perilaku suami agar dia merasakan bahwa Anda adalah yang terbaik bagi dirinya.(

Impotensi, Apa Penyebab Dan Bagaimana Menghindarinya

1 comment »

Di tengah derasnya kemajuan teknologi membuat banyak orang saling berlomba menjadi yang paling hebat. Kesibukan membuat mereka tidak lagi meluangkan waktu untuk memperhatikan kesehatan. Akhirnya, mereka terpuruk pada kondisi tubuh yang melemah dan tak berdaya.
Bagi mereka yang berkeluarga ketidakstabilan vitalitas tubuh ini turut berpengaruh pada mobilitas dan kegairahan anda terutama kaum pria. Betapa dahsyatnya pengaruh dari ketidakstabilan tadi, hingga turut mempengaruhi segala gerak langkah dan aktifitas anda (dalam hal ini pria). Termasuk hal yang paling esensial dalam kehidupan rumah tangga yaitu seks.
Tidak salah lagi, masalah yang menjadi momok bagi sebagian pria itu adalah impotensi. Kebanyakan dari pengalaman kasus yang pernah terjadi, mereka yang menderita impotensi mendadak menjadi orang yang pendiam, rendah diri dan seakan jadi orang yang tak berguna. Impotensi ditilik dari segi medisnya adalah istilah yang ditujukan untuk kondisi pria yang mengalami kesulitan ereksi atau mempertahankan ereksinya cukup lama pada saat ‘bercinta’.
Pada kenyataanya masyarakat kita terlalu banyak dijejali dengan mitos-mitos yang tidak benar tentang impotensi. Sehingga kebanyakan diantara mereka akan langsung berpikiran negatif jika pernyataan tentang impotensi diungkap di permukaan. Setiap lelaki pada fase-fase tertentu pasti akan mendapat masalah saat mengalami ereksi. Justru akan menjadi tidak alamiah jika mereka setiap saat bisa mengalami ereksi dengan standar harus berdiri ‘tegak’ laksana menara.
Jadi sekali lagi hadapilah ‘riak-riak’ kecil itu sebagai hal yang alamiah. Sebab tanpa pemahaman diri yang penuh anda malah akan menuai kekecewaan.
Dari sekian kasus, ternyata sebagian besar kasus impotensi disebabkan oleh berbagai penyakit yang menahun alias kronis. Terutama penyakit yang mempengaruhi aliran darah yang menuju ke organ vital pria. Seperti penyakit kencing manis yang tidak mendapat penanganan serius. Penyakit jantung, bahkan tak menutup kemungkinan penyakit kolesterol tinggi karena terlalu sering mengkonsumsi makanan padat lemak.
Sedang faktor psikologis yang mempengaruhi antara lain stress.
Berikut beberapa tindakan antisipasi agar anda terhindar dari problem impotensi :
Kalau bisa hilangkan kebiasaan merokok. Karena hasil riset menunjukkan bahwa pengaruh nikotin dari rokok bisa jadi pemicu terjadinya impotensi pada kaum pria.
Hindari minuman beralkohol. Sebab kadar alkohol yang diteguk pun turut punya andil menuju proses impotensi.
Makanan pun turut berpengaruh, karena semakin banyak makanan berlemak yang dikonsumsi akan mempengaruhi metabolisme tubuh anda.
Pada akhirnya dibutuhkan pemahaman antara suami istri untuk bisa mengatasi masalah impotensi dalam rumah tangga.

Bagaimana Dengan Seks, Jika Pasangan Masih Dalam Pemulihan?

No comment »

