June 10, 2008 - aku

Bagaimana Membina Komunikasi Suami Isteri Yang Baik

Setelah berkeluarga bukan berarti membina komunikasi yang baik tidak diperlukan lagi. Apalagi setelah hidup bersama, bertemu setiap hari pastilah ada kata-kata yang tidak disenangi. Mungkin karena demikian parahnya komunikasi di antara suami-istri, mereka tidak saling tegur atau bicara kalau ada perlu saja.
Berbeda bila bertemu dengan teman, ia dengan mudahnya berbicara bahkan lebih ceria. Hal ini tentu membuat sakit hati suami/istri, dengan orang yang dekat tidak seceria dengan temannya. Komunikasi yang terputus ini haruslah segera diatasi agar ada kehangatan lagi di rumah Anda.

Kiat-kiat praktis berikut ini semoga dapat menjadi stimulasi awal bagi terjalinnya kembali komunikasi yang penuh kehangatan diantara suami-istri :
1. Lakukanlah introspeksi diri mengenai apa yang telah dilakukan untuk pasangan Anda hari ini.Bila ada kata/tindakan yang dinilai melukai suami/istri, cobalah minta maaf padanya dan berjanjilah tidak akan melakukannya lagi keesokan harinya.
2. Pasti ada pula tindakan pasangan yang Anda sukai, berilah pujian atau terimakasih atas tindakannya tersebut. Penghargaan yang Anda berikan padanya membuatnya gembira dan mengetahui hal-hal yang Anda sukai. Anda akan menemukan bahwa ia akan lebih bersemangat lagi melakukan hal-hal lainnya yang menyenangkan Anda. 
3. Berilah senyuman padanya di saat bertemu. Senyuman yang diberikan dengan tulus pastilah akan dibalas. Kalaupun suami/istri belum memberikan tanggapan, janganlah putus asa, lakukan sekali lagi.
4. Pergunakanlah kontak mata di saat berteguran dan ingatlah kembali akan hal-hal di saat pacaran yang menarik perhatian Anda, maka tanpa disadari pandangan mata akan diwarnai kembali oleh kasih. 
5. Di saat kontak mata ini, berikanlah sentuhan lembut padanya misalnya memegang bahunya, menyentuh lengannya sehingga Anda berdua merasakan kedekatan emosional satu sama lain. Hilangkanlah sikap gengsi karena sikap tersebut dapat menghambat upaya perbaikan komunikasi di antara Anda.
6. Bila berbicara dengan pasangan ataupun siapa saja yang ada di rumah, upayakan nada suara tidak terlalu tinggi atau melengking karena terkesan Anda sedang marah. Bila Anda memiliki kebiasaan memaki orang, hilangkanlah kebiasaan tersebut.
7. Berhentilah menyalahkan satu sama lain atas suatu peristiwa karena iklim relasi suami-istri merupakan hasil kerjasama keduanya. Tetapi temukanlah hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. 
8. Kembangkanlah humor agar dalam menghadapi suatu peristiwa jangan sampai menyita pikiran. Humor membuat pikiran lebih rileks dan terbuka dalam mencari penyelesaian terhadap suatu problem. Apabila suatu masalah yang rumit telah terselesaikan, pergilah menonton atau meminjam film humor agar Anda berdua dapat melupakan peristiwa tersebut.
9. Yakinlah bahwa setiap persoalan pastilah ada jalan keluar yang terbaik. Beribadah minta bantuan dari Yang Maha Kuasa juga dapat memberikan kekuatan bagi Anda berdua dalam menghadapi persoalan.

keluarga / Pernikahan ceria / emosional / film / hangat / humor / introspeksi / isteri / komunikasi / melukai / membina / menonton / nada / pacaran / penghargaan / problem / relasi / rumit / senyuman / suami / suara / tegur / terputus /

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ingin tulisan tampil di F-Buzz.Com website?
ingin blog anda untuk lebih dikenal dan lebih banyak pengunjung?
Klik disini
'