June 4, 2008 - aku

Tangki Cinta

 Seiring dengan berjalannya waktu, pernikahan pasti akan mengalami masa pasang surut. Masa pasang adalah masa di awal pernikahan di mana semua terlihat indah dan menyenangkan. Pada masa surut pernikahan akan mulai mengalami goncangan/ ketidak-harmonisan.

 Bagi pasangan suami istri (pasutri) yang mengerti situasi mereka, maka mereka akan segera dapat mengetahui sumber masalah dan segera mengatasi ketidakharmonisan tersebut. Bagi pasutri yang tidak mengerti – dan ini jumlahnya sangat besar – mereka cenderung untuk mulai melihat sisi negatif dari pasangannya. Mereka mulai saling menyalahkan dan menuduh bahwa pasangan mereka sudah berubah tidak seperti dulu lagi saat mereka masih pacaran atau baru menikah. Dan karena pasangan mereka berubah maka kehidupan rumah tangga mereka akhirnya menjadi tidak harmonis.
Benarkah demikian ? Benarkah telah terjadi perubahan dalam diri pasutri itu ? Sebenarnya tidak! Apa yang terlihat sebagai suatu perubahan sebenarnya hanya merupakan hasil/ akibat dari mulai menipisnya isi tangki cinta mereka.

 Apakah tangki cinta itu ? Tangki cinta sama dengan rekening tabungan yang Anda miliki. Bila uang pada tabungan itu hanya ditarik tanpa adanya setoran baru maka lama kelamaan rekening itu akan semakin habis dan malah bisa ditutup oleh bank karena saldonya di bawah saldo minimum. Demikian juga dengan tangki cinta Anda. Pada saat awal pernikahan pasutri memasuki hidup berumah tangga dengan tangki cinta yang penuh atau bahkan sampai tumpah ruah. Semuanya terlihat dan berjalan baik. Sampai suatu saat, karena tangki cinta ini tidak diisi, tangki cintanya mulai kosong.

 Lalu mengapa tangki cinta bisa terkuras isinya? Banyak kejadian dalam hidup yang perlahan tapi pasti menguras isi tangki cinta. Kekecewaan, kritikan, mis-komunikasi, salah pengertian, cinta bersyarat dan masih banyak lagi.

 Untuk bisa mengisi tangki cinta, pasutri harus tahu apa yang menjadi kebutuhan paling mendasar dalam pernikahan mereka. Kebutuhan istri dan suami sangat berbeda. Pasutri yang tidak mengetahui hal ini akan berpikir: “Karena saya mencintai kamu maka apa yang cocok bagi saya pasti cocok bagi kamu juga”. Padahal dalam kenyataannya hal ini tidak benar.

 Berikut adalah lima hal yang menjadi kebutuhan utama bagi suami dan istri dalam berumah tangga. Kelima hal ini mungkin tidak sama urutannya bagi setiap orang tetapi dari hasil penelitian selama ini didapatkan bahwa sebagian besar akan menyerupai daftar di bawah ini.

