Tips-Tips Menjalin Hubungan Baik Dengan Mertua Perempuan

Setelah membaca artikel sebelumnya mengenai hubungan menantu perempuan dan mertua perempuan, sekarang saatnya untuk mengetahu tips-tips menjalin hubungan baik dengan mertua perempuan.
1.  Katakan kepada suami anda, luangkanlah waktu untuk lebih sering mengunjungi ibu kandungnya (jika tidak tinggal serumah) atau lebih sering memperhatikan ibu kandungnya (jika tinggal serumah). Ini bisa dilakukan bersama anda atau tidak. Bagi anda dinasihatkan untuk lebih mengalah. Toh ibu mertua umumnya sudah berusia lanjut, dimana dalam fase ini mereka lebih sering menggunakan emosinya daripada logika. Ibu mertua akan senang jika anda terlihat ada kemauan untuk “menaunginya” dan terlihat bahwa anda mau “membagi” suami anda untuknya.
2.  Kembangkan hubungan anda dengan mertua perempuan. Ini bisa dilakukan misalnya dengan mengajaknya berbincang-bincang tentang hal yang diminatinya, lebih sering mengunjunginya, mengajaknya bepergian, belajar memasakkan makanan kesukaan suami atau belajar masak dan lainnya. Hal ini dapat membuat Ibu mertua merasa bahwa anda memang memperhatikannya sebagai individu.
3.  Libatkan mertua perempuan anda dalam setiap aktifitas jika memungkinkan. Misalnya, anda dapat memintanya tolong menemani anda dan anak anda pergi ke dokter atau pergi berbelanja bersama.
4.  Fokuskan perhatian anda terhadap hal-hal yang baik yang ada dalam dirinya dan coba untuk menghindari pemikiran negatif mengenai dirinya Misalnya anda tahu ia adalah juru masak yang hebat. Anda dapat mengambil sisi positifnya, misalnya anda dapat belajar masak. Atau perhatiannya kepada anda. Misalnya ingat-ingat saja ketika anda sedang hamil anak pertama, ibu mertua lah yang memberi jamu, mengajari anda memakai gurita dan nasihat tradisional lainnya.
5.  Jangan mengeritik ibu mertua anda di depan suami anda. Bagaimana pun ia tetap ibu kandungnya. Ingat pertalian darah tidak akan hilang sampai kapanpun. Kata-kata negatif mengenai ibu kandungnya hanya akan membuat suami anda defensif dan semakin menjauh dari anda.
6.  Empati dengannya. Walaupun ibu mertua bukan sahabat anda tetapi cobalah selami bahwa dengan masuknya anda ke dalam kehidupan suami telah “memisahkan” ia dengan anak yang dicintainya. Coba bayangkan anda menjadi dia, tiba-tiba anak lelaki anda meninggalkan diri anda.
7.  Selalu bersabar dan berdoa. Toh ibu mertua tidak sungguh-sungguh ingin kejam terhadap anda. Koreksi diri juga penting. Mungkin selama ini ada sikap anda yang memang membuat ibu mertua tidak berkenan walaupun bukan berarti anda harus mengubah kepribadian anda. Ingat, jika anda dapat bersabar, selalu memberi perhatian dan sikap positif terhadap ibu mertua , lama-lama ibu mertua pun akan lunak hatinya. Ingat saja, jika perilaku negatif dibalas negatif maka seringkali hasilanya tidak menggembirakan. Memang kebanyakan ibu-ibu muda jaman sekarang “ogah” jika mempunyai ibu mertua seperti itu. Yang sering terjadi mereka lalu menghindar sejauh-jauhnya dari ibu mertuanya yang malah menambah rumit suasana. Istilah “mengambil hati mertua” itu ternyata ada benarnya juga. Resapi juga dalam hati bahwa suatu hari nanti pun ada akan menjadi “ibu mertua” juga bila anak anda kebetulan lelaki. Semetara itu anda dapat menyarankan suami anda untuk melaksanakan kiat-kiat di bawah ini agar hubungan anda bertiga semakin sip.
8.  Tegaskan kepada suami anda bahwa anak dan istri adalah prioritas utamanya walau bukan berarti ia mengacuhkan ibu kandungnya. Ibu kandung tetaplah ibu kandung. Namun jangan berlebihan. Katakan bahwa sekarang ia telah memiliki keluarga yang harus diurusnya dulu. Misalnya suami tetap mengutamakan kepentingan ibu kandungnya dahulu daripada anda. Sebagai istri anda wajib menegurnya. Tetapi jangan lalu bersikap “sewot” terhadap mertua.
9.  Hidup akan semakin mudah jika dari awal suami anda telah menetapkan batasan-batasan yang tegas antara ia dan ibu kandungnya. Misalnya, tidak membiasakan ibu kandungnya untuk mengurus segala keperluannya atau meminta ibu kandungnya untuk mengatur keuangannya.
10.  Jika kelakuan ibu mertua sudah terlalu jauh, misalnya sudah terlalu ikut campur urusan rumah tangga anda atau sudah keterlaluan mengata-ngatai anda maka kini saatnya lah anda minta suami anda untuk “menegur” ibu kandungnya. Tentu saja dengan kata-kata yang sesuai “ukuran timur”. Kalau anaknya sendiri yang mengatakan tentu si ibu mertua akan cepat memaafkan dan melupakannya. Lain halnya jika anda yang mengatakannya sendiri kepada ibu mertua. Kemungkinan hubungan anda dengan dia akan bertambah runyam dan kata-kata anda itu mungkin tak dapat dilupakannya.
11.  Jika pertengkaran antara ibu mertua dan menantu perempuannya tak dapat dihindari, suami sebaiknya menjadi penengah yang adil. Katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Misalnya, mertua perempuan mengatakan bahwa anda kawin dengan anaknya hanya untuk hartanya saja. Suami anda sebaiknya membela anda dengan mengatakan kepada ibunya bahwa hal itu tidak benar.
12.  Ingatkan suami untuk selalu memperhatikan ibu kandungnya walaupun sekarang anda dan anak adalah prioritas utama suami. Mungkin dengan membelikan oleh-oleh yang sama nilainya jika suami bepergian dapat menjadikan hati ibu mertua senang. Misalnya , suami anda membelikan kain batik yang kualitasnya sama dengan yang dibelikannya untuk anda. Hitung-hitung juga suami membalas budi orang tuanya.

