May 28, 2008 - aku

Kontrasepsi Alami atau Sistem Kalender

Banyak yang tahu atau setidaknya pernah mendengar istilah KB alami atau KB dengan sistem kalender ini. Terutama di Indonesia, sistem KB ini sangat populer serta umunya lebih disukai. Malahan selama puncak krismon (1997-1998) diperkirakan terjadi peningkatan jumlah pengikut yang luar biasa akibat turunnya daya beli dan akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi lainnya.
KB sistem kalender ini adalah usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan badan selama masa subur seorang wanita. Sebab pembuahan memang hanya terjadi pada saat masa subur, atau lebih tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur (sel telur dilepas). 12-24 jam ini dari masa hidup sel telur rata-rata. Sehingga tidak masalah berapa kali hubungan badan dilakukan, bila bukan selama masa subur ini dengan sendirinya pembuahan tidak terjadi dan kehamilan bisa dihindari. Sebaliknya meski hanya sekali, bila kebetulan hubungan badan dilakukan pada puncak masa subur, maka kemungkinan terjadi kehamilan akan jauh lebih tinggi.
Berbeda dengan sistem kontrasepsi lainnya, sistem kalender menjanjikan aneka kelebihan dan karena itu banyak yang lebih menyukainya. Pertama, dari segi kesehatan sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa obat). Dari sudut ekonomi, sistem kalender ini tentu saja sangat ekonomis karena gratis. Dan terakhir dan adakalanya penting adalah masalah psikologis, yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur. Dilain pihak, adakah sisi negatif sistem kalender ? Tentu saja ada, yaitu kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi. Ini terutama bila tidak dilakukan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur.
Untuk itu disini akan dijelaskan cara untuk mmprediksi masa subur ini.
Pastikan bahwa ibu memiliki “siklus haid yang teratur”.
Rata-rata siklus haid adalah 28 hari, yaitu selisih dari “hari pertama” haid bulan ini dan bulan berikutnya. Tetapi ini bisa sangat berbeda untuk setiap individu ! Untuk itu sebaiknya catat di kalender hari pertama haid anda setiap bulan untuk mengetahuinya dengan persis siklus haid rata-rata anda.
Maka masa subur secara kasar adalah hari-hari disekitar pertengahan siklus haid. Contoh untuk siklus haid 28 hari, maka masa subur adalah sekitar 14 hari setelah haid hari pertama atau sebelum hari pertama haid berikutnya. Hanya perlu diingat untuk menambahkan 1 hari sebelum dan sesudahnya karena sel telur mampu bertahan selama 12-24 jam. Atau untuk lebih amannya, tidak ada salahnya berpantang 3 hari sebelum dan sesudahnya.
Tentu saja, seperti telah disebutkan diatas, cara diatas ini sangat tidak akurat ! Dan dengan sendirinya kemungkinan bocor sangat tinggi. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan, dan bahkan berpotensi mengganggu hubungan itu sendiri akibat beban psikologis akan ketakutan melesetnya perhitungan. Hal ini benar karena adakalanya proses hormonial wanita dipengaruhi oleh lingkungan baik secara fisik maupun pikologis. Sehingga tidaklah mengherankan bila masa subur sebenarnya meleset bahkan beberapa hari dari yang diperkirakan. Sebenarnya untuk mengatasi masalah ini ada cara yang lebih akurat, yaitu dengan mengukur dan membuat tabel suhu tubuh secara teratur. Cara ini memang agak merepotkan dan membutuhkan ketekunan bagi ibu, namun menjanjikan prediksi yang akurat serta memiliki keuntungan untuk sekaligus mendeteksi kelainan hormonal pada tubuh seperti dijelaskan di artikel tabel suhu tubuh.
Langkah selanjutnya untuk melakukan KB alami dengan sukses, tentu saja adalah menghindari diri terlupa ! Untuk itu sangat dianjurkan memanfaatkan sarana pengingat masa-subur. Selain itu dengan sarana ini pengingat bisa dikirimkan ke kedua pihak. Hal ini sangat penting, karena seringkali salah satu pihak (terutama pihak wanita) merasa malu untuk selalu memberitahukan informasi masa-subur ini kepada pasangannya. Padahal keberhasilan sistem kalender ini sangat ditentukan oleh kerjasama kedua pihak.
Bila sudah memiliki data panjang siklus yang akurat, serta memakai pengingat untuk menghindari terlupa, boleh dibilang anda berdua sudah siap menjalani KB dengan sistem kalender ini.

Ibu Hamil / Pernikahan akurat / alami / bocor / catat / data / haid / indonesia / Kalender / KB / keluarga berencana / ketakutan / kondom / kontrasepsi / krismon / Masa / nikmat / obat / pertama / populer / psikologis / sel telur / siklus / sistem / subur / teratur /

Comments

  • NN says:

    saya mau nanya kami baru menikah tetapi kami ga mau mempunyai
    anak terlebih dahulu karena di sebabkan beberapa hal yang saya ga mungkin ceritakan
    ceritanya begini pada saat menikah istri saya lagi haid otomatis tidak bisa
    bermain layaknya suami istri
    nah ketika hari pertama istri saya beres haidnya
    sya melakukan bulan madu bersama istri tetapi istri saya lupa memakai kb.
    nah saya mau nanya apakah mungkin terjadi kehamilan ?

  • NN says:

    tambahan nya
    apakah pake kb tuh aman dan akurat ?
    dan apa resikonya.
    baik yang suntik atau pun pil
    gimana caranya supaya saya dan istri saya bisa ngelakuin hubungan
    suami istri setiap saat tetapi tidak sampai hamil .
    terima kasih
    di tunggu jawabannya secepatnya

  • JK says:

    jd tidak semua pasangan bisa mencoba sistem ini, hanya berlaku pada istri yang mens-nya teratur ya?

  • […] Berbeda dengan sistem kontrasepsi lainnya, sistem kalender menjanjikan aneka kelebihan dan karena itu banyak yang lebih menyukainya. Pertama, dari segi kesehatan sistem kalender ini jelas jauh lebih sehat karena bisa dihindari adanya efek sampingan yang merugikan seperti halnya memakai alat kontrasepsi lainnya (terutama yang berupa obat). Dari sudut ekonomi, sistem kalender ini tentu saja sangat ekonomis karena gratis. Dan terakhir dan adakalanya penting adalah masalah psikologis, yaitu sistem kalender ini tidak mengurangi kenikmatan hubungan itu sendiri seperti bila memakai kondom misalnya. Meski tentu saja dilain pihak dituntut kontrol diri dari pasangan untuk ketat berpantang selama masa subur. Sisi negatif sistem kalender yaitu kemungkinan kegagalan yang jauh lebih tinggi terutama bila tidak dilakukan pengamatan yang mendalam untuk mengetahui dengan pasti masa subur (Kontrasepsi….., http://www.f-buzz.com/2008/05/28/kontrasepsi-alami-atau-sistem-kalender/). […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Ingin tulisan tampil di F-Buzz.Com website?
ingin blog anda untuk lebih dikenal dan lebih banyak pengunjung?
Klik disini
'