Berkelit dari Kejemuan Seksual
Salah satu masalah yang dialami pasangan suami istri yang telah lama menikah ialah kejemuan seksual. Apalagi kalau kehidupan seksual berjalan tidak harmonis, hanya dinikmati oleh salah satu pihak saja. Dalam kehidupan seksual yang tidak harmonis, kejemuan bahkan dialami juga oleh pasangan suami istri yang belum lama menikah.
Pada pasangan yang sudah lama menikah, kejemuan seksual terutama disebabkan oleh monotoni, baik dalam hal suasana maupun perilaku seksual. Akibatnya, suami istri kehilangan kontak seksual, dan untuk selanjutnya dorongan seksual menjadi padam.
Dalam keadaan seperti ini, lelaki sangat merasakannya, karena kemampuan ereksi menjadi terganggu. Gangguan ereksi ini sendiri berdampak sangat negatif, sebab lelaki merasakan ketidakmampuannya melakukan hubungan seksual. Di lain pihak, istri juga merasakan akibatnya karena kegagalan melakukan hubungan seksual.
Lebih jauh, dalam keadaan seperti ini, penyelewengan seksual mudah terjadi. Pihak suami cenderung ingin mencoba melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, untuk membuktikan kemampuan seksualnya yang terganggu dengan istrinya. Kalau gangguan itu semata-mata hanya karena kejenuhan seksual, maka hubungan seksual dengan perempuan lain hampir pasti berlangsung dengan baik, atau paling tidak, lebih baik daripada dengan istrinya.
Di pihak istri, ketidakmampuan seksual suami seringkali menimbulkan dugaan bahwa suami telah melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, sehingga tak mampu lagi berhbuungan seksual dengannya. Tentu saja, dugaan ini dapat menimbulkan masalah yang lain lagi.
Kalau istri mengetahui bahwa suaminya ternyata mampu melakukan hubungan seksual dengan perempuan lain, maka muncul anggapan yang tidak rasional, yang menganggap suami terkena guna-guna oleh perempuan itu.
Akibat guna-guna itulah sang suami menjadi tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan istrinya, tetapi ternyata mampu melakukannya dengan perempuan lain. Anggapan tidak rasional ini banyak beredar di masyarakat, khususnya pada kelompok perempuan.
Ratri: “Happiness, that grand mistress of the ceremonies in the dance of life, impels us through all its mazes and meanderings, but leads none of us by the same route” (Charles Caleb Colton).



