MENJELANG atau sesudah orgasme, banyak pasangan yang seringkali mengalami kram otot, baik itu di jari kaki, betis, atau di sekitar pangkal paha. Tak dapat disangkal, kram sangat mengganggu dan lebih gawat lagi dapat membuat gairah lenyap seketika. Apalagi kram biasa datang ketika menjelang klimaksnya bercinta.
Kram otot, menurut beberapa ahli, dapat berhubungan dengan posisi tertentu. Misalnya, ketika Anda bercinta dengan posisi menyamping, mungkin saja ada otot-otot tertentu yang ‘menolak’ atau bekerja lebih keras dari otot yang lain, sehingga menyebabkan kram. Jika memang itu penyebabnya, cobalah ganti posisi bercinta Anda, misalnya dengan posisi atas-bawah atau posisi duduk. Jangan ragu untuk bereksperimen, karena setiap orang memiliki kepekaan otot yang berbeda-beda.
Kram bisa juga terjadi karena otot-otot terlalu tegang. Jadi, cobalah untuk bercinta dengan lebih rileks. Dengan otot yang lebih kendur, gairah bercinta Anda tak akan hilang atau berkurang kok! Mulailah selalu dengan foreplay, seperti halnya pemanasan dalam olahraga, karena salah satu risiko melewatkan pemanasan adalah timbulnya kejang otot.
Kekurangan Zinc (Zn) dalam tubuh juga dapat menyebabkan kram otot. Makanlah makanan yang banyak mengandung Zinc, seperti tiram, kerang laut, dan lain-lain. Agar lebih praktis, suplemen yang banyak mengandung Zn juga dapat dijadikan pilihan.
Pemasukan air putih ke dalam tubuh, ternyata berhubungan juga dengan kram. Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang minum air putih dalam jumlah cukup per harinya lebih jarang menderita kram otot dibanding orang yang sangat kurang minum air putih. Jadi, minumlah air putih minimal 8 gelas sehari. Alhasil, kegiatan bercinta Anda tak lagi diganggu oleh sakitnya kram otot. Gampang kan?
HASTUTY uring-uringan menyambut hari perkawinannya yang sudah semakin dekat. Emosinya lekas sekali naik jika ada orang yang mengingatkan tentang macam-macam persiapan. Apalagi kalau ada yang menambah usul ini itu. “Rasanya nggak ada habis-habisnya. Pusing saya, begitu banyak yang harus dilakukan. Padahal saya dan calon suami dua-duanya kerja, se-muanya jadi tambah repot,” keluhnya.
Padahal famili dan kerabat ikut turun tangan membantunya. Hastuty tidak bisa membayangkan, bagaimana jika semua harus diurus sendirian, meski pesta itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Kenyataan semacam ini umum dialami oleh pasangan yang mau menikah. Semakin dekat hari H, kadang membuat calon pengantin mudah dilanda stres. Karena, kalau semula dirasakan hari-hari berjalan amat lambat, tiba-tiba saja dia menjadi sadar, bahwa ternyata hari berputar dengan amat cepat sementara persiapan belum juga selesai. Dan dengan mendadak, hari H, datangnya upacara perkawinan, sudah di depan hidung.
Menurut Nunun Nurbaeti Daradjatun, “Stres pada calon mempelai terjadi karena, pengantin merasa mampu mengurusi sendiri semua persiapan acara pernikahan dan ingin semuanya menjadi prima. Di sisi lain, mereka masih belum punya pengalaman serta tak punya sistem kerja yang baik.”
Berikut sejumlah tips dari Nunun, sebagai pegangan dasar dalam mempersiapkan acara perkawinan. Hal pertama yang perlu disiapkan, surat jati diri berupa KTP, kartu keluarga, empat pas foto berukuran 4 kali 6 serta surat keterangan telah menjalani imunisasi Tetanus Toxoit.
Itu semua catatan dasar persiapan untuk warga Indonesia yang kawin dengan orang sebangsanya. Tetapi, kalau misalnya ada WNA ingin kawin dengan WNI, persyaratannya berubah semakin banyak. Misalnya saja perlu disiapkan akte kelahiran, surat tanda melapor diri dari polisi, paspor, izin kedutaan atau perwakilan diplomatik negaranya. Di samping itu, perlu kelengkapan; keterangan izin menetap sementara, buku biru dari kantor imigrasi, surat izin Depnaker bagi yang bekerja di Indonesia dan surat keterangan tempat kerja.