 Bagaimana reaksi Anda bila pasangan Anda harus mendekam selama beberapa hari di rumah sakit karena menjalani perawatan medis berkaitan penyakit yang diderita ?
Tentu, derita yang dirasakan pasangan Anda, juga Anda pikul. Karena sebagai istri, Anda tidak hanya menahan beban mental (psikis) namun juga fisik. Istri, tentu sebagai wanita normal yang tidak mengalami gangguan  seksual akan mengalami gejolak-gejolak seks. Namun, bagaimana cara menyalurkan gairah itu jika patner yang biasa diajak merangkai hubungan intim (suami) masih dalam proses pemulihan. Atau, bahkan masih dalam keadaan parah.
Sebagai wanita, Anda harus berbangga hati, karena secara kodrat Anda diberi kelebihan memiliki sifat sabar dan bisa menekan perasaan. Untuk sementara waktu, Anda harus menekan drive itu, atau jika tidak terbendung lagi bisa disiasati dengan menambah intensitas pekerjaan Anda. Sebab bukan tidak mungkin terpaan gairah seks yang sudah menggunung akan menjerumuskan Anda untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai norma sosial dan dilarang agama (selingkuh).
Solusi :
Bila pasangan Anda dianggap sembuh dan boleh keluar rumah sakit, maka Anda sebagai istri harus lebih banyak memiliki rasa sabar.
Perlakukan suami sama seperti pada saat dia masih dalam keadaan sehat. Jangan ada perbedaan mencolok yang bisa ditafsirkan lain oleh suami.
Anda sebagai istri juga harus mau ‘puasa‘ untuk sementara waktu.
Jangan paksakan suami untuk segera menjalani hubungan intim dengan Anda. Disamping nantinya akan membawa hasil yang tidak memuaskan bagi kedua belah pihak, bahkan bisa memperparah kesehatan suami.
Seandainya kondisi suami sudah memungkinkan, Anda bisa memulai dengan melakukan gerakan-gerakan yang ringan dulu.
Rabaan dan sentuhan lembut justru akan membangkitkan kembali semangat/ gairah sang suami yang sempat beberapa saat padam.
Upayakan sesuai dengan kemampuan suami Anda. Hal ini bisa menjadi terapi bagi pemulihan daya seksual pasangan Anda.
Jadi sekali lagi, disini dituntut kesabaran pihak wanita untuk mau mengalah. Satu hal yang terpenting Anda dituntut untuk mengikuti ritme biologis suami. Bukan sebaliknya, karena bukan tidak mungkin malah ambisi Anda bisa memperparah penyakit suami.

Haruskah Isteri Tetap Bekerja?

No comment »

Kebanyakan pria tidak mengijinkan istrinya bekerja bila telah menikah. Para suami ingin istrinya mengurusi rumah tangga dan anak-anak. Sebenarnya alasan apakah yang menyebabkan para suami enggan bila istri bekerja ? Alasan sebenarnya juga tidak diketahui dengan pasti bahkan para suami pun tidak menyadari alasan yang menyebabkan mereka melarang istrinya bekerja.

 Alasan yang pasti adalah kaum pria tidak ingin harga dirinya jatuh apabila membiarkan istrinya turut mencari nafkah juga. Orang lain pasti beranggapan dirinya tidak mampu membiayai keluarganya sehingga meminta istri untuk turut bekerja.
Istri yang bekerja kadangkala juga menyulitkan seorang suami. Apalagi bila penghasilan istri lebih besar dari suami. Pada saat itu mungkin tanpa disadari, sering istri kurang menghargai suaminya bahkan di depan anak-anak. Misalnya: Andi yang akan berulangtahun ke 5, meminta dibelikan mobil-mobilan dengan remote control sebagai hadiah ulang tahunnya, tetapi karena penghasilan suami terbatas ia mengatakan pada anaknya agar diganti dengan mobil-mobilan lain. Tapi karena dia masih anak-anak seringkali egonya lebih tinggi dan mulai menangis. Ibu yang tidak tega melihat anaknya menangis, mengabulkan permintaan anaknya tersebut dan membayarnya dengan gajinya.
 Tentu saja suami merasa dirinya direndahkan di hadapan anak-anak. Mungkin bagi istri tidak ada masalah, dan dia merasa tidak menghina suaminya. Mulailah konflik timbul diantara mereka.
Seorang suami sangatlah memerlukan penghargaan akan kemampuannya sebagai tulang punggung keluarga. Ia melihat sosok ayahnya yang menghidupi keluarga dan sukses. Seorang suami juga khawatir bila istri bekerja, ia harus membantunya di rumah dan ia memandang istrinya sedang mencari kebebasan di luar rumah. Ia mungkin tidak akan menemukan kaos kaki atau celana yang bersih karena istri tidak sempat mencucinya. Ia khawatir bila anak-anak tidak terurus lagi. Ia takut istrinya tidak akan memiliki waktu lagi buat mereka berdua.

