May 16, 2008 - admin

Seks Aman Saat Hamil

Banyak orang percaya bahwa melakukan hubungan seks di saat hamil dapat berpengaruh buruk pada janin yang dikandung. Katanya, janin bisa rusak dan kehamilan bisa berakhir dengan keguguran. Mereka juga yakin bahwa hubungan seks saat hamil dapat menyebabkan infeksi kandungan. Alhasil, orang takut melakukan hubungan intim di saat istri sedang hamil. Bagaimana halnya menurut Ilmu Kedokteran Modern?
Dinamika Hubungan Seks
Seks dibutuhkan untuk kepuasan hidup. Seks menyebabkan kita merasa dibutuhkan, diinginkan, bahkan digandrungi. Seks juga menumbuhkan rasa aman pada diri kita. Begitu pentingnya seks untuk sebuah imaji diri (self image) yang sehat sehingga sering otak tetap menyuruh kita melakukan atau mencari seks di saat tubuh kita sebenarnya tidak menginginkannya.
Sepanjang hidup berkeluarga, tentu ada saat-saat dimana hubungan seks normal harus terhenti sementara atau mungkin harus disesuaikan dengan keadaan. Misalnya, saat melaksanakan ibadah puasa bagi kaum muslim, saat istri sedang haid, hamil atau sehabis melahirkan. Kedua hal terakhir ini sering menyebabkan hubungan seks terhenti sampai berlama-lama, yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Bagaimana dengan penyakit? Ternyata jarang ada penyakit yang mengharuskan suami istri menghentikan kegiatan seksnya sama sekali, bahkan penyakit jantung sekalipun (kecuali yang sangat berat). Sebab penelitian memperlihatkan bahwa denyut jantung dan tekanan darah yang dicapai pada waktu orgasme, tidak sampai pada tingkat yang membahayakan jiwa.
Seks Saat Hamil
Cukup banyak mitos seputar hubungan seks saat hamil seperti yang dicontohkan di alinea pertama. Dalam kenyataannya, hubungan seks yang wajar tidak pernah terbukti menjadi penyebab terjadinya keguguran. Demikian juga kekhawatiran bahwa seks dapat merusak janin, ternyata tidak beralasan. Janin terlindungi dengan baik di dalam kantung ketuban. Air ketuban yang mengelilingnya berfungsi sebagai peredam getaran. Mulut rahim juga tertutup oleh lendir yang merupakan banteng yang kuat untuk mencegah infeksi kuman.  Beberapa wanita yang pernah hamil mungkin bersikeras bahwa gairah seks mereka otomatis hilang di masa hamil terutama kehamilan trimester pertama dan terakhir. Selain disebabkan oleh kekhawatiran yang dilandasi mitos, hal ini mungkin disebabkan oleh rasa mual sewaktu trimester pertama dan rasa cepat lelah di trimester terakhir.
Jangan dilupakan perubahan emosi perempuan saat mengetahui dirinya hamil. Banyak yang baru mulai menyadari betapa besar perubahan hidupnya nanti. Baik di saat hamil dan terutama setelah si kecil lahir. Ia harus menyesuaikan pekerjaannya, gaya hidupnya, keuangan keluarga, menambah pembantu, menata kembali pembagian kamar, menata perabot rumah tangga yang mungkin membahayakan bayi, dan masih banyak lagi. Kekhawatiran-kekhawatiran ini tentu sangat mempengaruhi kejiwaan sang istri. Tak jarang, sebagai akibatnya gairah seksual pun menurun jauh.
Selain itu, banyak perempuan yang tidak bahagia melihat perubahan tubuh saat hamil. Mereka menganggap tubuh yang kian melar itu tampak buruk. Akibatnya tidak sedikit yang merasa enggan memperlihatkan tubuhnya pada sang suami, apalagi melakukan hubungan seks. Padahal, di lain pihak, cukup banyak orang yang berpendapat bahwa perempuan yang sedang hamil jadi tampak lebih seksi. Ada ‘sinar’ tertentu yang memancarkan dari wajah mereka. Hal ini tentunya terjadi pada mereka yang menerima dengan baik kehamilan tersebut.
Penelitian juga memperlihatkan cukup banyak perempuan yang mengatakan hubungan seks saat hamil lebih menyenangkan. Mereka mengaku lebih dapat menikmati, sehingga ingin lebih sering melakukannya. Hal ini dapat diterangkan dari segi biologis. Pada saat hamil, kadar hormon seks yang beredar dalam tubuh perempuan jauh lebih tinggi. Tubuh pun menjadi peka terhadap rangsangan. Demikian pula, reaksi yang timbul saat dirangsang menjadi lebih cepat, lebih spontan,dan lebih bergairah.
Walau demikian, tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada payudara. Selain membesar, organ tubuh yang satu ini juga ikut menjadi lebih sensitive. Suami perlu berhati-hati memperlakukannya agar istri tidak merasa kesakitan. Selain itu, pada bulan-bulan terakhir, mungkin akan terjadi kebocoran air susu awal yang warnanya masih kekuningan (colostrums).
Pada bulan-bulan terakhir pula, janin akan membesar dan memenuhi sebagian besar rongga perut serta panggul. Perut menjadi sangat buncit dengan pusar yang mungkin akan menonjol. Kulit perut pun akan tampak kencang dan mengkilat. Pada waktu ini, mungkin pasangan harus mengubah teknik dan posisi hubungan seksnya. Kenyamanan istri harus diperhatikan untuk menghindari rasa nyeri. Di samping itu, banyak perempuan yang sering merasa cepat lelah dan ingin banyak tidur.
Banyak buku yang dapat lebih menjelaskan posisi hubungan seks yang baik dilakukan pada saat istri hamil tua. Disini hanya akan disebutkan beberapa contoh posisi yaitu cara menyamping, duduk, ataupun posisi tumpuan sendok. Kesemua posisi ini untuk mengurangi tekanan tubuh suami pada perut istri. Pasangan perlu mencoba-coba sendiri posisi mana yang ideal bagi mereka. Patut diperhatikan bahwa hubungan seks yang terlampau kasar akan menyebabkan lecet-lecet dalam nyeri. Dalam keadaan kebersihan diri kurang terjaga mungkin saja terjadi infeksi setempat.
Kapan Hubungan Seks Harus Dihentikan
Ada beberapa keadaan waktu hamil dimana kegiatan seks harus dihentikan. Setidaknya untk sementara sampai mendapat lampu hijau dari dokter kandungan yang memeriksa keadaan tersebut. Yang pertama ialah bila istri pernah keguguran sebelumnya. Mintalah nasehat dokter. Mungkin dokter akan menganjurkan Anda untuk menghentikan kegiatan seks sampai kehamilan berumur sedikit lebih tua (biasanya sampai trimester kedua). Keadaan lain adalah pendarahan. Segera periksa ke dokter kebidanan. Mungkin saja itu bukan sesuatu yang serius tapi bisa pula awal keguguran atau plasenta previa (kedudukan ari-ari di mulut rahim) yang lebih berbahaya. Kegiatan seks juga harus dihentikan bila sudah ada tanda-tanda melahirkan yaitu keluar darah lendir atau ketuban telah pecah.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa pada kehamilan normal, sungguh tidak ada alasan bagi pasangan suami-istri untuk menghentikan kegiatan seks. mereka dapat terus melakukan dan menikmatinya, sejak awal kehamilan sampai saat untuk melahirkan tiba.

Pernikahan air / aktifitas / aman / bulan / dinamika / Gairah / hamil / hubungan / istri / keluarga / lelah / melahirkan / normal / payudara / perut / posisi / saat / Seks / susu / tubuh /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>