Belanja ide
”Mengurus pernikahan di Indonesia memang mutlak perlu waktu, tidak seperti di luar negeri, bisa dilakukan mendadak, satu hari siap.” Untuk bisa mengantisipasi berbagai hambatan tersebut, perlu waktu sekitar sepuluh hari sebelum tanggal pernikahan, calon pengantin sudah harus datang berdua ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Bagi mereka yang beragama Kristen, datang ke gereja, sehingga di mana saja di Indonesia, agaknya memang kawin memerlukan persiapan lebih lama.
Perkawinan, seperti yang selalu diharapkan, hanya akan berlangsung sekali seumur hidup. Oleh karena itu tidak bisa main-main, persiapan harus matang sekali. Ada kebiasaan, untuk menyambutnya, biasanya para pengantin lantas memakai pakaian adat, mungkin agar tampak bisa lebih abadi. Tidak memakai pakaian sehari-hari yang bisa dikenakan, kapan saja.
Akan tetapi, kalau kawin dengan memakai pakaian serta upacara adat, perlu ditekankan, seluruh rangkaian upacara adat tersebut harus dikemas dengan baik dan diringkas agar tidak berubah menjadi berlarut-larut. Maka sewaktu menyusun acara, kenyamanan tamu mutlak harus diperhatikan. Oleh karena itu, lay out tempat duduk, jarak untuk melihat rangkaian acara, sound system, pencahayaan serta penjelasan tentang seluruh rangkaian upacara adat, tidak boleh begitu saja ditinggalkan.
“Harus diingat, upacara perkawinan bukan tontonan, mana ada orang rela anaknya kawin hanya sekadar jadi hiasan panggung? Oleh karena itu, para tamu juga jangan sampai merasa hadir di panggung tontonan, atau menyaksikan peragaan busana adat. Dengan demikian, penataan acara harus selektif. Kiatnya, seluruh acara adat yang memang sudah mentradisi wajib dilestarikan. Namun, di mana perlu, harus bisa diring-kas, agar tidak berkepanjangan.”
Ada calon pengantin yang nekat, dalam arti, mereka sangat mengandalkan daya ingatnya yang tinggi. Kepada mereka Nunun memberikan tambahan nasihat, lebih bijaksana kalau calon pengantin memiliki catat-an tertulis sekitar rencana pernikahan. Calon pengantin juga perlu buku pegangan, agar mereka bisa mencatat semua gagasan pribadi yang mendadak muncul. Proses tersebut disebut dengan istilah shopping idea, dimulai sekitar tujuh bulan sebelum hari H tiba, agar perencanaannya lebih terkontrol.
Jangan bedakan tamu
Disarankan, seluruh rangkaian acara perkawinan sepenuhnya diserahkan kepada wedding organizer, agar bisa ditangani secara profesional. Bahwa suatu acara perkawinan dikelola sendiri memang tidak ada yang melarang. Hanya saja, jika tetap dikelola sendiri, para calon pengantin perlu memiliki buku pegangan berikut sistem kerja yang cermat. Dilakukan perencanaan matang, pembagian kerja secara tepat, membuat check list, melakukan kontrol sesuai dengan tanggung jawab masing-masing, dibarengi doa, agar semuanya bisa berlangsung dengan sukses.
Mengamati seluruh pengalamannya ketika menghadiri berbagai macam acara perkawinan, Nunun memberikan saran, “Tamu adalah raja, siapa pun mereka, apa pun pangkatnya. Oleh karena itu, jangan sekali-kali melakukan pembedaan.” Ketentuan yang membagi antara tamu VIP, bahkan VVIP, dan tamu biasa, sangat tidak bijaksana. Termasuk yang tidak pernah dia sarankan; membedakan ruang dan menu makan, mendahulukan pembesar dalam antrean tamu, menghentikan antrean karena pengantin akan membikin foto bersama pembesar, selebritis atau tokoh.
Langkah terobosan telah dia lakukan ketika Nunun menikahkan anaknya. “Jabatan itu kan kalau kita sedang berada di lingkungan pekerjaan. Sebagai tamu yang kita undang, kedudukan mereka sama, semua terhormat, tak harus ada yang boleh diistimewakan.”
