Memprediksi Gagalnya Sebuah Pernikahan

Setiap suami istri pasti sangat mengharapkan pernikahan yang langgeng dan abadi. Namun siapa sih, yang bisa meramalkan masa depan ? Bahkan pasangan yang telah sekian lama menikah masih ada yang menganggap kehidupan rumah tangganya sama seperti permaianan judi, bisa beruntung dan bisa juga gagal (rugi).
Sebenarnya menurut Jeffry Larson, PhD, ada sekitar 25 sampai 30 faktor yang bisa menjadi indikator keberhasilan atau kegagalan sebuah perkawinan. Namun diantara beberapa faktor tersebut, faktor utama yang menentukan adalah karakteristik kepribadian masing-masing individu. Dan perbedaan yang paling ketara bisa menyebabkan perpisahan adalah perbedaan agama atau keyakinannya. Karena mereka memiliki potensi sistem nilai yang berbeda. Hal itu tidak menyangkut pula perbedaan pandangan dan prinsip dalam menjalankan hidup.
Disamping itu, faktor lain yang bisa dijadikan indikator kegagalan adalah pola pertengkaran pasangan. “Pasangan yang kemudian bercerai biasanya memulai pertengkaran mereka dengan dialog atau kata-kata yang isinya menyerang kepribadian pasangan,” jelas Sybil Carrere, PhD.
Hal lain yang menentukan adalah ingatan tentang pertemuan pertama. “Jika pertemuan pertama tersebut sangat terbatas, hal tersebut merupakan pertanda buruk,” papar Carrere. Sebab pasangan yang bahagia akan bisa mengingat dengan baik detik kecil dari pertemuan, seperti pakaian yang dikenakan, lagu yang terdengar, hingga apa yang dimakan.
Semua perkiraan ini bukan hanya isapan jempol semua. Sebab para peneliti diatas sudah melakukan penelitian pada 95 pasangan di University of Washington. Hasilnya pun sudah diterbitkan dalam Journal of Family Psikology edisi musim semi tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>