June 18, 2008 - admin

Mengatasi Perbedaan Dalam Keluarga

Memasuki kehidupan berkeluarga, seorang pria dan wanita pastilah memerlukan penyesuaian satu sama lain. Dalam masa penyesuaian ini mereka barulah melihat adanya kekurangan dalam diri pasangannya yang mungkin pada saat pacaran belum terlihat. Sebelum berkeluarga mereka memiliki kebiasaan dalam keluarganya misalnya makan malam bersama dimana pada saat tersebut mereka dapat saling menceritakan kejadian yang dialami hari itu. Mungkin kebiasaan tersebut tidak ada   
dalam keluarga pasangannya, sehingga di saat mereka telah menikah pasangannya agak susah untuk mengikuti kebiasaan tersebut.
 Pada dasarnya pria dan wanita berbeda dalam hal berkomunikasi. Seorang wanita sebelum menikah memiliki teman bercerita antara lain ibunya ataupun teman dekat yang setia mendengarkan ia berkeluh kesah mengenai aktivitasnya hari itu. Tetapi setelah menikah ia kehilangan orang yang bersedia mendengarkan tanpa memberikan komentar. Suaminya di saat pulang sudah lelah dengan beban kerjaan di kantor sehingga setiap perkataan istrinya dianggap sebagai omelan dan dia tidak membutuhkan itu.
Seorang wanita memiliki kebutuhan untuk didengarkan di saat ia berbicara tanpa adanya komentar dari pasangannya. Tetapi hal tersebut tidak diperolehnya dari suaminya. Suaminya lebih senang bila pulang kerja duduk membaca koran atau menonton TV. Sebenarnya dengan membaca koran atau menonton TV merupakan cara pria untuk melupakan masalah di kantor dan dia ingin rileks. Tetapi hal tersebut tidak ditemuinya di rumah. Begitu dia pulang, istri telah menyambutnya dengan menanyakan “Bagaimana Pa, pekerjaan di kantor?” atau “Apakah masalah A itu telah selesai?” Istri menanyakan hal tersebut karena begitulah ia ingin diperlakukan. Ia ingin menceritakan kejadian di kantor pada orang yang disayanginya dan ingin menawarkan penyelesaian. Tetapi jawaban suami “Oh, baik, Ma” Jawabannya hanya singkat karena dia perlu waktu menyendiri sebelum dia dapat mendengarkan istrinya bercerita. Tetapi ungkapan singkat tersebut bagi istri “Wah, dia sudah tidak sayang lagi denganku.” Mulailah timbul perselisihan di antara mereka.
Suami yang mendapat perlakuan tersebut terus menerus menjadikannya enggan untuk pulang ke rumah bila ia tidak siap dengan pertanyaan istrinya. Istri yang tidak mendapat tanggapan dari suami akan marah karena menganggap suaminya sudah tidak sayang lagi dengannya.

 Sebenarnya masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mudah bila masing-masing pihak menyadari adanya perbedaan kebutuhan antara pria dan wanita. Seperti telah kita ketahui dalam artikel 12 Jenis Cinta ada perbedaan kebutuhan antara pria dan wanita. Dalam masalah di atas dapat diselesaikan dengan si suami berterus terang pada istrinya bahwa ia perlu waktu menyendiri beberapa saat dan minta pengertian istrinya, dia bisa saja berkata “Oh, baik, Ma tapi saya perlu waktu istirahat sebentar, Papa sayang sama Mama“. Istripun harus dapat menerima keinginan pria untuk menyendiri dan dia melakukan aktivitasnya yang lain.
Bila istri perlu waktu untuk bicara mengenai kegiatannya hari itu, pria dapat menanggapinya hanya dengan mendengarkan sambil mangut-mangut ataupun menanyakan sesekali “Lalu, bagaimana?” atau “Lucu sekali” bila istrinya menceritakan suatu lelucon. Suami tidak perlu memberikan komentar ataupun memberikan nasihat bila tidak diminta. Dengan didengarkan istri merasa mendapatkan perhatian dan cinta dari suaminya dan ia dapat memberi lebih banyak lagi pada suaminya. Suami yang melihat istrinya gembira akan gembira pula karena ia merasa dapat membahagiakan istrinya.

 Kadang-kadang bila istri sedih, suami menganggap istri memerlukan waktu sendiri seperti halnya dirinya. Suami mulai menanyakan “Ada apa, Ma, mengapa Mama bersedih ? Biasanya jawaban istri “Nggak ada apa-apa, Pa” padahal dibalik kata-kata tersebut dia ingin suaminya mengajukan lebih banyak pertanyaan dan menariknya keluar. Perkataan istri “Nggak ada apa-apa” biasanya menandakan ada sesuatu yang tidak beres dan dia perlu seorang pendengar yang menaruh minat dan peduli padanya. Dia ingin ditanyai dan pertanyaan-pertanyaan itu akhirnya akan membantunya membuka diri.
Pemahaman yang baik akan kebutuhan emosionil pria dan wanita akan membawa pada kebahagiaan rumah tangga.

keluarga beres / isteri / istri / kebutuhan / kegiatan / kekurang / kelebihan / kelemahan / keluarga / komunikasi / Mengatasi / pasangan / pemahaman / PERBEDAAN / perkataan / suami /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>