Variasi adalah salah satu rahasia di balik seks yang istimewa. Wanita selalu mendambakan seks yang bervariasi setiap waktu dan hal ini kurang dipahami oleh kaum pria. Pria cenderung berorientasi pada tujuan dari seks itu sendiri tanpa memperhatikan ‘proses’nya. Jika sekali pria menemukan cara yang jitu dalam berolah seks, maka cara itulah yang selalu dilakukannya. Pedoman yang tepat untuk menggambarkan sikap tersebut adalah “Jika tidak rusak, jangan diperbaiki.”
Tak peduli betapa suksesnya cara itu, jika sering digunakan beberapa kali berturut-turut tentunya akan terasa membosankan dan seks menjadi sesuatu yang hambar. Mengubah irama dan gerakan dalam seks nampak tidak penting bagi pria, tetapi bagi wanita, variasi dalam berhubungan intim cukup memberikan rangsangan pada saat melakukan foreplay.
Jika Anda belum mengerti juga, coba bandingkanlah seks dengan sebuah pertandingan bisbol. Ketika pria sebagai penonton menyaksikan pertandingan bisbol, antisipasi terhadap apa yang bakal terjadi itulah yang membuat pertandingan terasa menggairahkan. Pasti akan terbersit pertanyaan, siapa yang akan sampai ke base ? Apakah bola yang dipukul itu akan tertangkap ? Siapa yang bakal gagal memukul ? Siapa yang bakal mencetak angka, dan tim mana yang bakal menang ?
Selama menyaksikan pertandingan, ketegangan penonton semakin besar dan lepas ketika terjadi pencetakan skor. Setiap kali seorang pemain sampai di base, penonton akan merasakan kegairahan dan ketegangan yang semakin besar. Ketegangan ini akan terlepas disertai dengan antusiasme yang berkobar-kobar ketika pemain tim pujaan berlari ke base berikutnya atau mencetak skor.
Tak peduli betapa ramainya sebuah pertandingan yang ditonton pertama kali, namun jika kita menonton rekamannya berulang-ulang, pertandingan itu sudah kehilangan daya tariknya dan menjadi membosankan. Begitu pula dengan seks, jika pria selalu menggunakan cara yang sama akan terasa membosankan dan selalu dapat diduga oleh wanita.
Ketika seorang pria mulai dengan lembut mengusapkan jari telunjuknya ke bagian atas buah dada wanita pasangannya, hal ini sama dengan pukulan pertama yang melambung dalam pertandingan bisbol. Kemudian ketika jari telunjuk itu mulai bergeser mendekati buah dada, sang pria ibarat pemain yang mulai berlari menuju base pertama. Penonton pun bersemangat. Sang wanita bertanya-tanya, “Akankah ia sampai ke base ?” Lalu, ketika jari telunjuk itu semakin dekat ke buah dadanya, sang pria mengecohnya dengan menarik kembali telunjuk itu dan mulai seperti awal lagi. Pemukul pertama dalam bisbol tadi tidak sampai ke base yang ditujunya, dan penonton pun bersungut-sungut. Tiba-tiba, ketegangan bangkit lagi ketika pemukul berikut maju ke tempat pemukulan bola.
Kali ini, sang pria tidak mengulangi gerakan mengusap dengan cara yang tadi, tetapi kini ia menggunakan dua jari tangannya. Perubahan dari satu jari telunjuk menjadi dua jari, akan meningkatkan ketegangan dan gairah. Ini sama keadaannya dengan ketika penonton menyaksikan pemukul kedua tadi maju ke tempat memukul bola. Apakah pemain itu akan berhasil berlari ke base yang ditujunya setelah memukul bola ?
Akhirnya, ketika sang pria sepenuhnya berhasil membangkitkan rangsangan sang wanita pasangannya, ia mungkin akan mengusap-usap salah satu payudara, sambil menjilati yang satunya. Kemudian, pria bisa dengan perlahan-lahan menggeser tangannya ke bawah ke arah vagina. Semua itu terjadi secara perlahan-lahan seperti halnya dalam perpanjangan waktu pertandingan. Lalu, ketika sang pria mencetak skor dengan home-run dan mulai masuk untuk melakukan hubungan seks, penonton pun bersorak ketika empat base dilewati sang pemain dengan sekali pukulan.
Dalam seks, memang pria merasa nyaman dengan cara-cara tertentu yang sudah dikuasainya karena hatinya merasa yakin bahwa yang dilakukannya sudah benar. Sebaliknya wanita akan lebih terangsang jika tidak mengetahui apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh pria pasangannya. Jika wanita bisa menduganya, daya rangsang pun berkurang. Dan jika Anda berdua sukses bermain bisbol, nampaknya Anda perlu mencoba pertandingan olahraga lainnya.