10 comments on “Tips-Tips Menjalin Hubungan Baik Dengan Mertua Perempuan

  1. someone February 25, 2009 12:20 pm

    Yupe..gw dah ngalamin sendiri..anak kesayangannya ‘direbut’ gw..awalnya gw juga ikutan ketiban disayang…sampe sewaktu waktu suami mergokin mertua lagi marahin gw (padahal bukan salah gw) dan jadinya balik marah ke mertua…akibatnya sekarang gw dibenci mertua…dan naasnya cucu perempuan pertama dan satu-satunya ikutan gak disenengin karna mukanya mirip gw :)

    Semoga Allah membukakan pintu hatinya…Amiiiinnn

  2. Ughie April 6, 2009 4:47 pm

    Sebenenya ak blm ngalamin Pernikahan…tp ak baru mau mnginjak ke pernikahan itu,,sang calon suami meminta bukti dari ak bahwa klo aku benar sayang k Ibu nya Tolong Buktikan….Tp kan ak butuh Proses Mendalami sifat Ibu nya menarik simpati dari ibunya,,Ndak bisa secepat itu,,dan sampai saat Ini aku masih Bingung mesti Berbuat apa untuk menarik Perhatian Ibu nya.. :?: :?: :?: katanya sih aku mesti d Kerudung,,,Itu sekarang sudah ak lakukan,,Tp calon suami ku masih tetap meminta pembuktian dari ak….apa yg harus ak lakukan :?: :sad: :!:

