Berbagai cara dilakukan untuk menekan anggaran perkawinan. Kenyataannya, dana yang ada belum bisa memenuhi anggaran pengeluaran yang direncanakan. Mencari berbagai alternatif sumber dana untuk mencukupinya adalah langkah yang perlu dilakukan di awal persiapan.

 Pembagian tanggung jawab untuk menangani anggaran perkawinan termasuk pesta dan upacara akad nikah bagi setiap calon pengantin biasanya mngikuti aturan yang sudah berlaku umum. Selain kedua mempelai, keluarga dan partisipan turut mendukung dengan menangani bebarapa pengeluaran yang harus diatasi kedua calon pengantin tersebut.
Pembagian tanggung jawab pengeluaran anggaran perkawinan tidak selalu sama untuk setiap pasangan calon pengantin, tergantung kesepakatan dan kemampuan semua pihak. Adakalanya pasangan calon pengantin menghadapi situasi dimana harus menangani sebagaian besar pengeluaran sehingga harus mencari alternatif sumber dana untuk memenuhi beragam pengeluaran berkaitan dengan upacara akad nikah dan pesta perkawinan.

 Sumber dana dapat diperoleh dari bermacam tempat dan berbagai cara. Kenyataan ini membawa konsekuensi setiap calon pengantin untuk mengadakan kesepakatan dengan pihak lain berkenaan dengan penyediaan dana anggaran tersebut (peminjaman). Sebelum melakukan peminjaman diperlukan sedikit pengetahuan, kecermatan dan perencanaan agar terhindar dari beban keuangan di masa mendatang yang dapat mengganggu kenangan kebahagiaan hari perkawinan.

1. Kalkulasi Kebutuhan
 Besarnya peminjaman perlu dikalkulasikan dengan cermat sehingga jumlahnya sesuai kebutuhan bahkan bisa ditekan seminimal mungkin. Setelah menetapkan semua pengeluaran yang rasional, lanjutkan dengan memperhitungkan dana yang dimiliki dan semua kemungkinan potensi penerimaan, misalnya bantuan atau sumbangan oleh keluarga, kerabat atau sahabat. Besar peminjaman yang perlu dilakukan adalah selisih antara total anggaran pengeluaran dengan dana potensial yang dimiliki.

2. Inventarisasi Tanggung Jawab di Masa Depan
 Kesepakatan umum antara calon pasangan pengantin dan pihak kedua sebagai penyedia dana menyangkut pola pengembalian diantaranya jumlah pinjaman, besarnya bunga, serta jumlah minimal pembayaran tiap bulannya. Semua informasi dasar yang berkaitan langsung dengan kewajiban pembayaran disusun dalam bentuk tabulasi untuk memudahkan dalam mengevaluasi dan merancang pola pelunasannya.
Kelompok informasi berdasarkan sumber dana, jumlah pinjaman, tingkat bunga dan jumlah minimal pembayaran. Kemudian urutkan prioritas pembayaran berdasarkan tingkat bunga dari yang tertinggi hingga yang terendah, jangan terpengaruh dengan jumlah. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah menekan besar kewajiban yang ruti dikeluarkan akibat perhitungan bunga.

3. Disiplin dalam Mengendalikan Pembayaran
 Jumlah minimal pembayaran adalah nilai yang harus dipenuhi dalam setiap melakukan pembayaran rutin dimana meliputi angsuran dan tambahan bunga. Setelah memenuhi angsuran pembayaran minimum dari semua penyedia dana, bilamana ada dana lebih lakukan tambahan pembayaran minimal kepada penyedia dana yang mengenakan tingkat bunga lebih tinggi. Pola ini mempersingkat jangka waktu pembayaran dari kewajiban berbeban bunga tinggi.
Perhitungkan semua potensi yang dapat dilakukan untuk melunasi kewajiban berbunga tinggi dan bandingkan nilai ekonomisnya bila potensi tersebut disimpan dalam bentuk lain.
Aspek keuangan adalah penunjang dalam mendukung kelancaran serta kesuksesan dalam penyelenggaraan perkawinan. Penggunaan anggaran yang terencana dan bijaksana adalah salah satu bentuk investasi mewujudkan kenangan indah di hari perkawinan.

Related Articles