Bagaimana Dengan Seks, Jika Pasangan Masih Dalam Pemulihan?

Jun 6th, 2008

 Bagaimana reaksi Anda bila pasangan Anda harus mendekam selama beberapa hari di rumah sakit karena menjalani perawatan medis berkaitan penyakit yang diderita ?
Tentu, derita yang dirasakan pasangan Anda, juga Anda pikul. Karena sebagai istri, Anda tidak hanya menahan beban mental (psikis) namun juga fisik. Istri, tentu sebagai wanita normal yang tidak mengalami gangguan  seksual akan mengalami gejolak-gejolak seks. Namun, bagaimana cara menyalurkan gairah itu jika patner yang biasa diajak merangkai hubungan intim (suami) masih dalam proses pemulihan. Atau, bahkan masih dalam keadaan parah.
Sebagai wanita, Anda harus berbangga hati, karena secara kodrat Anda diberi kelebihan memiliki sifat sabar dan bisa menekan perasaan. Untuk sementara waktu, Anda harus menekan drive itu, atau jika tidak terbendung lagi bisa disiasati dengan menambah intensitas pekerjaan Anda. Sebab bukan tidak mungkin terpaan gairah seks yang sudah menggunung akan menjerumuskan Anda untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai norma sosial dan dilarang agama (selingkuh).
Solusi :
Bila pasangan Anda dianggap sembuh dan boleh keluar rumah sakit, maka Anda sebagai istri harus lebih banyak memiliki rasa sabar.
Perlakukan suami sama seperti pada saat dia masih dalam keadaan sehat. Jangan ada perbedaan mencolok yang bisa ditafsirkan lain oleh suami.
Anda sebagai istri juga harus mau ‘puasa‘ untuk sementara waktu.
Jangan paksakan suami untuk segera menjalani hubungan intim dengan Anda. Disamping nantinya akan membawa hasil yang tidak memuaskan bagi kedua belah pihak, bahkan bisa memperparah kesehatan suami.
Seandainya kondisi suami sudah memungkinkan, Anda bisa memulai dengan melakukan gerakan-gerakan yang ringan dulu.
Rabaan dan sentuhan lembut justru akan membangkitkan kembali semangat/ gairah sang suami yang sempat beberapa saat padam.
Upayakan sesuai dengan kemampuan suami Anda. Hal ini bisa menjadi terapi bagi pemulihan daya seksual pasangan Anda.
Jadi sekali lagi, disini dituntut kesabaran pihak wanita untuk mau mengalah. Satu hal yang terpenting Anda dituntut untuk mengikuti ritme biologis suami. Bukan sebaliknya, karena bukan tidak mungkin malah ambisi Anda bisa memperparah penyakit suami.

No comments yet.