Rileks Memasuki Hari ‘H’

May 13th, 2008

 Ketenangan jiwa. Lakukan meditasi atau berdoa untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, hal ini dapat membantu menenangkan jiwa Anda Meski segalanya telah dipersiapkan dengan terencana, ada baiknya Anda tetap berserah diri akan pilihan hidup Anda dan rencana pesta pernikahan Anda tersebut pada pertolongan Tuhan. Karena, gerbang pernikahan bukan semata urusan antara dua anak manusia, tapi juga tercipta atas kehendak dan dalam naungan Tuhan.

 Persiapan mental. Hal ini bukan baru Anda lakukan dua tiga hari sebelum hari pernikahan. Begitu Anda merasa mantap dengan pilihan Anda dan memutuskan bersedia untuk menikah dengan kekasih Anda, saat itu pula Anda sudah harus mulai mempersiapkan mental Anda. Caranya? Coba instropeksi diri dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada diri sendiri dan jawablah dengan jujur. Seperti, semantap dan seyakin apa perasaan Anda terhadap si dia, apakah Anda sanggup membina hubungan terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dan seatap bersamanya, apakah Anda sudah bisa menerima segala sifat dan kekurangan pasangan Anda? Untuk pertanyaan yang terakhir ini, jangan sekali-kali Anda sepelekan dengan keyakinan bahwa suatu saat si dia akan berubah dari sifat atau sikap buruknya. Bukankah kita tak bisa berharap pada sesuatu yang tak pasti.

 Komunikasi dan kejujuran dengan pasangan. Cobalah untuk memulai berbagi perasaan dan pemikiran secara jujur, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Karena ketika sepasang kekasih memutuskan akan menikah, pada saat itulah komunikasi diantara mereka mulai berkembang ke arah yang lebih terbuka. Berbeda dengan masa pacaran dulu.

 Jaga kondisi fisik dan lakukan pemeriksaan kesehatan. Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari sekaligus mengantisipasi persoalan kesehatan. Misalkan, dibelakang hari bercerai gara-gara salah satu pasangan mandul. Secara tidak langsung, pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi katalisator keseriusan atau kesungguhan cinta pasangan Anda. Apakah dia akan mundur atau tetap maju ke pintu pelaminan, setelah mengetahui calon pasangannya menderita suatu penyakit.

 Perbanyak baca buku yang memberikan informasi tentang perkawinan. Dengan banyak membaca buku tersebut akan menambah wawasan Anda dan cukup membantu Anda mengenali medan kehidupan perkawinan sebelum Anda memasukinya.

 Berdiskusi dengan orang-orang yang mempunyai pandangan positif tentang kehidupan perkawinan. Sebab, bertukar pikiran dengan mereka yang memojokkan lembaga perkawinan, bisa malah membuat Anda berkecil hati, cemas, takut dan makin deg-degan memasuki pintu pernikahan.

 Serahkan segala sesuatunya pada pilihan yang dapat diandalkan. Bukan waktunya calon pengantin di hari pernikahannya masih memikirkan siapa yang membawa cincin, apakah makanan kurang, dan lain sebagainya. Fokuskan pikiran Anda berdua pada rangkaian upacara sakral pernikahan semata. Untuk urusan-urusan sepele tapi penting tadi limpahkan pada orang-orang yang dapat Anda percayai.

 Konsultasi dengan orang yang ahli. Ada baiknya Anda datangi pemuka agama atau psikolog untuk memperbincangkan tentang seluk beluk kehidupan perkawinan. Karena siapa tahu mereka dapat membantu mengurangi rasa gelisah Anda sebelum pernikahan. Atau Anda dapat juga berkonsultasi dengan keluarga atau teman yang sudah menikah tentunya.

 

No comments yet.