Dalam hidup perkawinan, hubungan seksual merupakan suatu hal yang amat penting dan dibutuhkan. Biasanya tingkat keinginan seseorang terhadap hubungan seksual itu tergantung dari variasi gairah seks masing-masing. Ada orang yang gairah seksnya tinggi, ada yang sedang-sedang saja, bahkan ada pula yang lemah.
Banyak faktor yang menyebabkan dorongan seks menurun, diantaranya :
Pikiran Stres
Pikiran yang sedang stres, dapat membuat seseorang menjadi tak bersemangat untuk melakukan hubungan seksual. Ia merasa putus asa, tak ada tempat untuk berkeluh kesah, bahkan merasa tak ada lagi artinya di hidup di dunia. Semuanya terasa buntu dan ia merasa semua orang seakan-akan memusuhinya. Pikiran seperti itu pada akhirnya menurunkan gairahnya untuk melakukan hubungan seksual.
Tubuh Yang Bermasalah
Tidak idealnya tubuh juga bisa menyebabkan masalah dalam berhubungan seks. Seseorang yang merasa tidak percaya diri dengan ukuran tubuhnya (terlalu gemuk atau terlalu kurus) bisa saja kehilangan minat untuk melakukan aktivitas seksual, karena ia khawatir tidak dapat sepenuhnya memberikan kepuasaan kepada pasangannya. Terlebih jika pasangannya menyinggung kekurangannya tersebut. Maka lenyap sudah keinginan untuk melakukan hubungan intim.
Beban Pada Pekerjaan
Tugas dan tanggung jawab yang begitu besar diemban bukan tak mungkin dapat juga menurunkan gairah seseorang untuk melakukan kewajibannya di atas ranjang. Rasa ngantuk dan lelah setelah seharian bekerja keras dengan setumpuk pekerjaan, membuatnya segera cepat tertidur begitu sampai di rumah. Tak terpikirkan lagi untuk melakukan hubungan intim, yang ada dibenaknya hanya segera saja beristirahat dengan pulas.
Keuangan / Ekonomi
Faktor keuangan juga merupakan salah satu peranan penting dalam mencapai kepuasan hubungan intim. Keuangan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-haridapat membuat seseorang merasa kesal dan juga gusar, sehingga yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana caranya memperbaiki keadaan ekonominya. Seandainya ia mau melakukan hubungan intim, ia tak akan memperoleh/memberikan kepuasan yang maksimal karena ia tidak dapat berkonsentrasi penuh pada aktivitas tersebut.
Related Articles
*Widget By mfaisal