 Bila kebetulan tidak memiliki pembantu rumah tangga, banyak kesulitan yang akan dijumpai. Ketika pulang kerja, sudah ada setumpuk pekerjaan yang harus segera dikerjakan, mulai mencuci, memasak, menyetrika baju, dsb. Belum lagi tekanan pekerjaan di kantor. Di rumah Anda tahu apa yang harus dikerjakan untuk keluarga sedangkan di kantor Anda akan diberitahu apa yang harus dikerjakan untuk perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan Anda dan tidak jelas bagi Anda. Anda beralih dari seorang pengelola rumah Anda sendiri pada posisi yang lebih rendah yaitu bekerja untuk orang lain.

 Pria memang ingin memiliki dan pencemburu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mencintai istrinya dan tak ingin kehilangan. Dan pria ingin istrinya tetap menjadi manusia yang feminin dan lembut dalam kehidupan rumah tangga.

 Sebagai istri haruslah berbangga karena suami mencintainya dan menginginkannya mengurus rumah tangga. Tidak perlu kesal karena tidak bekerja sesuai dengan jenjang pendidikan. Menjadi ibu rumah tangga juga merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Anda bisa menggunakan pengetahuan yang diperoleh di jenjang pendidikan untuk mendidik anak dengan lebih baik

Kebutuhan Emosional Pria dan Wanita

1 comment »

Pria dan wanita memiliki kebutuhan emosionil yang berbeda. Tanpa pemahaman tersebut pria maupun wanita sering memperlakukan pasangannya layaknya mereka ingin diperlakukan. Contoh : Mira menyampaikan keluh kesahnya selama bekerja kepada suaminya. Ia menceritakan kejadian di kantor di mana Mira ditegur oleh atasannya. Suaminya mendengarkan dan akhirnya memberi nasihat. Mira terlihat makin cemberut. Pada saat ini sebenarnya ia hanya meminta didengarkan dan dimengerti tetapi suaminya menganggap istrinya memerlukan penyelesaian atas masalahnya. Dari pihak suami, ia merasa ditolak istrinya, ia merasa tidak diterima, kurang dihargai atas usulannya. Dari peristiwa ini masing-masing dari mereka merasa tidak dicintai lagi oleh pasangannya dan mereka mulai menarik diri dari interaksi.
 Hal ini sering terjadi dalam hubungan pria-wanita. Sebenarnya pria dan wanita memiliki 6 kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Wanita membutuhkan perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan dan jaminan. Sedangkan pria membutuhkan kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dorongan (lihat artikel Dua Belas Jenis Cinta). Dengan terpenuhinya kebutuhan primer tersebut barulah mereka dapat mencintai pasangannya.
Dari perumpamaan Mira di atas, ia akan merasa dicintai bila suaminya hanya mendengarkan dengan empati sehingga kebutuhan primernya akan perhatian dan pengertian terpenuhi. Sedangkan suaminya akan merasa diterima dan ada kebanggaan tersendiri bila melihat istrinya telah ceria.
Wanita juga sering membuat kesalahan dengan memberikan perhatian berlebihan pada pasangannya yang membuat pria merasa dirinya tidak dipercayai lagi dan membuatnya patah semangat.

 Hubungan antara pria dan wanita menjadi semakin sulit bila masing-masing pihak ingin memperlakukan orang seperti ia ingin diperlakukan padahal pria-wanita memiliki kebutuhan emosionil berbeda. Jadi bagi para wanita, janganlah berusaha untuk memperbaiki pasangan Anda kecuali ia meminta bantuan dari Anda. Karena setiap usaha untuk mengubahnya akan membuat pria semakin lemah dan tidak bersemangat lagi.
Dengan pemahaman bahwa kebutuhan emosionil yang berbeda akan membuat kehidupan cinta pria-wanita semakin menggelora.

