June 19, 2008 - admin

Bagaimana Menghadapi Mertua?

Dengan pernikahan berarti Anda telah memasuki keluarga baru dengan anggota yang baru pula, yakni orangtua pasangan Anda juga saudara-saudaranya. Tentu saja pada awalnya Anda pasti merasa agak sungkan bila bertemu dengan mereka lebih-lebih bila Anda berdua akhirnya tinggal serumah bersama mereka.
Sebagai pengantin baru tentu saja diliputi kebingungan apakah akan tinggal bersama orangtua ataukah tinggal sendiri. Sebenarnya hubungan suami-istri akan bertumbuh dengan baik bila mereka tinggal sendiri, karena berkeluarga berarti mereka berdua perlu penyesuaian terhadap kebiasaan hidup pasangannya. Mungkin pada suatu saat mereka bertengkar dan ingin melepaskan emosinya, tetapi bagaimana mereka dapat berteriak jika ada keluarga lain dalam rumah ?

Hidup satu atap bersama keluarga pasangan sedikit banyak akan menimbulkan masalah bagi Anda berdua. Ibu mertua mungkin sering juga iri dengan Anda sebagai menantunya karena perhatian anaknya sekarang tidak lagi tertuju hanya pada ibunya. Sang suami mungkin juga bingung karena melihat ibunya agak ngambek terhadapnya sedangkan ia harus membagi kasihnya juga dengan istrinya.
Bila mertua sudah tidak menyukai menantunya, hal-hal yang kecil pun bisa menjadi masalah besar. Kadang-kadang masalah pembantu pun bisa menjadi persoalan. Misalnya Mona meminta pembantunya membeli ikan ke pasar tetapi pembantu tersebut tidak diijinkan pergi oleh mertuanya. Lalu ia menceritakan hal tersebut kepada Mona. Kadang-kadang pembantu juga dapat memperburuk hubungan menantu dan mertua dengan menyampaikan hal-hal yang tidak benar.
Namun tinggal bersama mertua tidak selamanya buruk. tapi juga ada keuntungannya karena ada yang membantu mengurus rumah bila kebetulan tidak memiliki pembantu rumah tangga ataupun membantu menjaga anak. Anda juga akan menemukan teman berdiskusi mengenai hal-hal tertentu.
Jika Anda ingin hidup mandiri bersama pasangan, pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, tetapi Anda bisa mulai dengan mengontrak sebuah kamar atau mengontrak rumah dan tetap menghormati orangtua dengan mengunjungi serta memberi dukungan pada mereka.

Mertua dan ipar tidak selalu harus dipandang sebagai musuh. Biasanya kunci dari ketegangan adalah anak laki-laki atau suami. Suami harus menyadari akan fungsinya sebagai penghubung antara orang tua dan istrinya dan antara istri dengan ipar-iparnya. Tugas suamilah untuk menjernihkan suasana antara istri dengan orangtua, adik atau kakaknya, bahwa tidak ada maksud jahat dibalik semuanya.
Suami juga harus meyakinkan istrinya bahwa ia diterima dengan senang hati di dalam lingkungan keluarganya dan apabila ibu mertua tidak tersenyum padanya, tidak berarti ia marah. Mungkin karena pada saat itu ibu mertua sedang tidak enak badan. Suami dapat juga menjelaskan kepada ibunya bahwa jika istrinya tidak mau terus terang bukan karena sedang tersinggung tetapi karena memang sifatnya pemalu.
Hendaklah diingat untuk tidak meneruskan kritik-kritik dari satu pihak kepada pihak yang lain karena dapat memicu kesalahpahaman. Paling tidak, jangan menganggap kritik sebagai suatu kesalahan, tetapi anggaplah sebagai suatu saran bagi Anda untuk semakin disayang oleh suami. Dan jangan lupa untuk mengungkapkan pujian serta rasa terima kasih setiap saat keluarga suami memberi bantuan pada Anda. Hal ini dapat memperbaiki hubungan antara seluruh anggota keluarga di rumah tersebut. Di samping itu suami harus bisa memahami kondisi sang ibu dan sang istri sebagai bagian dari orang yang dicintainya. Suami tetap dapat menjadi anak yang baik bagi orangtuanya tanpa melupakan perhatian untuk istrinya.
Istri juga harus bersikap ramah terhadap mertuanya yang tidak lain adalah orang tua suaminya. Kelakuan baik pastilah mendapatkan sambutan yang baik pula. Bila Anda sebagai istri dapat membina hubungan yang baik dengan kaum kerabat maka suami Anda akan merasa bahagia karena ia sudah tidak perlu dipusingkan lagi dengan hal tersebut

keluarga / Pernikahan bagaimana / baru menikah / dukungan / ipar / iri / isteri / jahat / jernihkan / kerabat / kondisi / Menantu / menghadapai / mertua / orang tua / pasangan / pengantin / perhatian / saudara / suami / suasana /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>