Salah satu yang seringkali dilupakan adalah, memahami kemampuan kita pribadi. Dalam pengertian, ibaratnya kalau mampunya hanya mengundang seratus tamu, jangan lantas menghadirkan seribu orang. Apalagi kalau lantas kursinya nggak cukup, makanan kurang, parkirnya kacau dan apa-apanya kurang. “Yang paling utama adalah, mampu tidak kita dalam meng-cover semua tamu. Meski tamunya berlimpah, tetapi kalau ketika pulang mereka semua menggerutu, pesta tersebut hanya akan menjadi bahan pergunjingan orang…”
Salah satu masalah yang dialami pasangan suami istri yang telah lama menikah ialah kejemuan seksual. Apalagi kalau kehidupan seksual berjalan tidak harmonis, hanya dinikmati oleh salah satu pihak saja. Dalam kehidupan seksual yang tidak harmonis, kejemuan bahkan dialami juga oleh pasangan suami istri yang belum lama menikah.
Pada pasangan yang sudah lama menikah, kejemuan seksual terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual. Akibatnya, suami istri kehilangan kontak seksual, dan untuk selanjutnya dorongan seksual menjadi padam.
Dalam keadaan seperti ini, lelaki sangat merasakannya, karena kemampuan ereksi menjadi terganggu. Gangguan ereksi ini sendiri berdampak sangat negatif, sebab lelaki merasakan ketidakmampuannya melakukan hubungan seksual. Di lain pihak, istri juga merasakan akibatnya karena kegagalan melakukan hubungan seksual.
Lebih jauh, dalam keadaan seperti ini, penyelewengan seksual mudah terjadi. Pihak suami cenderung ingin mencoba melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, untuk membuktikan kemampuan seksualnya yang terganggu dengan istrinya. Kalau gangguan itu semata-mata hanya karena kejenuhan seksual, maka hubungan seksual dengan perempuan lain hampir pasti berlangsung dengan baik, atau paling tidak, lebih baik daripada dengan istrinya.
Di pihak istri, ketidakmampuan seksual suami seringkali menimbulkan dugaan bahwa suami telah melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, sehingga tak mampu lagi berhbuungan seksual dengannya. Tentu saja, dugaan ini dapat menimbulkan masalah yang lain lagi.
Kalau istri mengetahui bahwa suaminya ternyata mampu melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, maka muncul anggapan yang tidak rasional, yang menganggap suami terkena guna-guna oleh perempuan itu.
Akibat guna-guna itulah sang suami menjadi tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan istrinya, tetapi ternyata mampu melakukannya dengan perempuan lain. Anggapan tidak rasional ini banyak beredar di masyarakat, khususnya pada kelompok perempuan.
Ratri: “Happiness, that grand mistress of the ceremonies in the dance of life, impels us through all its mazes and meanderings, but leads none of us by the same route” (Charles Caleb Colton).
DAERAH SENTUHAN DAN BELAIAN BARU
Mungkin suami-isteri telah saling kenal dan paham betul bagaimana saling membelai, mengusap, dan menyentuh pasangannya. Namun demikian, barangkali masih tetap saja ada yang kurang. Masih banyak tempat-tempat yang belum pernah dijelajahi dalam usapan dan sentuhan tersebut.
Bagian-bagian yang dulu disentuh, kini dapat ditingkatkan dengan berbagai cara lain. Wilayah-wilayah yang belum tersentuh ini perlu dijajaki. Pakar seksologi menganjurkan agar respons pasangan diuji melalui berbagai cara. Satu bentuk cumbuan saja tidak cukup untuk mengenali titik-titik yang menggairahkan pasangan.
Misalnya, kalau selama ini hanya tangan yang berperan, sangat dianjurkan agar masing-masing memanfaatkan kemampuan lidah, gigi, bibir, bahkan kehangatan napas. Untuk itu, carilah selalu tempat-tempat baru yang dapat dijelajahi.
Kalau biasanya bagian leher yang dibelai dan disentuh waktu ciuman, orang mungkin dapat memperluas jangkauannya ke bagian pundak. Perubahan metode dan daerah ini juga sekaligus akan menuntut perhatian pasangan yang melakukannya. Artinya, pikiran tidak akan lari ke mana-mana sehingga suasana hati tidak akan dirusak.
Atau, ketimbang melakukan ciuman terus-menerus dari bibir ke bibir, pasangan tersebut juga dapat memanfaatkan jari-jari masing-masing ke bibir pasangannya, dan mencoba merasakan perbedaannya. Sebagian orang mengaku bahwa bibirnya jauh lebih peka terhadap sentuhan jari ketimbang bibir pasangannya.
Wilayah yang barangkali sering dilupakan ialah sentuhan pada dasar tulang belakang. Di sana ada sebuah lempeng tulang yang disebut tulang selangkangan. Dalam susunan tulang selangkangan ini terdapat beberapa lengkungan-lengkungan kecil. Di tempat ini terdapat 16 titik akupresur. Apabila lengkungan ini disentuh atau diremas, maka energi pasangan tersebut akan terbuka. Daya seksualnya akan lebih hidup dan terangsang.