Penyebab Pria Selingkuh

1 comment »

Sering ditemui baik di koran maupun dalam kehidupan nyata, berita mengenai perselingkuhan. Pria ini berselingkuh dengan si X demikian pula wanita Y bercerai dengan suaminya. Mungkin kita yang membaca berita di koran turut menyalahkan kenapa mereka bercerai atau mengatakan suami/ istri tersebut jelek.
Tetapi, mahligai pernikahan merupakan tanggungjawab kedua belah pihak. Tidak berhasilnya suatu pernikahan karena ganjalan-ganjalan dalam komunikasi suami istri. Suami yang telah bekerja keras selama seminggu mengharapkan lebih dari istrinya terutama dalam hal seks. Setelah beberapa tahun usia pernikahan seorang istri kadang-kadang lupa akan kebutuhan yang satu ini. Mereka kadang-kadang menganggap enteng hal tersebut dan merasa tidak perlu lagi membina hubungan seks karena sudah tua atau alasan lainnya.
Kehangatan pernikahan haruslah dijaga dan ini menjadi tanggungjawab istri pula.Perselingkuhan terjadi karena seorang suami telah kehilangan rasa kepercayaan, penerimaan  dan penghargaan dari istrinya. Coba Anda ingat lagi saat-saat awal pernikahan, Anda begitu percaya dan bangga kepada suami, Anda bangga bisa memperolehnya menjadi pasangan hidup. Tetapi seiring berjalannya waktu mulai timbul kekecewaan-kekecewaan pada pasangan. 
Demikian pula dalam hal seks, perlulah adanya variasi agar menjadi suatu kegiatan yang tidak membosankan dan begitu-begitu saja. Selalu mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya dan pola yang sama akan menimbulkan kebosanan.  Misal jika setiap Sabtu setelah berita pukul 10 malam, Anda telah tahu bahwa itu waktunya untuk bermain cinta, dan Anda telah bermain cinta di sisi tempat tidur yang sama dengan cara yang sama pula, tentu saja kegairahan akan pudar. Hal ini tidak bisa menimbulkan pernikahan yang dalam. Suami menjadi tidak puas dengan kegiatan tempat tidurnya dan menjadi tertekan dengan ketidakmampuannya. Buatlah suatu perubahan yang fleksibel dan rencanakanlah permainan cinta yang baru untuk beberapa minggu ke depan. Belilah pakaian tidur baru yang seksi, parfum baru, bacalah buku tentang hubungan seksual dan bicarakanlah dengan suami Anda. Buatlah permainan cinta di pagi hari atau bangunkan dia di malam hari untuk mengajaknya bercinta.
Seorang suami yang berselingkuh dikarenakan ia menemukan wanita yang lebih percaya padanya, yang memiliki kekaguman padanya seperti wanita yang dinikahinya beberapa tahun lalu. Seorang wanita yang pandai bermain cinta dan selalu siap kapan saja ia memintanya. Anda tentu saja tidak ingin hal ini terjadi pada perkawinan Anda, bukan ? 
Jadi yang terpenting dalam hubungan suami istri adalah adanya keterbukaan satu sama lain. Jika memiliki ide-ide baru bicarakanlah bersama suami, mengenai fantasi-fantasi Anda. Meskipun kadang-kadang ide tersebut nampak bodoh,  tidak ada salahnya untuk diungkapkan dan dicoba. Siapa tahu ide tersebut membuat Anda lebih bergairah dan suami pun senang karena berhasil membuat menggairahkan Anda

Mengapa Gairah Seks Suami Padam?

No comment »

Saat pasangan suami istri berhubungan intim, hal seperti ini bisa disebut sebagai momen paling rahasia bagi masing-masing pribadi. Tapi, momen ini justru akan menjadi batu sandungan bila sepasang insan melakukannya tidak dengan keterbukaan dan kejujuran, atau justru mewarnai banyak kebohongan dan kesemuan.
Akankah semua itu dipengaruhi oleh kelalaian wanita dalam membangkitkan gairah seks pasangannya? Berikut analisis perilaku seks yang menyebabkan gairah seks suami tidak menyala.
Seolah-olah Tidak Suka Seks
Pihak wanita memerlukan kesadaran sebisa mungkin untuk merubah dan menekan sikap-sikap sebagai berikut :
Berbicara menyangkut seks yang nadanya menghina, hingga secara mendadak menyurutkan hasrat suami.
Tidak berani ekspresif alias bertindak malu-malu kucing ketika berbincang masalah seks.
Bersikap ‘buru-buru selesai’ atau bertindak sepertinya seks itu adalah sesuatu untuk ‘menahan diri’.
Tidak Pernah Mengawali Seks
Perhatikanlah dan biarkan pasangan Anda (suami) tahu kalau Anda sedang berada dalam suasana hati untuk bercinta. Jangan menyembunyikan perasaan yang terpendam di hati. Tak ada salahnya jika sesekali Anda yang mengambil inisiatif mengawali hubungan intim. 
Tak Merawat Diri
Kaum wanita harus sadar bahwa pria lebih terarah secara visual dibanding wanita.Sangat mudah bagi pria untuk terangsang oleh penampilan. Sebab, pria memang cenderung mudah terperangkap secara fisik.
Terlalu Bergantung Dan Tidak Pe-De
Sebenarnya, pria tidak suka kalau si wanita terlalu bergantung terhadapnya untuk memenuhi segala keperluannya, apalagi dengan cara merengek/ mengurai kecengengan untuk mendapat rasa iba dari pria.
Pemecahannya, istri harus menyakini dan bisa menempatkan kemampuan seks pada porsinya, dalam jalinan hubungan Anda. Jangan menuntut suami harus tahu apa yang Anda inginkan, tetapi saling terbuka terutama mengenai kepuasan yang diperoleh dalam hubungan seks.