Kebutuhan utama seorang pria dalam kehidupan berumah tangga :
 Pemenuhan kebutuhan hubungan suami istri
 Seorang istri memenuhi kebutuhan ini dengan menjadi istri yang “galak di kamar tidur”. Istri melakukan komunikasi terbuka mengenai subyek ini dan bersama-sama suaminya membangun suatu hubungan suami istri yang menyenangkan dan saling memuaskan.
 Dukungan dan pengertian atas kegiatan yang bersifat rekreasi
 Seorang istri mendukung hobby maupun kegiatan rekreasi yang sangat digemari suaminya. Istri tidak hanya mendukung tetapi juga mempelajari hal-hal yang berkenaan dengan hobby/ kegiatan rekreasi suaminya sehingga istri dapat berperan sebagai pendukung aktif dan bisa diajak bicara mengenai topik tersebut.
 Penampilan istri yang menarik
 Istri menjaga penampilan dan merawat dirinya dengan benar. Melakukan olahraga demi kebugaran dan keindahan tubuh, memakai rias wajah yang sesuai dan berpakaian sedemikian rupa sehingga suami tertarik dan merasa bangga.
 Suasana rumah yang tenang dan menyenangkan
 Istri menciptakan rumah yang memberikan suasana rileks, tenang dan menyenangkan sehingga saat suami pulang ke rumah ia menemukan tempat untuk me’recharge’ dirinya yang seharian telah dilanda ketegangan dan tekanan dari pekerjaan maupun usahanya. Dengan memberikan suasana seperti ini maka suami akan betah tinggal di rumah dan dengan demikian dapat menyediakan waktu yang lebih banyak bagi keluarga.
 Rasa kagum dan hormat pada suami
 Istri mengerti dan menghargai suami lebih dari orang lain. Istri mengingatkan suami bahwa si suami adalah orang yang begitu berharga dalam hidupnya dan betapa suaminya telah melakukan begitu banyak hal bagi diri si istri dan keluarganya. Istri membantu meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri suami. Istri tidak mengkritik suami dan menghormati suaminya bukan sekedar pada apa yang dilakukan oleh suami tetapi lebih pada rasa hormat yang tulus dan mendalam bahwa orang yang menjadi suaminya adalah orang terbaik yang telah Tuhan berikan padanya.

Kebutuhan utama seorang wanita dalam kehidupan berumah tangga :
 Perhatian dan kasih sayang
 Seorang suami menyatakan cinta dan sayangnya pada istrinya secara terbuka/ eksplisit baik itu melalui ucapan, pelukan, belaian dan sentuhan. Ungkapan ini perlu dilakukan secara terbuka dan berulang setiap hari. Istri membutuhkan perhatian dan kasih sayang lebih dari segalanya.
 Komunikasi
 Suami meluangkan waktu untuk ngobrol dengan istrinya mengenai topik apa saja. Dalam hal ini suami bertindak sebagai teman ngobrol dan pendengar yang baik tanpa perlu memberikan penilaian ataupun kritikan terhadap apa yang dibicarakan.
 Kejujuran dan keterbukaan
 Suami menceritakan segalanya pada istrinya tanpa ada hal yang disembunyikan. Suami menceritakan perasaannya yang positif maupun yang negatif, kejadian di masa lalunya, jadwal kegiatannya dan perencanaannya mengenai masa depan mereka.
 Dukungan keuangan
 Suami mengambil tanggung jawab untuk menyediakan sandang, pangan dan papan bagi keluarganya. Jika penghasilannya belum mencukupi maka suami akan meningkatkan kemampuan dan keahliannya sehingga ia bisa meningkatkan penghasilannya. Suami tidak akan mengorbankan keluarganya dengan bekerja lebih keras sehingga waktunya dengan keluarga semakin sedikit. Suami akan mempertahankan keseimbangan antara keluarga dan karir/ usaha.
 Komitmen pada keluarga
 Suami berkomitmen untuk menyediakan waktu dan tenaga dalam mendidik anak secara benar. Suami membacakan cerita pada anak-anak, bermain bersama mereka dan meluangkan waktu untuk jalan-jalan bersama anak-anaknya. Suami bersama istrinya membaca buku dan menghadiri seminar mengenai pendidikan anak sehingga mereka tahu cara yang benar dalam mendidik anak. Suami menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan istrinya mengenai cara pendidikan anak yang sesuai untuk keluarganya dan menyadari bahwa peran serta suami adalah sangat penting bagi istri

keluarga / Pernikahan cinta / dukungan / harmonis / hormat / isteri / kagum / kasih sayang / keahlian / kebutuhan / keuangan / mengerti / menghargai / pasangan / pasutri / pelukan / perhatian / Pernikahan / rumah tangga / suami / tabunngan / tangki / ucapan /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ingin tulisan tampil di F-Buzz.Com website?
ingin blog anda untuk lebih dikenal dan lebih banyak pengunjung?
Klik disini
'