Sakit saat berhubungan intim mungtkin pernah Anda alami. Sakit itu timbul ketika pasangan (suami) melakukan penetrasi ke dalam vagina Anda. Rasa itu terkadang teramat sakit untuk Anda, sehingga apa yang seharusnya bisa Anda nikmati, justru mengganggu. Lalu, apa sih penyebab sakit itu ? Dan bagaimana cara mengatasinya ?
Wanita Pernah Mengalami
Beberapa wanita pernah mengalami ketidaknyamanan atau rasa sakit ini saat melakukan hubungan intim. Nah rasa sakit ketika berhubungan intim pada wanita dalam istilah kedokteran dikenal dengan dispareunia. Rasa sakit ini bisa di bagian luar dari vagina, di bagian dalam vagina, atau bisa pula jauh di dalam daerah perut ataupun panggul, demikian menurut pendapat dari H.winter Griffith, MD. Rasa sakit ini timbul bisa saya pada saat berhubungan, saat di pertengahan, ketika orgasme, ataupun ketika selesai berhubungan suami-istri.
Sementara itu berdasarkan pengamatan dari Master & Johnson bahwa sekitar 15 persen wanita sudah menikah dalam setahun mengalami hubungan suami-istri yang menyakitkan untuk berberapa kali. Bahkan ahli tersebut memperkirakan pula bahwa sekitar satu atau dua persen wanita yang berumah tangga mengalami banyak lagi hubungan intim yang menyakitkan dalam setahun sebandingkan dengan kelompok wanita yang 15 persen itu. Rasa nyeri, sakit, dan bentuk-bentuk gangguan selama berhubungan intim, tentu saja dapat mengganggu kenikmatan dan kelanggengan dalam berhubungan intim.
Faktor Fisik
Penyebab dari dispareunia menurut Winter bisa beraneka, misalkan secara fisik. Nah, dispereunia yang disebabkan oleh factor fisik karena infeksi dari penyakit kelamin, seperti herpes ataupun penyakit lain yang menyerang vagina, leher rahim, ataupun tuba falopi. Karena anda sedang menjalani pengobatan atau peradiasian untuk menyembuhkan suatu penyakit, bisa juga mengakibatkan nyeri pada waktu berhubungan badan. Setelah beberapa waktu anda melahirkan karena dilakukan penyayatan pada mulut bibir kemaluan untuk mempermudah kehariran, bisa menyebabkan dispareunia. Nyeri atau sakit bersenggama bisa juga karena anda menderita endometriosis. Yaitu adanya suatu jaringan endometrium di luar rahim, misalnya disaluran telur, indung telur, diantara dinding belakang rahim dan anus. Kerena robeknya selaput dara atau selaput dara tipis, bisa juga mengakibatkan nyeri saat berhubungan. Selain itu, jika terjadi luka disaluran kencing, bisa juga menyebabkan nyeri. Lalu karena reaksi alergi pada diaprama, kondom, ataupun tidak terlalu bagus pelumas pada kondom dan juga bisa dikarenakan factor menopause. Penurunan kadar esktrogen yang mempengaruhi jumlah cairan di vagina.
Faktor Psikis
Faktor ini lebih banyak disebabkan oleh trauma yang dialami sehingga membekas dalam ingatan, seperti misalnya kasus pemerkosaan. Selain itu juga karena adanya rasa takut hamil, karena memang belum mengharapkan adanya anak dalam keluarga (menikah pada usia muda). Faktor pemanasan yang kurang lama dan maksimal pada istri, juga dapat menyebabkan despareunia. Posisi pada yaktu bercinta juga banyak pengaruhnya.
Mengatasi Dispareunia
Untuk mengatasi masalah ini pertama – tama harus dikonsultasikan kepada dokter apa penyebabnya. Apabila factor utama penyebab dari penyakit ini terdeeteksi baru langkah-langkah pengobatan akan disesuaikan, baik oleh karena faktor fisik dan psikis
Bila Anda ingin memberikan sentuhan sensasional kepada pasangan Anda, mungkin es batu bisa menjadi alat bantu yang efektif. Sentuhan dingin dari bibir, lidah hingga rongga mulut Anda bisa memberikan rasa nyaman kepada pasangan Anda. Karena itu, suatu hari nanti Anda patut untuk mencobanya.
