June 13, 2008 - aku

Pengaruh Ucapan Dalam Hubungan Cinta

Ada pepatah yang mengatakan lidah lebih tajam daripada pedang. Pepatah ini memang ada benarnya. Sering ditemui sepasang kekasih atau suami-istri bertengkar hanya karena masalah perkataan pasangannya yang menganggap sepele apa yang dilakukannya.
Contoh : Meri sedang mengikuti program diet . Dan hari itu dia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 5 kg setelah seminggu diet ketat. Dengan bangganya segera dikabarkannya hal tersebut pada suaminya. Tanpa berpikir dulu, suaminya memberi komentar “ 
Paling minggu depan berat badanmu akan naik 5 kg lagi”. Komentar tersebut membuat Meri sakit hati dan tersinggung karena upayanya selama seminggu disepelekan oleh suaminya.
Dengan komentar seperti itu tidak ada reaksi positif yang didapatkan namun yang timbul malah perasaan tersinggung, diremehkan dan dendam. Mengapa orang melakukan hal yang jelas-jelas membuahkan sesuatu yang negatif ?  Meski sudah tahu, masih banyak orang yang melakukannya dan biasanya terhadap orang yang paling mereka cintai.
Kesalahan yang fatal bukan dikarenakan dia tidak cinta lagi pada istrinya tapi karena dia tidak berpikir dulu sebelum bicara. Yang berakibat keluarnya kata-kata pedas, merendahkan, menyindir, mengoreksi, atau mengatakan sesuatu yang tidak penting tetapi dengan nada yang menyinggung perasaan. Biasanya hal ini terjadi karena kita sedang capek, frustasi, tekanan pekerjaan. 

 Seringkali bila sudah terucap barulah kita menyesali perkataan kasar kita pada orang yang paling kita sayangi.  Jadi bila Anda sedang dalam kondisi tertekan atau capek dan ada sedikit keraguan apakah respon Anda tepat atau tidak, tanyakan pada diri Anda 2 pertanyaan ini :”Apakah komentarku ada gunanya bagi percakapan ini? Apakah akan mendekatkan hubungan kami atau justru menjauhkan ?
Komentar yang menyakitkan hati tidak akan berdampak apa-apa, jika yang menerima komentar tersebut tidak memperdulikannya. Biasanya bila seseorang mendapatkan komentar yang menyakitkan, akan bersikap defensif bahkan membalas dengan beberapa kalimat. Yang mungkin saja berkembang menjadi pertikaian yang tidak bermanfaat.
Penting untuk diam sejenak tanpa komentar setelah pasangan kita selesai berbicara, agar kita bisa berpikir dulu sebelum berbicara. Menjalin hubungan yang penuh cinta tidaklah rumit hanya diperlukan usaha kita untuk bersikap ramah, penuh perhatian dan tidak menjadikan diri kita sebagai penghalang.

keluarga / Pernikahan cinta / diet / hubungan / istri / kasar / kekasih / komentar / konflik / lidah / pasangan / pedang / pengaruh / pepatah / pertengkaran / suami / tajam / ucapan /

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>