  3. kiki July 7, 2009 9:00 am

    q belum menikah tp q dah bertunangan ma cwo q.
    tp qta dah deket dgn hari pernikahan qt dapat cobaan yg begitu besar,ternyata ibu dy mengetahui permasalahan q dengan dy, dan sekarang sikap camer q jd berubah drastis ke q?
    camer q jd cuek ke q!!! padahal semua yang q omongin dgn cwo q tu masih belum sebenarnya,,,gmna caranya agar ibu dy tersenyum lagi k q??n ibu dy seperti dl lag????
    Bantu q ya??? Ma kAsih!!!! :smile: :smile: :smile:

  4. Hany August 4, 2009 7:43 am

    Aq ma mertua qu hubgn nya lumayan baik, tp ada sifat ibu mertua q yg q ga ska ibu mertua q tu pengennya apa2 dksh lebih, cth ne pas lebran kan ada antran dr menantu kemertua dlm adat kmi, trs aq tny keibu mertua q mau dksh ap yg ibu snang, aq uda blg bud getnya skian eh ga taunya mntany lebh. Slaen itu ibu mrtua q jg pengen suami q kuliahn adknya jauh2 pdhl aq dah ksih pengertian keibu mrtua n suami q tp ga digubris. Gmn donk solusinya?

  5. Q-ka November 18, 2009 4:29 pm

    :mrgreen: saya harus membuang jauh untuk tinggal di rumah sendiri, sementara ini. Karena suami anak bungsu dan mama mertua tinggal sendiri, maka saya dan suami harus tinggal dengan mama mertua.Mungkin karena merasa ini rumahnya, maka beliau lebih dominan. Semua serba diatur dengan caranya. Masak indomie pun, beliau ikut campur. pake mangkok apa, sendok apa dst. padahal saya adalah anak sulung yg sudah terbiasa memasak, mencuci dst. Sampai 3 thn ini pun saya masih belum bisa menemukan cara untuk bisa menyatu dengannya… :???:

  6. Zoi September 26, 2011 2:11 am

    Hmmm, mungkin ketika mereka (bpk n ibu mertua) bisa saling ber-maaf2an di Hari raya.
    Bukannya dimintai maaf. Saya akan mulai berfikir untuk akur.
    Sulit untuk hidup dengan orang yang selalu merasa paling benar!!!

  7. dik zunta January 20, 2012 8:29 am

    saat saya pengantin baru tidak pernah tidur seranjang dengan suami, bahaka

  8. tya March 19, 2012 2:10 pm

    Hubungan saya dengan mertua saya sgt lah tdk baik, padahal saya sdh sering mengalah, kebetulan mertua sya adalah orang yg tdk mampu,n saya anak dr orang tua yg berada, setelah suami saya nikah sama saya,usaha dia selalu meningkat n akhirnya saya n suami saya punya segalanya, eh tapi nya mertua saya sgt lah serakah, dia tidak memandang bagaimana perasaan saya sbg menantu nya,minta dibikinin rumah,mobil aq yg d beliin suami q buat q juga d ambil,sertifikat tanah juga,terus minta d beliin motor lg,, n aq gak pernah komen sm sp2 baik itu sm suami q, aq hanya bs diam n bersabar menghadapinya,, tolong donk kasih solusinya gmn??

  9. chacha June 9, 2012 11:51 am

    mertuaku rumahnya bersebelahan denganku,,tp sebelahan kaya jauh…dekat dimata tapi jauh dihati rasanya,karna mertuaku itu orangnya cuek n acuh tak acuh sama aku,,kata
    adiknya sih memang kelakuannya seperti itu…aku disuruh bersabar…..sebenarnya q ingin membina hub.yang baik…tapi setiap diajak bicara g da respon,,,jadi kita yang mendekat takut karna mimik wajahnya g enak sama sekali…………

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>