Mungkin saat pasangan Anda sedang dalam kondisi rileks, Anda dapat mengajaknya dalam petualangan seks dengan mengatakan bagaimana bila Anda mengajaknya bertualang ke pegunungan Alpen? Setelah itu kulumlah sebuah es kecil ke dalam mulut Anda dan sentuhlah perlahan kulitnya, terutama tengkuknya dengan bibir Anda yang telah dingin oleh es batu.
Itu adalah pembuka sentuhan Anda, setelah itu perlahan mainkan lidah Anda yang telah membeku oleh es batu dalam mulut Anda tepat di belakang kuping dan kupingnya. Perlahan turunkan cumbuan Anda terus ke dada hingga bagian perut bawahnya.
Jangan lupa, jika Anda ingin melucuti pakaiannya, tiap centi yang terbuka perlu Anda sentuh dengan dinginnya bibir dan lidah Anda. Jangan lupa untuk mencumbu lembut bagian paha dalamnya. Ini akan sangat membangkitkan hasratnya sebelum Anda menuju sasaran.
Anggaplah mulut Anda memiliki kekuatan erotis yang tinggi, sehingga Anda dapat penuh percaya diri mencumbu tiap centi tubuhnya. Bila waktunya tiba, dimana tersembul penisnya yang mulai tegak menantang langit, Anda dapat melakukan seks oral dengan seluruh hawa dingin yang bersarang di rongga mulut Anda. Perhatikan reaksinya. Ini akan menjadi permainan erotis yang sangat dahsyat dan pasti pasangan Anda ingin terus mencoba dan mencoba lagi.
Suami istri yang melakukan hubungan intim dengan oral sex biasanya dilakukan untuk mencari variasi baru, karena takut terjebak dalam satu rutinitas. Atau mungkin apabila sang isteri sedang hamil tua atau bahkan sedang datang bulan. Nina ( bukan nama sebenarnya ) bersama suaminya baru melakukan oral sex tiga kali, karenanya ada pertanyaaan yang mencul di hati Nina ; Berbahayakah oral sex bagi kesehatan?
Dr Naek L Tobing dalam sebuah talk Show di Hotel Regent Jakarta, mengemukakan, oral sex dari jaman dahulu lumrah dilakukan oleh pasangan suami istri. Sekedar untuk mencari variasi yang menyenangkan dan sekaligus sebagai penghibur baik dari aspek fisik maupun psikis. “Mulut dan lidah adalah alat cumbu yang paling lembut dan yang paling baik. Daerah-daerah sensitive seperti di balik telinga, seputar leher dan dada, apabila disentuh dengan mulut dan dibarengi dengan permainan lidah, akan terasa lain bila disbanding dengan alat cumbu lain, seperti tangan misalnya.
Satu hal yang perlu diperhatikan oleh suami istri pada waktu melakukan hubungan oral sex adalah adanya kesepakat antara kedua pasangan. Jangan hanya sepihak saja, tetapi kedua-duanya sama - sama menghendaki. Maka dari itu, sesudah saling menginginkan barulah kegiatan tersebut dapat dilakukan. Sebab kalau hanya sepihak saja, maka hasil yang diinginkan tidak akan mencapai kebahagiaan yang optimal. Melakukan oral sex semestinya, tidak ada paksaan dari salah satu pihak. Egoisme merupakan hal yang tidak pantas.” Formasi enamsembilan, boleh – boleh saja. Yang penting, mulut dan organ sex masing-masing pihak bersih dan sehat. Dan oral sex tidak akan berbahaya bagi kesehatan, selam kebersihan alat vitas terjamin”. Tegas dr. Naek L Tobing.
Akan halnya sperma yang mungkin saja tertelan, sambil tersenyum, mengatakan tidak ada masalah. Tidak akan berdampak negative pada kesehatan si istri. “Malah ada yang bilang bisa menambah awet muda. Secara biologis belum terbukti, tetapi secara psikis mungkin saja. Begitu juga dengan “pelicin” yang mungkin saja tertelan, tidak akan mengganggu kesehatan suami”.
Jadi aktifitas sexual dengan cara oral sex tidak berbahaya bagi kesehatan. Asal diingat bahwa kebersihan merupakan hal yang penting dan keduabelah pihak yaitu suami istri harus menghendakinya, agar kebahagiaan yang optimal data direguk bersama. (dar)
Kebahagiaan perkawinan adalah suatu hal yang mampu membuat hidup itu terasa tenteram, bahagia, nyaman, aman dan damai. Apalagi bila kebahagiaan itu dapat dirasakan dalam waktu lama dengan abadi pula. Untuk membuat kebahagiaan itu bertahan lama, perlu pemeliharaan yang dilakukan dengan penuh hati-hati dan tidak sembarangan. Bagaimanapun menjaga dan memelihara apa yang telah kita dapatkan tentu tidak semudah waktu pertama kali kita mendapatkannya. Memelihara kebahagiaan perkawinan itu sendiri dapat dimulai dengan memperhatikan dan membenahi hal-hal yang sepele. Misalnya saja memperhatikan apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan kita.
