Banyak orang yang menderita gangguan kepanikan atau fobia sosial juga akan mengalami masalah-masalah seksual. Dengan mengenali masalah-masalah ini, terapinya juga dapat lebih difokuskan. Soalnya, beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan psikologis ternyata juga mempunyai efek negatif terhadap kehidupan seksual, sedangkan yang lain mempunyai efek yang menguntungkan.
Hal itu dikemukakan beberapa peneliti yang mempelajari kaitan antara gangguan psikologis dan masalah seksual serta pengobatannya. Dikatakan, belakangan ini, para ahli psikiatri telah makin sadar dengan pentingnya menanyakan masalah-masalah kehidupan seksual pasiennya.
Kini, makin jelas bahwa beberapa obat yang umumnya diresepkan untuk mengatasi gangguan psikologis ternyata dapat menyebabkan efek samping terhadap kehidupan seksual. Misalnya, obat-obatan yang masuk dalam kelompok SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) dapat menunda orgasme kebanyakan pria.
SSRI sendiri adalah obat yang paling baik untuk mengatasi fobia sosial dan gangguan panik. Sayangnya, orang tidak tahu bahwa banyak pria yang mengalami gangguan tersebut juga mengalami masalah-masalah seksual sebelum mereka mengkonsumsinya.
Penderita fobia sosial umumnya sangat malu tampil di hadapan orang lain, bahkan dapat mengganggu hidup sehari-hari. Sedangkan gangguan panik menyebabkan orang menderita berbagai serangan rasa panik yang berulang-ulang. Misalnya ialah nyeri dada karena jantung berdebar-debar, keringat yang berlebihan, napas terengah-engah, dan kepala pusing.
Ditemukan, sekitar 75% penderita gangguan panik juga mengalami masalah-masalah seksual. Angka itu mencapai 33% di kalangan penderita fobia sosial, sebagaimana diungkapkan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior, edisi Juli 2001 ini.
Di kalangan penderita gangguan panik, keengganan melakukan hubungan seks merupakan jenis masalah yang paling umum. Biasanya, orangnya sangat tidak ingin melakukan hubungan seks. Keengganan ini dialami 36% pria dan 50% wanita. Sedangkan di kalangan penderita fobia sosial, ejakulasi prematur adalah jenis masalah seksual yang paling umum.
Menurut Figueira, bagi pasien yang mengalami gangguan kecemasan dan ejakulasi prematur, SSRI mungkin merupakan pilihan yang tepat. Obat ini tidak hanya efektif mengatasi rasa cemas, tetapi juga dapat mencegah ejakulasi prematur dengan menunda orgasme.
Sedangkan obat antipanik mungkin tepat diberikan bagi penderita gangguan panik yang juga merasa enggan melakukan hubungan seksual. Menurut Figueira, karena masalah seksual ini terjadi akibat gangguan panik, obat tersebut akan mempunyai efek yang menguntungkan karena dapat mengatasi masalahs seksual tersebut.

Related Articles