Rambu-Rambu Dalam Berkomunikasi
Pria dan wanita memiliki kebutuhan komunikasi yang berbeda. Melalui pernikahan mereka telah hidup bersama dan menemukan adanya ganjalan-ganjalan dalam berkomunikasi. Pasangan yang relasinya baik tentu saja komunikasinya pun baik.
Apabila saluran komunikasi pria dan wanita macet, setiap perkataan pasangannya dianggap sebagai serangan bagi dirinya. Sebuah saran terdengar seperti nasehat. Setiap perkataan yang memperingatkan terdengar seperti omelan. Sebuah tawaran pertolongan terdengar seperti “Saya tidak yakin kamu mampu melakukannya.”
Setiap pertengkaran haruslah didiskusikan dan dicari jalan keluarnya, dan bila telah selesai janganlah kesalahan pasangan disimpan di hati dan diungkit-ungkit lagi di masa yang akan datang.
Komunikasi suami-istri tidak hanya berupa pembicaraan saja, tetapi setiap sentuhan fisik, belaian juga merupakan bentuk komunikasi.
Mungkin di saat suami Anda pulang kerja, berikan ciuman sebagai ungkapan bahwa Anda gembira melihat ia telah datang. Memegang bahunya di saat melewati kursinya berarti Anda tahu ia ada di sana dan Anda peduli padanya, dll.
Dalam berkomunikasi juga ada rambu-rambunya agar pesan yang ingin disampaikan mencapai tujuannya dan tidak disalahartikan oleh yang mendengar :
Bila pasangan Anda berbicara janganlah disela sebelum selesai pembicaraannya. Menyela pembicaraan menggambarkan Anda tidak menghargai lawan bicara Anda, tidak ingin mendengar apa yang sedang dikatakannya. Terhadap tamu tentu saja Anda tidak akan menyela pembicaraannya. Mengapa Anda tidak memperlakukannya bagi pasangan Anda tercinta ?
Bila pasangan Anda berbicara dengan temannya, janganlah Anda yang menyelesaikan pembicaraannya seolah-olah Anda lebih tahu dari pasangan Anda. Tindakan tersebut membuat pasangan Anda malu dan harga dirinya turun di hadapan sahabatnya.
Kata-kata yang sama bagi pasangan akan menimbulkan kebosanan. Misalnya bila suami Anda pergi bekerja, Anda mengucapkan “Semoga sukses di hari ini” dan perkataan tersebut diucapkan setiap hari. Dan di saat ia pulang kerja “Bagaimana hari ini sayang ?” sesuatu perkataan yang membosankan dan merupakan suatu rutinitas saja. Cobalah dengan kata-kata baru yang memberikan semangat bagi suami Anda di saat ia pergi bekerja.
Seorang pria sangat suka akan penghargaan dan pujian,demikian pula wanita. Katakanlah “Papa hebat bisa mendapatkan tender besar itu” atau “Potongan rambut papa membuat lebih awet muda.” Ataupun pujian lainnya, Anda akan menemukan bahwa pasangan Anda akan memberikan cinta yang lebih besar lagi bagi Anda.
Mintalah nasihat suami Anda. Ini berarti Anda menghargai pengetahuan dan pendapatnya.
Ketika berbicara janganlah terlalu bertele-tele, langsunglah pada pokok permasalahannya. Pria umumnya tidak sabar dengan orang yang bertele-tele dan menghubung-hubungkan terlalu banyak perincian yang tidak relevan. Kemungkinan ia akan mengesampingkan Anda.
Jika terjadi perdebatan dan Anda salah, akuilah. Katakan “Saya salah” dan “Kamu benar”. Ia akan sangat menghargai pengakuan Anda.
Bacalah masalah baru yang mungkin menarik baginya, kemudian bukalah percakapan dengan “Saya membaca hari ini bahwa…… Bagaimana pendapatmu tentang hal ini ?” Dengan memperbesar minat Anda akan membuka percakapan yang lebih menarik dengannya.
Komunikasi penting untuk mendorong dan memelihara relasi. Jika Anda tidak mau mulai berbicara dengan suami Anda dan lebih senang dengan sahabat Anda, relasi Anda tidak akan berkembang.