Pada tahun-tahun pertama perkawinan segalanya masih begitu indah dan terasa manis. Banyak perasan yang dikorbankan demi menyenangkan pasangan. Tetapi, ketika tahun demi tahun berganti, seiring waktu berlalu perasaan dan niat untuk memberi kebahagiaan pada orang yang dicintai itu akan semakin pudar secara perlahan tapi pasti. Itu sebabnya mengapa perlu bagi pasangan suami isteri untuk selalu berusaha menjaga dan memelihara kehidupan perkawinannya sebaik mungkin. Setiap orang pada awal kebahagiaannya tentu tidak mengharapkan perkawinannya berakhir singkat. Apalagi setelah kehadiran anak-anak yang menghiasi perkawinan tersebut. Sebagai orang tua tentu kita juga harus memikirkan bagaimana nasib anak-anaknya kelak bila orang tua mereka terpaksa harus berpisah.
Oleh karana itu, sebelum apa yang tidak diharapkan terjadi dan menimpa kehidupan rumah tangga, tidak ada salahnya bagi pasangan suami isteri untuk memahami betul-betul bahwa perkawinan itu adalah sesuatu yang indah dan merupakan berkat dari Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Jangan sampai pernikahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun kandas begitu saja hanya karena hal kecil yang tidak bisa ditolerir.
Banyak hal yang bisa dilakukan pasangan suami isteri untuk mengantisipasi kehidupan perkawinannya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkannya. Salah satu di antaranya adalah menghormati dan menghargai pasangannya. Apapun yang terjadi bila anda saling menghormati dan menghargai tentu segalanya akan dapat diatasi dengan baik. Jangan menganggap sepele pasangan, apalagi sampai menyakiti dan melukai hatinya.
Ingatlah selalu bahwa, sebelum anda memutuskan untuk hidup bersama dengannya, Anda pernah mencintai dan menyayanginya. Jadi jangan biarkan perasaan cinta dan sayang itu lenyap hanya karena anda mulai jenuh dengan rutinitas yang ada.
Membina hidup perkawinan itu memang tidak mudah. Tetapi semuanya akan dapat dijalankan dengan baik apabila anda tetap menganggap bahwa pasangan anda adalah orang terbaik di mata anda, orang yang berhasil menaklukkan hati anda, orang yang tiada tandingannya, dan orang yang paling anda cintai dan rindukan. Dengan berbekal alasan- alasan seperti itu, dapat dipastikan anda tak mungkin rela apalagi sampai tega bila sesuatu itu terjadi padanya. Bahkan anda akan semakin menyayangi, mencintai dan membutuhkannya, karena dengan dialah anda hidup selama ini.
Jika sebuah perkawinan diibaratkan sebuah mobil, jika tidak pernah dirawat dengan baik, tentu akan menjadi cepat rusak, mudah keropos mesinnya dan akhirnya bisa membosankan. Demikian pula perkawinan, jika tidak pernah dirawat dengan baik, yaitu dengan kemesraan dari pihak masing-masing pasangan pun, akan mudah rusak dan cepat membuat bosan pasangan satu sama lain.
Banyak orang yang menganggap bahwa kemesraan itu indentik dengan melakukan kegiatan seks atau hubungan biologis. Padahal, sebenarnya kemesraan itu merupakan ekspresi kasih sayang antara suami dan istri atau antara masing-masing pasangan dan lain-lain. Karena salah satu kebutuhan tiap-tiap manusia dalam hidupnya, adalah dicintai dan mencintai.
Banyak cara yang bisa dilakukan pasangan atau suami istri, untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayangnya kepada masing-masing pasangannya. Yang penting dalam mengungkapkannya, Anda jangan ragu ataupun malu.
