Pria dan wanita memiliki kebutuhan emosionil yang berbeda. Tanpa pemahaman tersebut pria maupun wanita sering memperlakukan pasangannya layaknya mereka ingin diperlakukan. Contoh : Mira menyampaikan keluh kesahnya selama bekerja kepada suaminya. Ia menceritakan kejadian di kantor di mana Mira ditegur oleh atasannya. Suaminya mendengarkan dan akhirnya memberi nasihat. Mira terlihat makin cemberut. Pada saat ini sebenarnya ia hanya meminta didengarkan dan dimengerti tetapi suaminya menganggap istrinya memerlukan penyelesaian atas masalahnya. Dari pihak suami, ia merasa ditolak istrinya, ia merasa tidak diterima, kurang dihargai atas usulannya. Dari peristiwa ini masing-masing dari mereka merasa tidak dicintai lagi oleh pasangannya dan mereka mulai menarik diri dari interaksi.
 Hal ini sering terjadi dalam hubungan pria-wanita. Sebenarnya pria dan wanita memiliki 6 kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Wanita membutuhkan perhatian, pengertian, hormat, kesetiaan, penegasan dan jaminan. Sedangkan pria membutuhkan kepercayaan, penerimaan, penghargaan, kekaguman, persetujuan, dorongan (lihat artikel Dua Belas Jenis Cinta). Dengan terpenuhinya kebutuhan primer tersebut barulah mereka dapat mencintai pasangannya.
Dari perumpamaan Mira di atas, ia akan merasa dicintai bila suaminya hanya mendengarkan dengan empati sehingga kebutuhan primernya akan perhatian dan pengertian terpenuhi. Sedangkan suaminya akan merasa diterima dan ada kebanggaan tersendiri bila melihat istrinya telah ceria.
Wanita juga sering membuat kesalahan dengan memberikan perhatian berlebihan pada pasangannya yang membuat pria merasa dirinya tidak dipercayai lagi dan membuatnya patah semangat.

 Hubungan antara pria dan wanita menjadi semakin sulit bila masing-masing pihak ingin memperlakukan orang seperti ia ingin diperlakukan padahal pria-wanita memiliki kebutuhan emosionil berbeda. Jadi bagi para wanita, janganlah berusaha untuk memperbaiki pasangan Anda kecuali ia meminta bantuan dari Anda. Karena setiap usaha untuk mengubahnya akan membuat pria semakin lemah dan tidak bersemangat lagi.
Dengan pemahaman bahwa kebutuhan emosionil yang berbeda akan membuat kehidupan cinta pria-wanita semakin menggelora.

Related Articles