Tahapan Dalam Berkencan

1 comment »

Kencan pertama adalah hal yang penting karena menjadi indikator bagaimana kelanjutan dari hubungan tersebut. Kadang didapati kencan tidak sesuai dengan yang diharapakan dalam arti si doi tidak memberikan respon seperti yang diharapkan atau dia dingin sekali dan masih banyak lagi kekecewaan yang didapati terutama saat kencan pertama. Tapi bukan berarti setiap kencan pertama pasti mengalami kekecewaan.

 Agar kekecewaan tersebut tidak terulang lagi, perlu dipahami adanya tahapan dalam berkencan seperti yang diungkapkan oleh John Gray, Ph.D dalam bukunya Mars and Venus on A Date, yaitu :

Tahap Daya Tarik
 Tentu saja anda mengajak kencan seseorang dikarenakan ada sesuatu yang menarikdari dirinya, yang berbeda dengan anda baik paras, sikap, bentuk tubuh, dll.
Saat kencan ini merupakan saat yang tepat untuk menunjukkan daya tarik khusus yang ada dalam diri anda dan mengenal lebih jauh pujaan hati anda.
Tahap Keragu-raguan
 Keragu-raguan seringkali muncul pada kencan berikutnya. Tapi jangan langsung memutuskan kalau anda tidak cocok dengan dia. Lebih baik pahami lagi apa yang anda rasakan apakah saya benar mencintai dia tanpa syarat dan bersedia menerima dia apa adanya. Sehingga anda tidak menyesal nantinya dan menganggap menjadi korban atau pun melakukan selingkuh dengan orang lain. Tentu hal tersebut menyakitkan bagi pihak yang dikhianati. Anda juga tentu tidak ingin menjadi pihak yang dikhianati pula.

Tahap Eksklusif
 Pada tahap ini anda telah merasakan jatuh cinta yang sangat sehingga tiap kali ingin rasanya bertemu dengannya. Tidak ada lagi orang yang lebih anda cintai. Seluruh energi dan perhatian hanyalah buat pujaan hati. Bahayanya apa yang anda lakukan tersebut kadangkala justru mengakibatkan anda melupakan hal-hal kecil yang sebenarnya justru membuat pasangan anda merasa spesial.

Tahap Kedekatan
 Dalam tahapan ini biasanya seseorang akan merasa lebih rileks, saling berbagi secara emosional satu sama lain. Pahamilah reaksi kedekatan tersebut pada pasangan Anda, sehingga Anda bisa terhindar dari kemungkinan terburuk yang sewaktu-waktu bisa saja muncul.

Tahap Pertunangan
 Pada tahap ini anda dan si dia sudah saling memahami dan mencintai satu sama lain apa pun yang terjadi. Bertunangan sangat membantu dalam proses penyesuaian menuju jenjang pernikahan baik penyesuaian dengan keluarga kedua belah pihak maupun dengan pasangan hidup anda. Tahap ini merupakan sebuah pondasi kuat dalam perjalanan cinta dan romantisme sebuah pasangan.

 Nah, dengan memahami tahap-tahap tersebut, tentunya anda siap menciptakan kencan yang berkesan.