Seperti juga yang dialami salah satu pasangan artis Muchsin Alatas dan Titiek Sandhora, selain jauh dari gosip, mereka juga telah 28 tahun mengarungi mahligai perkawinan in. Mereka mengakui tidak pernah lupa mengekspresikan perasaan mereka kepada masing-masing pasangannya. “Kita berdua, nggak pernah menutup-nutupi apa yang kita rasakan kepada pasangan kita. Baik di depan anak-anak, maupun di depan umum, tapi masih bersifat positif tentunya. Tapi, kalau diantara kita ada yang lagi ngambek dan biasanya yang paling banyak ngambek ya Titiek itu, saya cuman milin-milin kumis saja, di depan wajahnya sambil bilang I Love You , Ma, udah deh lumer lagi perasaannya,” tutur Muchsin yang bersama istri mempunyai usaha berupa Travel Agent.
Hal yang sama dialami pula pasangan muda, Inez Tagor dengan Adi Prabudi, walaupun baru 2 tahun mengarungi mahligai perkawinan ini, mereka mengetahui apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh masing-masing pasangannya itu. “Karena kita berdua menjalani masa pacaran selama 7 tahun, otomatis kita jadinya lebih bisa terbuka, saling mengerti dan memahami kemauan satu sama lainnya.
Apalagi selama saya hamil, kegiatan hubungan biologis dengan suami, memang sedikit berkurang. Selain karena kondisi tubuh saya yang cepat capek, suami juga sangat pengertian dan menjaga sekali kesehatan saya selama hamil ini. Bagi saya dan suami sekarang ini, kalau ingin bermesraan, ya kalau nggak belai-belain, pokoknya banyak cara deh untuk menuju Roma,” ujar Inez yang selama hamil ini masih sibuk syuting, Berikan aku Cinta ini.
Sebaiknya sejak awal hubungan, masing-masing pasangan mampu mengekspresikan dirinya, agar masing-masing saling mengerti dan memahami kemauan pasangannya. Bagi pasangan muda, disarankan mencoba membiasakan diri dari sekarang, untuk bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Misalnya menulis apa yang mereka rasakan tentang pasangannya, dengan kalimat seperti, Saya paling suka melihat senyummu, Saya bahagia menikah dengan kamu karena……
Dan, saat Anda dan pasangan bersama-sama membaca hasilnya, akan lebih banyak perasaan positif yang muncul, maka Anda dan pasangan akan merasakan rasa cinta dan kasih sayang semakin besar.
Tidak perlu malu untuk mengekspresikan perasaan Anda yang paling dalam, kepada pasangan Anda. Dalam hal hubungan biologis atau seksual dengan pasangan, misalnya, jangan malu atau enggan mengatakan bahwa Anda sedang lelah untuk berhubungan. Tapi jangan ragu atau malu untuk memberitahu pada pasangan Anda, apa yang bisa membuat Anda senang dan yang kehendaki. Rahasia terpendam yang diceritakan cuma untuk berdua itulah, yang mampu mengikat suatu perkawinan.
Ciuman Kecil, sentuhan dan santai
Sebuah ciuman kecil untuk suami atau kekasih, ternyata mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi Anda dan pasangan Anda. Jangan pelit untuk memberikan ciuman kepada pasangan Anda. Ciuman-ciuman kecil seperti ini memang mujarab untuk memompa semangat suami istri atau pasangan Anda.
Seperti halnya bayi atau anak kecil, orang dewasa juga membutuhkan sentuhan. Selain dapat menimbulkan perasaan dicintai, sentuhan juga mendatangkan rasa aman, nyaman dan bahagia. Sentuhan-sentuhan yang lembut, mesra dan bahkan terkesan sensual, akan membuat pasangan kita merasa dibutuhkan.
Ciptakan suatu kegiatan santai yang membuat Anda dan pasangan bisa melakukannya bersama-sama. Misalnya, karaoke berdua, permainan kartu atau tebak-tebakan atau mungkin melakukan taruhan ketika menonton pertandingan olahraga di televisi. Dan kalau salah satu dari Anda ada yang kalah, dia harus memijat. Mesra bukan?
Humor atau kejutan kecil yang dilakukan berdua pada masing-masing pasangan, merupakan bumbu yang manis dalam perkawinan. Kejutan-kejutan yang bersifat surprise, seperti tiba-tiba memeluk suami Anda dari belakang, mencubit pinggulnya atau menyiulinya saat suami Anda berjalan di depan Anda, bisa merupakan variasi dan menghilangkan rutinitas dalam kehidupan berkeluarga.
Dan yang terpenting dalam sebuah perkawinan jangan cepat berprasangka buruk kepada pasangan Anda, jika suatu saat suami Anda berprilaku tidak seperti biasanya. Seperti tiba-tiba memuji kecantikan Anda, membelikan Anda parfum mahal atau memasangkan musik yang romantis di rumah. Mungkin saja dia sedang berusaha menunjukkan kasih sayangnya kepada Anda, dengan kejutan kebahagiaan.
Kemesraan antara Anda dan pasangan Anda merupakan proses belajar dari waktu ke waktu. Yang terpenting lagi, Anda berdua harus saling terbuka, dengan demikian Anda dapat mengetahui apa yang dikehendakinya dan dia tahu apa yang Anda kehendaki, kenali pula kebiasaannya. Tidak usah dipaksa, biarkan mengalir secara alami dalam kehidupan perkawinan Anda.
Apapun masalahnya, trik ini bisa membasmi kepusingan Anda.
•Gunakan teman untuk membantu
Mintalah bantuan teman yang dipercaya untuk mendengarkan keluh kesah Anda. Paling tidak 10 menit untuk beberapa hari. Gunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan segala beban dan mencari jalan keluarnya, kata Mark Gorkin, pendiri Stress Doc.com yang juga penulis Practice Safe Stress (adviseZone.com, 2000). Mendengarkan pendapat pihak kedua akan membuka pandangan Anda. Bahwa, sesuatu itu tak sesulit yang Anda bayangkan! Sederhana saja, bukan?
•Saksikan film lucu
Nontonlah drama atau film yang bisa membuat Anda tergelak tawa. “Tertawa bisa membuat tubuh lebih ringan. Tertawa bisa melatih jiwa yang secara alami akan membuat sehat,” kata Gorkin.
•Cari kegiatan
Aerobik bisa merangsang endorphins, yang secara alami bisa membuat tubuh jadi santai. Jadi jika kepala sudah penat. Jalan kakilah 30 menit. Coba bersihkan rumah Anda. Seperti kata Gorkin “Lakukan kegiatan yang bisa membuat jantung Anda terpompa.” Atau menari di kamar? Bisa juga!
•Bayangkan sesuatu yang indah
“Membayangkan sesuatu yang indah bisa membuat sirkulasi tubuh jadi baik,” kata Bill Crowford, Ph.D,psikolog yang juga penulis Nowhere to Go (Florence Publishing, 1996). Jadi jika Anda merasa ‘terluka’, bayangkan saja saat Anda sedang di pantai atau bermanja-manja di kasur. Rasakan, kegundahan itu berangsur hilang.
Biasanya, masturbasi hanya “dianjurkan” bagi wanita yang terlalu lama berpisah dengan suaminya, dengan tujuan, tentu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, seperti selingkuh. tapi, penelitian Stein membuktikan, masturbasi pun cukup sehat untuk dilakukan para wanita, bukan hanya saat kesepian.
Pertama, masturbasi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Masturbasi dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan ketahanan tubuh terhadap adanya serangan infeksi, seperti flu atau pilek.
Masturbasi juga membuat orang bisa bebas dari stres. Masturbasi ternyata melepaskan hormon endorfin dan hormon-hormon lain yang mengatur mood seseorang. Dengan demikian, masturbasi dapat mengurangi risiko terjadinya stres yang berlebihan dan depresi.
Masturbasi juga mencegah premenstual syndrome, yakni lebih dari 36 penyakit menjelang dan selama siklus haid. Ini karena masturbasi diduga juga dapat memperlancar peredaran darah ke daerah seputar organ reproduksi. Kejang otot atau sakit di daerah seputar panggul menjelang haid dapat berkurang.
Stein pun yakin, masturbasi membuat kencang otot sekitar vagina. Ini terutama bagi Anda yang tidak melakukan hubungan intim secara rutin. Kegiatan masturbasi dapat menjadi sarana untuk melatih otot-otot yang menopang organ reproduksi (rahim, dll), sehingga otot-otot tersebut lebih kencang dan kuat.
Meski demikian, beberapa pakar menyarankan agar masturbasi sedikit demi sedikit dikurangi jika seseorang telah menikah atau memiliki pasangan seksual yang tetap. Karena dikhawatirkan terdapat perbedaan antara orgasme melalui masturbasi dengan orgasme melalui sanggama. Jika orgasme yang dicapai melalui masturbasi lebih memuaskan, maka seseorang akan cenderung ‘melecehkan’ pasangan seksnya, yang kemudian akan memicu terjadinya masalah dalam perkawinan.
Ada manfaat positif lain dari masturbasi yang masih dapat dipetik oleh pasangan yang telah menikah. Yaitu bahwa masturbasi dapat menjadi bagian dari foreplay yang menakjubkan, terutama jika dilakukan bersama dengan pasangan seks. Gairah pun segera tersulut dan kedua pasangan siap melakukan sanggama yang sesungguhnya!
